
setelah makan siang Ali, Lia dan juga Wulan kembali ke aula, dan melanjutkan kegiatan ospek.
tak terasa sudah jam pulang, saat ini sudah pukul empat sore, Ali dan Lia sudah di jemput oleh kak Nina, sedang Wulan tengah menunggu pak Eko, tapi sebelum itu Ali dan Lia menemani sampai jemputan Wulan datang.
tak lama ada mobil BMW 7series warna merah yang melaju mendekat kearah Wulan, semua mahasiswa terpukau melihat sedan mewah itu, tak lama mobil berhenti di depan Wulan.
" hai kakak ipar maaf, hari ini aku supir mu," kata Surya yang baru turun dari mobil.
"lah kok kak Surya yang jemput, pak Eko ke mana?" tanya Wulan binggung.
"Eko sedang berada di perusahaan kakak ipar, dia sedang membantu membereskan para penghianat perusahaan," kata Surya sambil membuka pintu mobil.
"oke deh, kalau begitu bapak polisi bisa bawa aku pulang dengan selamat, sampai ketemu besok ya, assalamualaikum," kata Wulan tersenyum pada Ali dan Lia yang ternyata sudah siap pergi bersama kak Nina.
Wulan sudah di dalam mobil, Surya tersenyum melihat kebaikan dan kelembutan tutur kata dari Wulan.
"sepertinya kita tak akan pulang Kakak ipar, karena aku dan semua karyawan membutuhkan bantuan mu," kata Surya melajukan mobilnya ke perusahaan Shiddiq Grub.
"bantuan apa sih kak? kita mau kemana ini?" tanya Wulan yang binggung dan penasaran.
tak lama mereka sampai di perusahaan Shiddiq, Wulan menjadi pusat perhatian, karena berjalan bersama Surya yang notabene cowok paling dingin.
mereka masuk ke dalam lift khusus, dan menuju ruangan Sandi.
"kakak ipar tunggu di dalam, aku mau ke ruang rapat dulu," kata Surya membuka pintu kantor Sandi.
"oke kak, tapi apa aku bisa mengunakan kamar mandi, karena aku ingin menyegarkan diri," kata Wulan.
"baiklah nanti ku suruh sekertaris membawakan pakaian ganti, jadi kakak tunggu di dalam saja ya," kata Surya seraya meninggalkan Wulan.
setelah menunggu 15 menit datang seorang sekertaris wanita membawa godybag.
"maaf nona, apa anda nona Wulan, ini baju ganti yang di minta oleh pak Surya untuk di berikan pada anda,"katanya sopan.
"oh ya mbak, terima kasih ya mbak," kata Wulan tersenyum ramah.
sekertaris itu meninggalkan Wulan di kantor Sandi, sedang Wulan langsung menuju kamar yang tadi di tunjukkan oleh Surya.
Wulan terkejut melihat semua kebutuhan Sandi ada di dalam kamar itu.
Wulan memutuskan mandi untuk menyegarkan tubuhnya, saat selesai Wulan melihat ada kulkas kecil, wulan yang penasaran pun membuka kulkas kecil itu.
__ADS_1
Wulan terkejut melihat isi kulkas itu, ada berbagai merk alkohol kaleng, Wulan hanya bisa geleng-geleng melihat itu.
"owh.. ternyata isinya hanya minuman kesayangan mas Sandi," gumam Wulan seraya menutup kulkas itu lagi.
Wulan tersenyum sepertinya tugasnya sangat berat, Wulan kembali ke kamar mandi sebentar, tapi saat kembali ke kamar Wulan melihat Sandi tengah minum minuman kaleng itu sambil menatap ke luar kaca.
Wulan menghampiri Sandi, dan saat berada di belakang Sandi, Wulan memberanikan diri memegang bahu Sandi.
baru saja memegang bahu Sandi, tangan Wulan sudah di cengkram kuat oleh Sandi.
"siapa yang memberi mu hak masuk ke ruangan pribadiku!" bentak Sandi tanpa menoleh.
