Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
S2_berisik


__ADS_3

kini Sandra sedang menjaga Rissa sambil menonton Drakor dari iPad ya.. tanpa sadar Sandra yg terbawa emosi pun berteriak..


" Daebak... Sarange.." teriak Sandra..


seakan keajaiban.. Rissa membuka mata.. mendengar teriakan dari Sandra.. dan Sandra makin kencang berteriak saat melihat Rissa membuka mata..


" AAAAAAAA....." teriakan Sandra..


Dokter Arthur yg mendengar teriakan Sandra menghampiri gadis itu.. dokter Arthur kaget melihat Rissa yg membuka mata sambil menatap Sandra..


"uncle.. dia.. dia.. " kata Sandra gagap...


" tenanglah.. biar uncle periksa dulu.." kata dokter Arthur..


Dokter Arthur tersenyum saat memeriksa keadaan Rissa yg sudah stabil.. dokter Arthur melihat Sandra yg masih terkejut..


" tenang lah.. saudarimu sudah sadar.. memang kalian membicarakan apa.. hingga dia bisa sadar..." tanya dokter Arthur..


Sandra hanya tersenyum kikuk... dia tak mungkin mengatakan jika dia berteriak hingga membuat Rissa bangun...


Rissa mengerakkan jarinya seakan memanggil Sandra.. Sandra pun mendekat.. Rissa berbisik...


" berisik..." kata Rissa lemah..


" maafkan aku.. aku hanya begitu menyukai Drakor tadi.." kata Sandra..


sedang dokter Arthur tersenyum melihat Sandra yg sedang cemberut di sambil ranjang Rissa sambil menghentakkan kakinya...


sore hari Edward pulang dari rumah sakit.. tak lama Sandi, Wulan dan juga Ardan baru datang karena tadi sandi ada rapat mendadak di Jerman..


" hai sayang.. bagaimana kabar saudarimu.." tanya Edward..


" apa kalian tau.. Rissa sudah sadar.. dan sekarang dia sedang istirahat.. tapi diam dulu karena dua ingin membuat kejutan untuk kak James.." kata Sandra..


semua merasa bahagia mendengar keadaan Rissa yg sudah sadar.. tapi saat akan menemui Sandra melarang.. karena Rissa sedang tidur..


" Alhamdulillah akhirnya dia sadar.. tapi keajaiban apa yg membuatnya sadar.." tanya Ardan..


" itu gara-gara aku nonton Drakor dan berteriak di sampingnya.. hingga dia bangun.." kata Sandra tersenyum..


" keajaiban kagetan istriku ini ternyata..." kata Edward mencubit hidung Sandra..


" ihh.. sakit.. kak telpon kak James dan bilang keadaannya gimana gitu.. biar dia segera pulang..." kata Sandra..


" baiklah.." jawab Edward...


kini Edward menghubungi ponsel James.. dan tak lama James mengangkat telpon dari Edward..

__ADS_1


" hallo... ada apa.." tanya James..


" kau bisa pulang sekarang... kondisinya sekarang menghawatirkan.. " kata Edward di buat panik..


telpon Edward langsung di matikan oleh James.. kini James meminta Jhon untuk menyiapkan helikopter dan kini mereka menuju ke kastil..


James begitu panik... James terus marah dan memaki.. dia merasa helikopter itu begitu lamban...


Jhon tau jika tuannya sedang panik setelah mendapat telpon dari Edward.. butuh 30 menit karena helikopter itu di paksa menaikan kecepatan terbang oleh James..


sedang di rumah semua sedang bersantai.. dan Wulan yg menjaga Rissa di kamar.. Rissa belum sadar karena pengaruh obat yg dia minum..


terdengar suara helikopter dan Edward tersenyum.. dia tak menyangka kalau James akan begitu bergegas pulang..


begitu helikopter mendarat Edward langsung berlari menuju ke dalam kastil.. semua kaget melihat James yg berlari hingga tak melihat semua tengah berada di ruang tamu..


James masuk dan melihat Wulan yg habis mengaji dan menangis.. sedang alat bantu pernafasan dan juga alat lain telah terlepas dari tubuh Rissa..


