
sandi sedang berada di ruang rapat bersama para kepala devisi.. mereka tengah melaporkan perkembangan perusahaan...
sebenarnya sandi mulai merasa mual karna bau parfum yg bercampur...
" Ken kamu punya masker..." tanya sandi
" tidak bos.." jawab Ken..
sandi pun kesal karna bau yg menyengat itu... akhirnya setelah semua devisi selesai dengan laporanya sandi pun berdiri...
" lain kali kalau rapat gak usah mandi parfum... itu membuat ku mual... apa kalian paham..." bentak sandi..
" baik bos.." jawab semua orang....
sandi sedang berada di kursi kebesarannya... tak lama SMS dari Eko masuk...
" tuan... nona Wulan tinggal di perumahan ASRI jl. Ahmad Yani no.xxx Jakarta dan sekarang nona sedang ada di toko kue tuan..." isi SMS Eko..
"Ken apa nanti siang kita ada rapat atau bertemu client.." tanya sandi..
" tidak bos.. tidak ada janji rapat maupun bertemu dengan client.." jawab Ken..
" kalau begitu siapkan jet pribadiku.. kita akan ke Jakarta sekarang... tak ada bantahan.." perintah sandi yg di angguki Ken..
butuh waktu 1jam 15 menit untuk sampai di Jakarta setelah sampai sandi ingin menemui Wulan di toko kuenya...
setelah bermacet macetan di jalan... sandi tiba di toko kue Wulan.. sandi meminta Ken memesan expreso dan kue gulung abon..
saat Ken memesan tak sengaja mata sandi melihat wanita yg sudah memenuhi hati dan pikiranya...
"sayang ternyata kau baik baik saja... maafkan mas yg tak mau mendengarkan penjelasan mu dulu.." gumam sandi...
Ken datang dengan membawa kopi dan juga kue yg di pesan sandi... tak lama Eko datang menghampiri sandi..
" siang menjelang sore tuan... " sapa Eko..
" Hem.." jawab sandi sekenanya...
saat mereka merancang rencana untuk meminta maaf pada Wulan dan keluarganya tiba tiba terdengar suara gaduh dari arah belakang toko..
sandi. Ken. dan Eko pun berlari ke arah kegaduhan tersebut...
" ada apa..." tanya sandi..
" maaf tuan... bos kami pingsan..." jawab dara..
sandi pun melihat bahwa Wulan sudah tergletak tak sadarkan diri... reflek sandi langsung mengangkat nya.. dara dan Ani panik karna melihat sandi mengendong Wulan...
" maaf tuan.. bos kami tak suka di sentuh pria yg bukan mahrom nya.." kata dara..
" aku suaminya.." teriak sandi seraya berjalan menuju mobil...
dara dan Ani di ajak Eko untuk ikut karna tak ingin membuat Zain makin marah... toko di titipkan pada pegawai lainnya...
sandi yg melihat wajah Wulan pucat makin merasa bersalah...
" sayang bangun dong... jangan seperti ini.." racau sandi..
__ADS_1
" Ken bisa kau cepat sedikit... aku tak mau terjadi apa apa pada istriku..." teriak sandi..
Ken pun menginjak pedal gas secepat mungkin... butuh waktu 30 menit untuk sampai di rumah sakit terdekat..
sandi pun mengendong Wulan menuju ku UGD..
" dokter tolong istri saya.." teriak sandi panik
dokter dan perawat datang.. sandi menidurkan Wulan di bangkar dan di bawa ke UGD dan sandi di minta menunggu di luar...
tak lama Eko datang bersama dara dan Ani.. sandi yg melihat kedatangan pegawai Wulan pun menghampiri mereka...
" sebenarnya apa yg terjadi... coba jelaskan..." kata sandi dengan muka datar...
"tadi mbak Wulan.."
flasback on...
pagi hari Wulan dan para pegawai sedang membuat kue.. dara terus menatap wajah Wulan...
