
Kayla menyetir mobil Chyntia menuju ke apartemen yang mereka tempati.
meski mabuk, Kayla pun mengemudi denhan selamat sampai di apartemen, setelah itu mereka berpelukan menuju ke lift.
saat sampai di rumah mereka langsung tidur, Kayla tidur di kamar, sedang Icha dan Chintya malah memilih tidur di sofa ruang tamu.
keesokan paginya, Icha bangun sambil memegangi kepalanya, dia menuju ke dapur dan mengambil air dingin.
"aish... sudah kesiangan, percuma ke sekolah juga," kata Icha.
Kayla pun baru keluar kamar setelah mandi, dan memakai baju santai, "cih kau sudah mandi, bangunin tuh si Chintya, aku mau mandi," kata Icha menuju kamarnya.
"ya Tuhan, gadis ini kenapa begitu nyenyak," kata Kayla yang sedang mengguncang tubuh Chintya.
"woi kebakaran tolong!" teriak Kayla yang berhasil membangunkan Chintya.
"mana kebakaran, tolong!" teriak Chintya karena kaget.
Kayla tertawa terbahak-bahak melihat sahabat nya itu, Chintya pun langsung memukuli Kayla karena menipunya.
"kita bolos lagi?" tanya Chintya.
"emang jamu pikir, kita bangun jam berapa? lagi pula aku tak mau kepalaku pecah, sudah semalam kebanyakan minum," jawab Kayla.
"Chintya mandi gih, biar aku order makanan saja, aku lagi malas keluar," kata Icha yang baru selesai mandi.
Chintya pun pergi, sedang Kayla memeriksa ponselnya dan ternyata ada chat dari Aisyah.
"ada apa? kenapa muka loe?" tanya Icha yang menyedot rokoknya.
"gue dapet chat nih dari Bu Aisyah, dia mau ketemu kita bertiga, kamu mau?" tanya Kayla.
"suruh kesini saja, asal jangan bawa orang lain, ngerti kan?" kata Icha.
"baiklah, dan kamu order makanan apa?" tanya Kayla.
"aku ingin makan nasi rames yang ada di pasar sebenarnya, dan parahnya tukang ojek online gak ada yang bisa lagi," kata Icha kesal.
"kita keluar aja lah, sambil jalan-jalan, terus sambil jajan, gue bosen nih di rumah terus," kata Kayla.
"baiklah, nunggu si lemot keluar, dia mandi apa mati sih," kesal Icha yang tak melihat Chintya yang keluar dari kamar.
"hei Chintya kalau dalam hitungan ke-tiga loe gak keluar kita tinggal nih!" teriak Icha.
akhirnya Chintya pun keluar dengan celana jeans dan juga kaos pres body, "ambil kardigan mu, kita akan pergi ke pasar," kata Icha.
__ADS_1
"iyuh.. kotor kali di pasar," kata Chintya.
"ya udah kalau mau mti kelaparan, kamu di sini saja, biar kita berdua pergi, bye," kata Kayla mengambil tasnya.
"yaelah gitu ane ngambek, tunggu sebentar," kata Chintya mengambil tas kecil miliknya.
mereka pun berangkat ke pasar, sesampainya di sana, Icha dan Kayla menuju kesebuah warung sederhana.
mereka pun sarapan di sana, setelah itu membeli bahan masakan, dan juga buah-buahan.
Kayla pun mendapat telpon dari mama nya tapi tak di angkat, dan di biarkan begitu saja.
"iya mami, ada apa menelpon ku?" tanya Icha yang menerima telpon dari mama indah.
"ya kami akan mampir ke rumah mami, tapi aku tak yakin si kayla mau pulang mami," jawab Icha.
"baiklah, nanti aku coba membujuknya," kata Icha sebelum mematikan telponnya.
"gak usah mencampuri urusan ku, sekarang kita ke tempat main biasa aja yuk," ajak Kayla.
"baiklah, kebetulan kita juga bisa mencari sugar Daddy di sana, sesuai ide gila Chintya semalam," kata Icha tertawa.
"aku sih mau, asal dia memberiku uang jajan 500 juta sebulan," jawab Chintya.
"dasar mata duwitan," kata Kayla dan juga Icha.
"yah kau jorok anj*ng," kata Icha mengumpat.
"sudahlah ayo pulang, kenapa mulut gadis sekarang begitu liar," kata Kayla.
