
kini Ken sedang menikmati sup yg di buat oleh Aline, bahkan Aline juga menyuapi Ken dengan telaten.
setelah selesai Aline mencuci mangkok sedang Ken sedang menelpon sang mommy karena tadi Daddy nya sudah mengomel.
" sore waktu Belanda. mommy.." sapa Ken.
" sore sayang, ku kira kamu sudah melupakan mommy mu ini." kata Rissa.
" itu tak mungkin mommy. bagaimana keadaan mommy. dan juga para adikku?." tanya Ken.
" kami di sini semua baik sayang. bagaimana keadaan mu dan juga Aline, apa kalian juga sehat.." tanya Rissa.
" iya mommy.. dan terima kasih sudah memilih gadis yg tepat untuk menjadi istriku.." kata Ken malu.
" itu sudah tugas mommy sayang, ngomong ngomong di mana Aline?." tanya Rissa.
ternyata Aline datang seraya membawa minuman hangat untuk Ken dan dirinya.
" mas ini minum dulu wedang jahenya. biar tak masuk angin." kata Aline meletakkan di meja.
" lihat lah mom. menantu mu begitu memanjakan suaminya ini, aku takut kalau aku jadi gemuk." kata Ken tertawa.
" apa sih mas, hallo mommy.. selamat sore.." kata Aline tersenyum
" hei jangan terlalu formal, aku juga bunda mu oke." kata Rissa.
tak di duga Ken menarik Aline hingga duduk di pangkuannya, sedang Rissa tersenyum melihat tingkah Ken sedang Aline cemberut karena Ken.
" Daddy bisa kah kau kemari.." panggil Rissa.
tak lama James dan juga Jessi dan Jacob bergabung. Aline begitu senang melihat kedua adiknya itu. bahkan sekarang Jessi dan Jacob terlihat lebih ceria.
" kak Aline.." teriak Jessi dan Jacob.
" hallo sayang kakak. kalian terlihat sangat bahagia." tanya Aline.
" ya.. karena di sini kami punya semuanya. bahkan Jessi tak berhenti makan. kakak kapan ke sini." tanya Jacob
" bulan depan." jawab Ken.
Aline langsung menoleh ke arah Ken. sedang Ken tersenyum melihat wajah cantik Aline. Ken memeluk tubuh Aline.
" hei.. anak nakal berhenti di sini ada Jessi dan Jacob." kata James
" ayolah Daddy. bahkan dulu kau sering mencemari aku dan Lui dengan tingka mu dengan mommy." bantah Ken.
" hei.. apa yg kau katakan." kata James.
__ADS_1
" hentikan kalian sama saja, baiklah bulan depan mommy akan menunggu kedatangan kalian." kata Rissa.
sedang Ken dan James cemberut karena mendapat ultimatum dari Rissa. sedang Jessi tertawa melihat wajah James.
" kak Aline kau tau, Daddy selalu kalah dengan mommy." kata Jessi.
" benarkah.. mom?." tanya Aline.
" itu benar." jawab Rissa tersenyum memeluk James yg cemberut.
" sudahlah semua. kamu harus istirahat karena besok masih ada rapat besar. bye bye semua." kata Ken.
" bye bye kak.." jawab Jessi dan Jacob. sedang Rissa dan James mengangguk.
" aku masih merindukan mereka.." kata Aline.
" bulan depan kita akan liburan di sana, jadi sekarang ayo tidur." kata Ken
Aline berdiri dan juga ken, tak di duga Ken langsung mengendong Aline dan menidurkan nya di ranjang.
Ken melihat wajah Aline dan juga bibir tipis itu. seakan terhipnotis Ken langsung mencium bibir milik Aline.
Aline pun membalasnya dan mengalungkan tangannya pada Ken. Ken menyatukan kening mereka dan melepas ciuman mereka.
" maafkan aku, selalu hilang kontrol saat melihat mu." kata Ken.
" apa aku bisa memintanya." tanya Ken.
" maaf. aku sedang tanggal merah." kata Aline sedih.
" baiklah berarti aku harus sabar menunggu." kata Ken tersenyum
kini mereka tidur dengan berpelukan, bahkan Aline sudah nyaman dengan pelukan Ken begitupun sebaliknya. Ken tak akan bisa tidur jika tak memeluk istrinya itu.
pagi pun datang. Aline membangunkan suaminya untuk sholat sedang dia sedang menyiapkan sarapan.
bahkan Aline begitu telaten mengurus semua keperluan Ken dari mulai yg kecil hingga yg besar.
seperti pagi ini Ken begitu manja yg terus memeluk Aline hingga tak bisa berkutik sedikitpun.
" mas. ayo sarapan jangan seperti ini. nanti kita telat." kata Aline yg masih dalam pelukan Ken.
" tunggu sebentar lagi sayang." kata Ken.
" mas. hari ini ada rapat dengan ayah kecil dan tebak jika kita telat." kata Aline.
" ah.. kau benar bisa ngamuk itu raja setan. ayo sayang kita sarapan tapi cium dulu." kata Ken.
__ADS_1
cup.. Aline mencium bibir Ken sebelum turun. sedang di bawah ternyata pak Ale sudah datang begitu pun Ozil.
mereka sarapan kemudian pergi menuju ke perusahaan dengan mobil sendiri sendiri. Aline langsung masuk karena akan ada rapat dengan Shiddiq Grub.
mereka sedang mempersiapkan semua karena tau jika CEO dari Shiddiq Grub begitu menuntut kesempurnaan.
sedang tak lama Ken sudah sampai di lobi bersama Ozil. semua karyawan menyapa hormat tapi Ken hanya memasang wajah datar.
Ken menuju ke ruangannya. tapi tak sengaja dia melihat Aline yg membantu Feby dan Aryo menyiapkan ruang rapat. Ken pun melihat persiapan mereka.
" bagaimana persiapan rapat dengan Shiddiq Grub?." tanya Ken.
" sudah siap bos." jawab Aryo
" ingat jangan ada kekurangan atau kesalahan sedikitpun, kalau tidak maka kita akan menerima kemarahan dari tuan Ardinata." kata Ken.
" siap bos. kami pastikan semua sempurna." jawab Aline tersenyum.
tak di duga Ken membalas senyum Aline. dan membuat Aryo dan Feby terpaku melihat kejadian.
" baiklah.. silahkan lanjutkan." kata Ken pergi bersama Ozil.
kini Aline mendapatkan tatapan dari Feby dan juga Aryo yg meminta penjelasan. sedang Aline mengangkat bahunya. kemudian melanjutkan kegiatan mereka.
pukul 10 rombongan dari Shiddiq Grub datang terlihat Ardi datang di temani Kevin dan Hiro. dan juga beberapa karyawannya.
Ken menyambutnya di lobi. Ardi tersenyum kemudian memeluk keponakannya itu. dan Aline hanya memberi salam hormat. Ardi tersenyum pada Aline. dan membuat semua karyawan meleleh melihat senyum yg di miliki oleh Ardi.
" mari silahkan tuan.." kata Ken.
.
.
.
.
.
.
.
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘 terima kasih
__ADS_1