
sandi sedang rapat membahas tentang saham yg di tanam oleh Viktor... sandi menjelaskan dengan detail.. Viktor merasa sangat yakin dengan kinerja sandi.. maka Viktor tak segan menanam modal yg begitu besar pada perusahaan Shiddiq Grub...
setelah rapat sandi pamit untuk pulang saat di loby tak sengaja dia melihat Wulan sedang berpelukan dengan Zain... bahkan Zain mencium kening Wulan sebelum masuk ke dalam taksi...
amarah sandi memuncak saat itu... cemburu membutakan mata dan pikiran ya... bahkan sandi merasa bahwa Wulan hanya berpura pura baik selama ini...
"Ken kita pulang sekarang..." kata sandi dengan penuh amarah...
sandi tak mengira bahwa akan di khianati oleh istri yg begitu ia cintai...
Wulan baru sampai rumah dan langsung masuk ke kamar... tak lama sandi pun tiba dan di sambut oleh pak Joko...
"Wulan di mana pak.." tanya sandi datar..
" nona di kamar tuan..." jawab pak Joko..
sandi yg mendengar pun langsung menuju ke kamar nya dengan amarah...
Wulan di kamar sedang membalas chat Grub butik..
sandi masuk dengan marah dan langsung menyeret Wulan turun ke bawah...
"mas ada apa... sakit mas... lepas... " kata Wulan berontak tapi sandi diam membisu...
saat sudah di ruang tamu sandi mendorong Wulan hingga jatuh ke lantai...
"mas kenapa... ada apa... kenapa mas mendorong ku..." tanya Wulan sudah menangis...
" DIAM... KAU PENGHIANAT... KAU MAIN SERONG DI BELAKANG KU... AKU JIJIK PADAMU .." teriak marah sandi..
Ken Eko serta pak Joko hanya bisa diam melihat kemarahan sandi...
"apa maksud mas... aku tak pernah bermain serong di belakang mas..." jawab Wulan...
" apa kau bilang tak pernah... cih... tadi sore saja kau berpelukan dan bahkan di cium oleh pria di hotel..." sarkas sandi
Wulan terkejut mendengar perkataan sandi..Wulan tak menyangka sandi melihatnya berpelukan dengan Zain...
"tapi mas dia adl kakak ku..." bela Wulan...
" kau bohong... mana ada maling ngaku.. mulai detik ini aku Sandiaga putra as Shiddiq mengharamkan diriku untuk menyentuh Meidiana Wulandari... mulai hari ini aku resmi menjatuhkan TALAK TALAK TALAK..." kata sandi...
Wulan makin menangis mendengar sandi mentalaknya... sedang semua orang terkejut mendengar talak yg sandi ucapkan...
Wulan hancur meski dia mencintai sandi... tapi talak sudah jatuh dia memilih untuk pergi rumah itu...
" aku Meidiana Wulandari mulai hari ini menerima talak yg di jatuhkan pada ku oleh Sandiaga putra as Shiddiq... dan seandainya mas mengetahui yg sebenarnya aku mohon mas tak akan menyesal...." kata Wulan bangkit dan mulai berjalan meninggalkan rumah utama itu...
Wulan berjalan dengan gontai meninggalkan rumah itu.. tapi apa mau di kata sandi telah menceraikannya... sekarang tujuannya hanya orang tua dan kakaknya...
__ADS_1
tapi Wulan binggung karna tak membawa uang sepeserpun bahkan hp pun tak bawa.. dalam kebingungannya Wulan berdo'a semoga ada yg bisa membantunya...
Wulan terus berjalan tanpa memperdulikan kaki yg mulai lecet karna memakai alas kaki...
tak lama ada mobil yg menepi menghampiri wulan... ternyata Nathan yg melihat gadis yg telah mencuri ketenanganya...
" wul kamu kenapa... dan kenapa kau begitu terlihat sedih... apa aku bisa membantumu..." tanya Nathan...
" pak Nathan... boleh minta tolong antar saya ke hotel xxx" tanya Wulan masih sesenggukan...
" baiklah..." jawab Nathan membuka pintu mobil...
di perjalanan Nathan melihat sekilas gadis tersebut begitu menyedihkan... dari berjalan tanpa alas... wajah yg memerah karna menangis...
