
pagi ini Wulan menyiapkan semua keperluan anak anaknya.. trio Ar akan kuliah di umur yg baru 16 th karena mereka memiliki IQ yg jenius..
sedang Wulan akan mengantar Sandra dan Rissa ke sekolah baru mereka.. setelah itu dia sendiri harus menemui Zain dan pengacara kepercayaannya...
" ma.. kami berangkat dulu ya..." kata trio Ar
" hati hati ya.. jangan ngebut ingat itu..." kata Wulan..
" iya ma..." jawab Ardan seraya mengangkat helm nya..
kini tinggal Wulan dan kedua putri ya.. setelah selesai Wulan pun menuju ke depan.. pak imam sudah menyiapkan mobil untuk Wulan dan kedua putrinya...
" pak biar hari ini say nyupir sendiri... bapak bisa istirahat pasti capek kemarin.." kata Wulan..
" siap nyonya..." jawab pak imam..
" ayo sayang.. " ajak Wulan pada putrinya..
kini mereka membelah jalan di Depok.. mereka menuju sekolah swasta bertaraf internasional... Rissa miring saat melihat sekolahnya sedang Sandra sangat antusias...
" ma.. bisakah issa sekolah di sekolah biasa saja..." kata Rissa
" kenapa sayang... ini sekolah bagus loh.." kata Wulan..
" issa pingin ngelasain jadi anak orang biasa ma... " jawab Rissa..
" baiklah.. tapi kita daftarin kak Sandra dulu ya.." kata Wulan..
" em.. gak usah dech ma.. Sandra juga mau barengan Rissa aja.. kalau aku pisah sama Rissa aku gak mau..." jawab Sandra..
" baiklah.. mama akan cari sekolah yg biasa saja buat kalian berdua..." kata Wulan ..
kini Wulan menuju sekolah yg di naungi oleh yayasan Gunawan... saat sampai Wulan di sambut oleh kepala sekolah langsung.. karna kepsek tau jika itu adl pewaris dari yayasan Gunawan...
" selamat datang nyonya..." sapa pak Iwan...
" iya pak.. saya ingin mendaftarkan kedua putri saya untuk sekolah di sini..." jawab Wulan..
" baik nyonya silahkan.. apa data data nya sudah lengkap..." tanya kepala sekolah..
" iya pak.. dan minta tolong untuk mengajak kedua putri saya untuk melihat sekolah..." kata Wulan..
"iya nyonya... saya akan meminta salah satu anggota OSIS yg kebetulan sedang datang ke sekolah .." kata kepsek...
__ADS_1
kepala sekolah memanggil Zidan yg menjadi ketua OSIS di SMP... Zidan memberi hormat sedang Sandra sangat terpukau dengan ketampanan Zidan..
Rissa yg melihat put menyikut Sandra..
"tutup mulut mu sandla.. " kata Rissa...
" huh.. habis ganteng tau..." kata Sandra berbisik pada Rissa...
" baiklah mari kita berkeliling di sekolah..." kata Zidan dingin..
" huh.. ganteng sih ganteng tapi kok dingin..."batin Rissa
kini keduanya tengah berkeliling dan Wulan menunggu di kantor kepala sekolah...
" pak Iwan.. saya mohon tolong sembunyikan siapa Sandra dan Rissa.. saya tak mau mereka di istimewa kan karena siapa orang tua nya... tapi saya ingin mereka menjadi seperti murid lainnya..." kata Wulan
" iya nyonya... saya akan melakukan apa yg nyonya minta..." kata pak Iwan...
selama berkeliling Rissa melihat dan mendengar semua penjelasan dari Zidan.. tapi Sandra malah fokus dengan Zidan...
saat melihat sebuah kelas yg banyak terdapat kaligrafi Rissa berhenti dan bertanya...
" kak... ini kelas apa kok banyak kaliglafi ya..." kata Rissa..
" baiklah.. telimah kasih ya.." kata Rissa...
" tunggu dari tadi aku mendengar kamu bilang L terus..." tanya Zidan..
" Rissa memang tak bisa bilang R dari dulu..." kata Sandra..
sedang Rissa langsung cemberut.. karena apa salah jika dia tak bisa mengucapkan kata R seperti yg lain...
" aku pelgi ke nama saja... kamu menjengkelkan sandla.." kata Rissa menuju ke ruang kepsek..
" Rissa maafkan aku dulu... " kata Sandra mengejar Rissa ...
sedang Zidan tersenyum melihat Rissa yg sedang cemberut karena dia merasa lucu...
Rissa sudah sampai di ruang kepsek.. dan begitupun Sandra.. mereka sedang duduk bersama... Wulan memandang Rissa yg sedang cemberut...
" ada apa Rissa..." kata Wulan..
" sandla ngejek issa lagi kalna gak bisa bilang L(R)" kata Rissa...
__ADS_1
" Sandra gak boleh gitu sama saudaranya .."kata Wulan..
" maaf ma.. habis gemes.. maafkan aku ya Rissa..." kata Sandra menangkupkan tangannya.. Rissa hanya mengangguk..
Wulan tersenyum melihat kedua putrinya...
" Sandra dan Rissa...dengarkan mama.. kalian saat sekolah tak ada yg boleh tau siapa orang tua kalian... kalian harus menyembunyikan semua agar kalian tau bagaimana rasanya sekolah seperti murid lainnya .." terang Wulan...
" iya mama..." jawab mereka...
" kalau begitu besok kalian bisa ikut Mos.. dan kalian sudah tau apa saja yg harus di bawakan..." tanya kepsek..
" iya pak..." jawab mereka ..
kini Wulan sudah pamit kepada kepala sekolah.. dan mereka pun meninggalkan sekolah.. dan menuju ke salah satu mall untuk membeli kebutuhan mereka berdua..
Rissa sekarang sudah mulai berhijab sedang Sandra masih belum mau mengunakan hijab tapi Wulan tak mempermasalahkan itu..
setelah menyelesaikan belanjanya.. kini mereka menuju ke kantor pengacara kepercayaan dari keluarga Viktor Gunawan...
Wulan meminta pak Seto untuk menyelesaikan masalahnya bersama sandi.. dan Wulan yg mengajukan cerai.. dan meminta pak Seto untuk membuat surat perjanjian untuk perpisahan mereka..
setelah itu Wulan mengajak kedua putrinya untuk pulang..saat sampai di rumah Wulan terkejut mendapati Zain yg sudah menunggu di teras sambil melipat tangan di dada..
Wulan turun bersama kedua putrinya... sedang Wulan sudah tau apa yg ingin Zain ketahui..
Zain memeluk kedua keponakannya itu sedang wulan sudah menahan tangisnya.. setelah kedua putrinya masuk ke rumah.. Wulan memeluk Zain sambil menangis...
Zain mengusap sayang.. dia tak menyangka adiknya harus mengalami kejadian seperti ini dengan sandi yg terus menorehkan luka pada Wulan...
" cukup kau tak boleh lagi menangis demi pria yg terus menyakitimu dan anak anakmu.. sekarang aku yg akan menjaga kalian.. dan aku yakin ketiga putra mu sudah bisa melindungi mu karena mereka sudah bisa mandiri selama ini..." kata Zain...
" iya kak.." jawab Wulan..
kini mereka masuk kedalam rumah dan makan siang bersama.. sedang di kampus trio Ar sudah mendaftar untuk kuliah di jurusan bisnis..
mereka adl mahasiswa paling muda karena IQ yg jenius..
.
.
.
__ADS_1
. mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘😍 terima kasih