" mbak Wulan sakit..." tanya dara
" gak kok cuma sedikit lelah saja..."jawab Wulan tersenyum...
pukul setengah sepuluh toko di buka dan para pelanggan mulai berdatangan.. semua orang sibuk melayani begitupun Wulan..
hingga jam makan siang semua pegawai makan secara bergantian.. sedang Wulan hanya minum yogurt rasa blueberry karna mulutnya sedang tak enak..
pada saat kedatangan sandi Wulan tengah membantu membereskan meja... setelah selesai Wulan menuju arah kasir..
tapi pada saat Wulan akan kembali ke dapur wulan berpapasan dengan Ani...
tapi Wulan tak menjawab karena kepala Wulan berdenyut sakit dan tiba tiba pandangan nya hitam..
Bruggg... Wulan jatuh pingsan... dara dan Ani berteriak panik...
flasback off...
ceklek...
pintu di buka nampak dokter yg menangani Wulan...
"apa ada suami pasien...." tanya dokter..
"saya dokter.." jawab sandi
" mari ikut saya tuan... " ajak dokter ke ruangan nya..
sandi mengikuti dokter sedang Eko. Ken. Ani dan dara menunggu Wulan yg sedang di pindahkan ke ruang VIP rumah sakit...
"silahkan duduk tuan..." kata dokter mempersilahkan sandi..
" ada kabar baik dan kabar buruk..." kata dokter
" kabar apa dokter..." tanya sandi
" selamat tuan istri anda sedang hamil... tapi kehamilan ini membahayakan nyawa istri anda..." kata dokter..
__ADS_1
" maksud dokter apa.." tanya sandi binggung..
" istri anda terlalu muda untuk hamil... rahim nya lemah jika bersikeras mempertahankan kehamilannya bisa membuat istri anda pendarahan sewaktu-waktu dalam masa kehamilan nya..." jelas dokter...
sandi yg mendengar di buat dilema.. di sisi lain sandi bahagia tapi dia tak mungkin membahayakan istrinya ...
" apa tak ada jalan lain dok..." tanya sandi..
" sebenarnya jika istri tuan bisa istirahat total... dan tak boleh stress karna itu bisa memperburuk kondisi kehamilanya dan saya hanya bisa meresepkan vitamin untuk kesehatan ibu dan bayinya..." jawab dokter...
sandi pun pamit pada dokter... hati sandi berkecamuk...
Wulan sudah sadar dan melihat Eko Ken Ani dan dara yg berada di sampingnya...
"aku di mana..." tanya Wulan lemah
"syukurlah mbak Wulan sudah sadar... ini di rumah sakit..." jawab Ani..
" pak Eko dan pak Ken kok di sini..." tanya Wulan binggung...
" mereka di sini bersama ku sayang..." kata sandi yg baru masuk
Wulan yg mendengar dan melihat sandi tersenyum... dia bahagia melihat pria yg begitu ia rindukan...
tapi tidak dengan sandi yg nampak murung saat sampai di samping Wulan...
"bisa tinggalkan kami berdua..." kata sandi datar...
mereka berempat pun meninggalkan sandi dan Wulan..
" sayang.. aku tak menginginkan anak yg ada di kandunganku... jadi harus di singkirkan..." kata sandi datar...
"apa... aku hamil.. tapi kenapa mas tak menginginkan anak ini.." kata Wulan mengelus perutnya...
"karna aku tak ingin punya anak dari mu..." teriak sandi
" mas jahat... keluar dari sini.. aku membenci mas... AAAAA.." teriak Wulan memegang perutnya...
sandi menekan tombol untuk memanggil dokter...
" keluar... aku membenci mas..." teriak Wulan mengusir sandi...
tak lama dokter datang bersama perawat dan meminta sandi untuk keluar...
di luar sandi terduduk lemas... sandi terlihat begitu frustasi...
"maafkan aku.. maafkan aku... maafkan aku..." gumam sandi terus menangis....
.
.
.
.
.
__ADS_1
mohon dukungannya ya dengan like komen dan vote 😘😘😘😘
terima kasih atas dukungan ya