James merasa dunianya runtuh.. dia mendekat kearah Rissa sambil berurai air mata.. Wulan pun kaget melihat James yg menangis tersedu sedu..


tangisan James makin menjadi saat melihat Rissa yg sedang tertidur... James langsung memeluk Rissa dengan tangisan yg makin menjadi-jadi..


sedang semua orang binggung.. mereka tak mengira jika James akan bereaksi seperti itu...


"sayang.. kita jujur saja kasihan James..." bisik Edward pada Sandra..


" biar Rissa yg mengejutkannya... " jawab Sandra..


Rissa pun mengusap punggung James.. James yg merasa ada sentuhan melepas pelukannya...


dia makin kaget saat melihat Rissa sedang melihatnya dan tersenyum.. James mengucek matanya seakan tak menyangka dengan penglihatan nya..


"kakak tak ingin memeluk ku..." kata Rissa..


James masih terdiam.. dia belum bisa mencerna dengan baik.. karena kaget dengan apa yg dia lihat..


" maafkan kami yg membuat kakak panik.. sebenarnya Rissa sadar saat kakak tadi pagi berangkat..." kata Sandra..


James langsung memeluk Rissa begitu erat..


" terima kasih.. kamu sudah kembali kepadaku.. mulai sekarang aku akan melindungi mu.. aku berjanji..." kata James..


" aku bahagia bisa menemanimu, dan selalu di samping mu..." kata Rissa...


James melepas pelukannya.. kemudian dia melihat ke arah Edward dan Sandra.. Sandra menghadang James yg akan menghampiri Edward...


" ini rencanaku.. dan jangan menyalahkan kak Edward.. " kata Sandra..

__ADS_1


" baiklah.. dan ini kartu untukmu.. dan bisa kau gunakan untuk belanja.. terima kasih sudah selalu di samping Rissa.." kata James..


Sandra menerima kartu yg di berikan James.. sedang sandi heran dengan tingkah kedua putrinya yg tak pernah berubah.. meski sudah menikah...


kini mereka meninggalkan James dan Rissa yg tengah bersama.. James naik ke ranjang Rissa langsung bersandar di dada James..


James pun memeluk Rissa penuh sayang...James membelai rambut Rissa..


sedang Rissa merasa begitu nyaman..


" kak.. kenapa kamu kurus dan juga berjenggot.." tanya Rissa..


" aku hanya tak sempat merawat tubuh ku.. aku hanya terus memikirkan cara untuk kesembuhanmu.." kata James..


" maafkan aku yg terus merepotkan mu.. dari awal menikah hingga saat ini.." kata Rissa..


" apa yg sedang kau katakan.. aku tak pernah merasa di repotkan oleh mu sayang.. bahkan keadaanmu ini karena kamu melindungiku.. dan seharusnya yg terluka adl aku.. tapi.." kata James terpotong karena sentuhan tangan Rissa di bibir James..


" stop.. aku tak ingin mendengar lagi.. aku hanya melindungi orang yg aku cintai.." kata Rissa.. sedang James tersenyum mendengarnya...


" aku sangat mencintaimu..." kata James mengeratkan pelukannya...


malam itu James tidur berpelukan dengan Rissa di atas ranjang.. James yg selama ini tak bisa tidur nyenyak pun.. malam ini berkat Rissa dia begitu mudah tidur, karena ada Rissa di pelukannya..


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


sedang kondisi Syarif makin tak terkontrol... karena cinta itu kini Syarif seperti orang yg depresi karena obsesinya pada Rissa...


keluarga Prayoga tak tega melihat keadaan Syarif.. tapi bagaimanapun mereka juga tak bisa berbuat banyak..


kini hanya penyesalan terbesar yg di rasakan oleh Vita dan Rafi yg tak bisa menyatukan Syarif dan juga Rissa...


kini Deren yg mengelola rumah sakit keluarganya.. bagaimana pun dia adl keturunan keluarga Prayoga..


sedang Dera juga mengatur manajemen semua rumah sakit milik keluarga Prayoga.. dia tak menyangka cinta bisa membuat Syarif yg begitu cerdas menjadi begitu menyedihkan...


.


.


.


mampir ke novel Secret Daddy ya...


.


.

__ADS_1


.


mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘😍😘 terima kasih


__ADS_2