" maaf mas, aku hanya mandi dan ganti baju di sini, jika itu membuat mas marah aku akan pulang saja bersama kak Surya," kata Wulan mencoba tersenyum.
Sandi yang terkejut saat mendengar suara lembut dari mulut Wulan, Sandi pun berbalik melihat sang istri yang tengah menahan sakit.
"maafkan aku dek, aku kira kau wanita yang di kirim untuk membuatku diam dengan semua korupsi mereka," kata Sandi melihat tangan Wulan.
"apa ini sangat melelahkan? apa yang bisa aku bisa bantu?" tanya Wulan mengelus pipi Sandi.
seketika Sandi membawa wulan kepelukanya, dan membawanya tidur di ranjang.
"biarkan seperti ini sebentar saja, disana Surya, Ken dan Eko sedang menyelesaikannya semua masalah yang berhasil terbongkar," kata Sandi menutup mata.
Sandiaga tersenyum mendengarnya, Wulan memberanikan diri mencium kening, mata serta pipi Sandi.
"itu amunisi untuk mas"," kata Wulan mengelus pipi Sandi.
tiba tiba Sandi mencium bibir Wulan mesra, Sandi mulai ******* dengan lembut bibir Wulan, Wulan pun terkejut tapi Sandi membuat Wulan menikmati ciuman yang di lakukan Sandi.
Sandi mengigit bib*r bawah Wulan, sehingga mulut Wulan terbuka, dan Sandi mulai mengabsen setiap inci mulut Wulan.
jilbab Wulan sudah terlepas, dan Sandi sudah menindih tubuh mungil Wulan.
Sandi pun turun ke leher putih Wulan, dan meninggalkan bekas merah di sana.
Wulan merasakan aneh pada tubuhnya, dia merasa tersengat di sekujur tubuhnya akibat aktifitas yang di lakukan Sandi.
Sandi kembali menci*m bibir Wulan, saat mereka berhenti karna Wulan sudah kehabisan nafas.
"maafkan aku, aku tak bisa menahan nya," kata Sandi menyatukan kening.
__ADS_1
"tidak apa-apa mas, itu memang hak mas Sandi, aku rela jika mas menginginkannya," kata Wulan menangkup wajah Sandi.
Sandi terkejut mendengar kata kata Wulan.
"apa kamu yakin, karena kamu baru masuk kuliah?" tanya Sandi.
"aku tak keberatan, aku tak ingin mas bercumbu dengan wanita lain, aku tak rela mas mencumbu wanita liar, padahal ada aku di sisimu mas," kata Wulan meneteskan air matanya.
"baiklah, malam ini aku akan meminta hak ku," kata Sandi.
Sandi mulai kembali mencium Wulan begitu dalam dan kemudian.
Tok..tok...
"tuan anda sudah di tunggu ke ruang rapat, karena kami menunggu hukuman apa yang pantas untuk mereka," kata Ken mengetuk ruang pribadi Sandi.
Sandiaga melepas ciumannya dan meninggalkan Wulan di kamar pribadinya itu.
" maaf ya sayang, aku meninggalkan mu sebentar untuk menyelesaikan urusanku, nanti kita lanjutkan waktu selesai," kata Sandi.
Wulan tersenyum melepaskan Sandi,
Sandi yang kembali memasang wajah sanggar dengan tatapan membunuh.
sedang Wulan menuju kamar mandi, dan melihat lehernya begitu banyak tanda merah akibat ulah Sandi.
Wulan tersenyum dan kembali ke kamar untuk mengenakan hijabnya, dan memilih menonton tv sambil menunggu Sandi.
dia mencari air dingin di kulkas, tapi yang ada hanya minuman bersoda dan juga bir.
Wulan pun terpaksa minum-minuman itu karena dia sangat haus akibat ulah Sandi, meski Wulan kurang menyukai minuman bersoda itu.
.
.
.
.
.
__ADS_1
mohon dukungannya ya
terima kasih..😉😉😉😉