"hei gadis gila, siapa yang liar," kata Icha kesal.
"sudahlah, kau akan cepat tua jika terus mengomel, ayo pergi ke tempat tenis," ajak Chintya.
mobil mereka pun menuju ke lapangan tenis seperti biasanya, saat sampai mereka pun berganti pakaian.
saat masuk kelapangan ternyata sudah ada beberapa pria yang sedang bermain, Chintya langsung melotot melihat begitu banyak pria tampan.
Kayla langsung melakukan pemanasan begitupun Icha, sedang Chintya hanya duduk melihat kedua sahabatnya.
"hei kau tak mau main?" tanya Kayla.
"kalian main saja, aku tak mau jadi hitam di bawah panas yang menyengat," kata Chintya.
"terserah," jawab Icha.
__ADS_1
Icha dan Kayla langsung bermain dengan sengit, sedang Chyntia sibuk dengan ponselnya.
pagi itu Aisyah pun kembali melakukan cek kesehatan dan kesuburan, tapi dia melakukan sendiri tanpa memberi tahu Jacob.
tapi sayangnya kali ini dia ketahuan oleh Dera, meskipun begitu Aisyah tak mengaku, dan Anya bilang memeriksakan dirinya yang sedikit kurang enak badan.
kebetulan dokter yang menangani dirinya juga adalah teman sekolahnya dulu, Aisyah pun meminta dokter Wibowo untuk menyembunyikan keadaan nya.
Aisyah makin merasa tak sempurna krena hasil pemeriksaan kali ini, dia terpukul Krena kondisinya yang makin tak memungkinkan lagi.
"Aisyah, kamu harus kuat ini semua ujian untuk mu, mungkin Tuhan punya takdir yang lebih baik untuk kalian," kata Wibowo.
"aku tidak sempurna, dan keluarga suamiku, aku takut mereka tak bisa menerima keadaan ku, aku mohon tolong lakukan apapun, dengan obat atau apa saja," mohon Aisyah.
"maaf Aisyah, jika kamu hamil maka kamu akan membahayakan hidupmu, dan lagi dengan kondisimu saat ini itu sangat kecil kemungkinannya," kata dokter Wibowo.
Aisyah tak menyangka akan menghadapi ujian seberat ini, Aisyah merasa hidupnya tidak berguna lagi.
Aisyah pun mengemudikan mobilnya menuju ke sebuah masjid terdekat, dan saat ini hanya dengan mengadukan semua pada sang pencipta.
saat Aisyah berdo'a, ada seorang ibu yang mendengar doanya, ibu itu pun ikut mengamini doa Aisyah.
ibu itu pun menghampiri Aisyah, "assalamualaikum nak, ibu mendengar doa mu yang begitu menyayat hati, apa sedalam itu kesedihan mu," tanya ibu itu.
Aisyah mengangguk sambil menagis, ibu itupun memeluk Aisyah, dia memberikan kekuatan pada Aisyah.
"jangan larut dalam kesedihan, mungkin Alloh begitu menyayangimu hingga memberikan ujian berat ini," kata ibu itu.
"terima kasih Bu...." kata Aisyah.
"panggil saja ibu Zainab, saya adalah pengurus panti di daerah wonocolo," jawab Bu Zainab.
"nama saya Aisyah Putri Samudera, terima kasih sudah mau memeluk saya saat rapuh," kata Aisyah.
"kamu wanita yang baik nak," kata Bu Zainab.
Aisyah pun langsung dekat dengan Bu Zainab, dan Aisyah berjanji akan datang ke panti saat ada waktu luang.
Aisyah pun pergi menuju ke apartemen ketiga gadis itu setelah tenang, tapi ternyata ketiganya sedang bermain tenis.
Aisyah pun menghampiri mereka dan sekalian ikut bermain bersama ketiga muridnya itu.
saat sampai di tempat yang di maksud, Aisyah sudah berganti baju, dan Chintya kaget melihat Aisyah di sampingnya.
"ya Tuhan, Bu Aisyah mengagetkan ku," kata Chintya terkejut.
__ADS_1
"kenapa, aku bukan hantu Chintya," kata Aisyah tertawa.
Icha dan Kayla pun menghampiri Aisyah, Kayla bahkan langsung memeluk Aisyah dengan sangat erat.