" apa yg terjadi padamu... hingga kau terlihat begitu menyedihkan... " batin Nathan...
tak butuh waktu lama mereka sampai di depan loby hotel xxx pada saat bersamaan Viktor. Sena .Zain serta orang tua Wulan akan kembali ke Jakarta karna Sena ada kepentingan mendesak...
Sena terkejut melihat kedatangan Wulan yg sudah lusuh sambil menangis...
Sena pun menghampirinya.. dan memeluk nya...
" wulan ada apa... kenapa kau bisa seperti ini..." tanya Sena..
Wulan hanya menangis... tanpa niat untuk menjawab... Sena pun binggung...
"Zain.... " panggil Sena..
Zain terkejut mendapati Wulan yg menangis di samping Sena dengan penampilan kacau...
" dek kamu kenapa... " tanya Zain binggung melihat Wulan...
" bang Zain... dia menjatuhkan TALAK padaku.." kata Wulan memeluk Zain sambil menangis...
Nathan. Viktor dan Sena terkejut karna tak menyangka bahwa Wulan sudah menikah di usia muda...
orang tua Wulan baru saja keluar dari lift terkejut melihat Zain yg memeluk Wulan yg menangis histeris...
"ada apa ini Zain.. kenapa Wulan ada di sini.. dan kenapa dia menangis.." tanya pak Nawi melihat putrinya kacau dan terus menangis..
" bapak ibu... mas... mas.. mas sandi menceraikanku karna melihatku memeluk bang Zain..." kata Wulan beralih ke pelukan pak Nawi..
"apa dia tak mau mendengar penjelasan mu nak..." tanya pak Nawi
"bahkan mas sandi tak mau mendengarkan ku..." jawab Wulan memeluk erat pak Nawi..
Bu nawi pun menangis melihat putrinya yg harus menderita... Zain pun marah dan meminta bantuan Viktor..
" tuan boleh saya pinjam uang yg dulu... karna saya tak mau adik saya berhubungan dengan pria yg menyakitinya.." kata Zain pada Viktor..
__ADS_1
Viktor pun memberikan cek sebesar 300jt pada Zain... Zain menerima dan melihat Nathan yg masih binggung dengan situasi ini..
" terima kasih mau mengantar adik ku.. " kata Zain..
" sama sama... kalau begitu aku pamit.." ucap Nathan meninggalkan semuanya..
kini Wulan di ajak Zain ke Jakarta bersama orang tua mereka..
" tuan apa kita bisa mampir ke suatu tempat dulu karna aku ingin membereskan urusan Wulan dulu..." izin Zain pada Viktor..
Sena terus menenangkan Wulan bersama Bu nawi sedang Viktor duduk di depan bersama Zain...
" baiklah... jet pribadi aku undur 1 jam" kata Viktor..
Zain pun mengarahkan kendaraan mereka ke arah rumah sandi... Wulan sudah tertidur dalam pelukan Bu nawi...
saat sudah sampai Zain turun sendiri dan menekan bel rumah besar tersebut..
satpam menghampiri Zain..
" ada yg bisa saya bantu mas..." tanya satpam...
"aku ingin bertemu Sandiaga putra as Shiddiq jika kau tak ijin kan aku masuk majikanmu akan marah jadi biarkan aku masuk..." ancam Zain..
satpam pun mempersilahkan Zain masuk tapi dia mengikuti dari belakang..
kini Zain sudah berdiri di depan pintu rumah ini tak lama pak Joko keluar karna sudah di beri tahu satpam yg satunya..
" ada yg bisa saya bantu tuan.." tanya pak Joko
" aku ingin bertemu Sandiaga putra as Shiddiq" kata Zain datar..
" mari masuk tuan.." kata pak Joko mempersilahkan Zain masuk...
Zain menunggu dengan amarah mengebu..
pak Joko memanggil sandi yg berada di ruang kerja yg sudah hancur karna pelampiasan amarah sandi. ...
.
.
.
.
.
mohon dukungannya... dengan like vote dan komen...
__ADS_1
terima kasih...😘😘😘