
" kenapa aku harus menjelaskan pada mu bang..." jawab Rissa...
kini Syarif menghampiri Rissa.. tapi saat sudah dekat syarif di cegat oleh dua orang bodyguard...
" kenapa kau menikah dengannya..." tanya Syarif..
" itu urusan ku.. dan seandainya aku tanya.. kenapa kau bertunangan dengan khadijah... apa kau bisa menjawabnya..." kata Rissa..
" ayo pergi dek..." ajak Ardi..
" hentikan.. aku masih butuh penjelasan mu.. berhenti di sana Ardi..." teriak Syarif..
Ardi pun berhenti dan menatap Syarif..
" buat apa kami menjelaskan padamu.. kamu saja tak bisa memperjuangkan cintamu.. dan asal kau tau.. cukup kau lukai Rissa dengan pertunangan mu dan Khadijah...." kata Ardi..
" apa maksudmu..." tanya Syarif..
" kau tak mau menjelaskan pada calon suamimu Khadijah... siapa aku.. bahkan kau tau semua ceritaku..." kata Rissa..
Khadijah hanya menunduk takut.. dia tak mengira papa nya bisa berbuat seperti ini di hati pertunangannya...
" baiklah dia hanya diam.. Abang hanya perlu tau.. jika tunanganmu itu adl sahabat baik ku saat kuliah dan juga orang yg di sukai bang Ardan.. jadi kalian berdua melukai kami.. jadi hanya sampai disini.. aku tak mau melihat penghianatan terutama untuk keluargaku.." kata Rissa
kini Rissa bersama rombongan telah meninggalkan hotel.. sedang Vita yg mendengar perkataan Rissa pun menangis... salsa tak menyangka keluarganya bisa di hancur kan oleh keluarga calon. besan dari Vita dan Rafi..
sedang Syarif terduduk lemas.. dia syok bukan hanya menyakiti Rissa tapi juga melukai Ardan...
Surya meminta maaf dan meminta para tamu untuk pulang karena pesta sudah berubah menjadi begitu Keos...
salsa mengajak Bu Mala untuk pulang.. karena tak mau melihat hal yg makin memalukan lagi...
" Syarif momsky tak sangka kamu bisa memilih wanita yg keluarganya bisa membuat keluarga kita berantakan...." kata salsa saat meninggalkan tempat pesta bersama Bu Mala..
Surya dan Lia serta Ella masih di sana.. Surya masih membantu Rafi menenangkan Vita yg masih menangis melihat kemarahan sandi dengan hinaan dari keluarga Omar..
Syarif bangkit dan menghampiri Khadijah dan mengenggam erat lengan Khadijah...
" jelaskan padaku..." bentak Syarif...
" aku.. aku.. aku.." kata Khadijah takut..
__ADS_1
Ella tak pernah melihat kemarahan Syarif yg begitu besar.. bahkan dia takut mendengar bentakan Syarif...
" aku bilang jelaskan padaku..." bentakan Syarif mengema..
" iya.. aku sahabat Rissa di tempat dia kuliah.. ya kak Ardan pernah bilang kalau dia mencintaiku.. tapi aku hanya mencintaimu... meski aku tau Rissa mencintaimu dari SMP.. tapi aku juga mau memilikimu..." kata Khadijah..
" ha-ha-ha... kau egois.. bahkan kau merebut cinta yg tak mungkin jadi milikmu..." kata Syarif..
" tapi kalian saudara..." kata Khadijah..
" siapa yg bilang..." kata Rafi..
" dia bisa menikahi Rissa jika bukan karena kelakuan orang tuamu yg menjijikkan.. dan sekarang keluarga kalian akan berurusan dengan pewaris sah keluarga Shiddiq dan ku yakin ayah mu akan di hukum sangat berat..." bentak Rafi...
" apa maksud om..." tanya Khadijah..
" kau tak dengar... bahkan mereka di bantu oleh Arthur Smith dia adl orang paling berpengaruh di dunia.. siapa yg mengusiknya dia akan membuatnya habis tak bersisa..." kata Surya..
khadijah dan ibunya langsung terduduk lemas.. mereka pun panik dan menyusul ke Belanda..
" aku tak berani menghadapi kak sandi.. dia pasti marah pada kita..apalagi kita melukai dua putra-putrinya..." kata Vita
kini Vita beserta keluarganya menuju ke rumah besar Shiddiq.. di sana penjagaan begitu ketat.. bahkan para bodyguard di perbanyak...
meski sedikit susah untuk masuk.. tapi dengan penjelasan Surya kini mereka bisa masuk...
sandi dan Wulan beserta trio Ar sudah duduk di ruang tamu bersama crish.. pak Joko mempersilahkan keluarga Vita dan Surya duduk...
" kak.. ada yg ingin kami sampaikan pada kalian..." kata Rafi saat mulai duduk..
" baiklah.. dan aku perlu penjelasan mu.. tentang keadaan yg terjadi ini..." kata Ardi datar...
" maaf Pi.. sebenarnya ini semua salah Syarif.. Syarif berhutang nyawa pada mereka.. karena saat ada di Israel mobil Syarif di tembaki oleh pemberontak... dan mobil Syarif meledak bersama beberapa kawan tentara.. sedang Syarif jatuh ke sungai... Tian Omar menyelamatkan Syarif... dan entak kenapa putrinya begitu ingin menikah dengan Syarif.. ketika Syarif menolak dia mengancam akan membunuh semua keluarga.. itulah kenapa Syarif setuju.." kata Syarif..
" kau tak bercerita pada kami.. apa kau merasa bisa mengatasi ini sendiri.. kami bahkan berjuang habis-habisan untuk membalas nya.. tapi kau membuatnya bisa masuk ke keluarga kita..." kata sandi..
" kak.. maafkan Syarif.. dan aku minta maaf atas kejadian ini.. dan aku sungguh tak tau bisa seperti ini..." kata Vita..
" aku maafkan.. tapi enyah dengan suami Rissa apa bisa memaafkan kejadian tadi.. " kata sandi..
" suami Rissa... " tanya Vita..
__ADS_1
" ya Rissa sudah menikah.. dan kini suaminya sedang berada di Belgia.. mungkin mereka akan resepsi bersamaan dengan pesta Sandra..." kata sandi...
" dan aku merasa beruntung bisa melihat adikku bersama pria yg bisa berjuang bersamanya.. dan bukan dengan pria pengecut yg tak bisa berjuang demi cinta suci adikku..." kata Ardi
" dan tolong jangan ganggu kebahagiaan Rissa lagi.. cukup kau buat dia menangis selama ini.. " kata Arka...
" aku memaafkan mu.. tapi sekali lagi aku melihat adikku menangis karena mu.. aku sendiri yg akan membunuhmu.." kata Ardan..
Syarif hanya diam.. dia tak menyangka gadis yg dia impikan kini jadi milik orang lain...
di saat semua orang sedang berbincang serius di ruang tamu.. Sandra dan Rissa membuat kekacauan di dapur...
mereka sedang membuat kue untuk ketiga kakaknya itu.. sebab itu pak Joko di suruh jaga jaga untuk tak mengijinkan siapapun masuk ke dapur...
" hei.. kau mau ngapain.. itu jangan di makannin terus nanti habis...", protes Rissa..
" habis enak..." jawab Sandra..
" hei.. kau bukan membantu malah merepotkan Sandra.." protes Rissa..
"biarin... habis buat apa masak.. nanti juga punya pembantu di rumah..."kata Sandra..
" semoga kak Bima.. di tugaskan di pedalaman.. sehingga kamu harus masak makanan sendiri.. biar tau rasa..." kata Rissa..
" hei doa mu jelek sekali Rissa.. aku bisa gila kalau harus ikut..." jawab Sandra..
" makanya belajar masak.. kita tak selamanya bisa hidup seperti ini.. siapa tau kita akan berada di bawah apa kau mengerti..." kata Rissa..
" iya nyonya Arthur Smith.. kau bahkan akan punya istana mu sendiri... ya tinggal numpang ke kamu gitu aja kok repot.. ha-ha-ha" kata Sandra...
" dasar..." kata Rissa melempar stroberi yg ia potong..
.
.
.
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘😍 terima kasih
__ADS_1