Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
Ak_ kampung 2


__ADS_3

pagi pun datang Aline dan Ken melakukan kegiatan seperti biasa, cuma yang beda kini Ken akan mengajak Aline berjalan jalan di area taman rumah.


sedang di Surabaya setelah sholat subuh, Mecha dan Lui sudah bersiap menuju ke sebuah kota yang tak jauh dari Surabaya.


mereka kini berkendara menuju ke kota Tulungagung, Mecha sedikit mengingat tentang kabupaten di Jawa timur itu.


dia ingat jika dia lahir di sana, bahkan rumah peninggalan orang tuanya juga ada di sana.


"mas kita mau ke Tulungagung?" tanya Mecha.


"ya tapi kita akan berhenti di Kediri sebentar karena kita harus menemui orang ku terlebih dahulu," kata Lui.


"baiklah mas," jawab Mecha.


setelah 2,5 jam perjalanan mereka sampai di kota Kediri dan Lui menghentikan mobilnya di sebuah SPBU.


"sayang kita duduk di belakang, biar mereka yang mengemudikan mobil ini," kata Lui.


Mecha menurut, Mecha cuma sedikit terkejut melihat pria yang berpakaian preman masuk ke mobil Lui dan mulai menjalankan mobil yang mereka tumpangi.


"jangan takut nona, ini kami anak buah kepercayaan dari keluarga Smith," kata Arnold.


"aku hanya tak menyangka jika kalian bisa berpenampilan seperti ini," kata Mecha.


"ingat selalu sayang, jika kamu bertemu dengan pria dengan tatto di tangan kiri bergambar serigala maka mereka anak buah kepercayaan dari keluarga Smith," kata Lui.


"baiklah,aku kan selalu menginggat nya," jawab Mecha.


kini mobil mereka mulai memasuki daerah Tulungagung, kota itu begitu terlihat ramai dengan deretan toko dan juga beberapa sekolah yang terlihat begitu modern.


mobil mereka menuju ke daerah kecamatan Ngantru, setelah mereka menuju ke sebuah balai desa di sana tertulis kelurahan Pulorejo.


saat Mecha turun dia mulai mengingat desa itu, desa yang dimana keluarga nya tinggal, bahkan Mecha menginggat dulu dia sering bermain di daerah itu.


"sayang apa kau baik baik saja?" tanya Lui.

__ADS_1


"mas ini tak mimpikan aku dulu sering min di sini bersama dengan Kania," kata Mecha sudah berkaca-kaca.


"iya sayang, lebih baik sekarang kita temui lurah terlebih dahulu untuk menanyakan tentang Kania," kata Lui.


mereka pun masuk ke dalam kelurahan, merek di sambut dengan hangat, Farid selaku lurah begitu ramah menerima mereka.


"selamat datang tuan di desa Pulorejo," kata Farid.


"terima kasih pak lurah, perkenalkan saya Louis dan ini istri saya Mecha," kata Lui.


"Mecha putri bapak Untung dan ibu Warti?" tanya Farid.


"iya bagaimana anda tau." tanya Mecha.


"ya Alloh Mecha apa kau melupakan ku, aku Farid yang dulu sering kau panggil item," kata Farid senang.


"item.. tapi sekarang ku begitu terlihat bersih dan cie.. sekarang jadi lurah lagi pasti banyak yang suka ini mah," tebak Mecha.


"cinta ku hilang Mecha saat tiba tiba Kania menghilang," kata Farid.


"tidak Mecha, dia tak meninggal cuma tiba tiba hilang begitu saja, bahkan aku dulu selalu memperhatikan dia meski dia hanya menganggap ku sebagai kakaknya," kata Farid mengenang masa lalu.


"berarti selama ini bibi bohong padaku mengatakan jika Kania meninggal," kata Mecha.


"aku juga binggung karena dia tiba tiba hilang, dan bibi Vivi mengatakan jika Kania itu bekerja di ajak saudara ke luar negeri," jawab Farid.


"gak bibi harus memberitahu ku di mana Kania," kata Mecha dengan marah.


Mecha memilih meninggalkan kelurahan dan menuju ke rumahnya yang tak jauh dari sana.


"kenapa kalian cuma diam, kejar nona kalian!" teriak Lui.


kini jadilah Lui dan para pengawal ikut mengejar Mecha, sedang Farid mencari data tentang Vivi di kantornya.


semua warga desa binggung melihat Mecha yang di kejar oleh tiga laki laki yang berbadan kekar.

__ADS_1


sesampainya di sebuah rumah kaki Mecha melambat air matanya jatuh saat meliht rumah itu.


Lui langsung memeluk istrinya yang sudah bergetar menahan tangis, "tenang sayang suamimu di sini," kata Lui.


tangis Mecha sedikit mereda, Lui melepas pelukannya dan mencium kening Mecha, kini mereka bersiap bertemu dengan bibi dan paman Mecha.


tok.. tok..


"assalamualaikum apa ada orang, permisi.." kata Lui mengetuk pintu.


mereka berempat menunggu, sudah 4kali mengetuk tapi tak ada sahutan dari dalam rumah.


seorang tetangga keluar karena mendengar ketukan pintu, "maaf mas dan mbak nya nyari Bu Vivi ya?" tanya ibu itu.


"iya Bu, ibu di mana ibu Vivi, kenapa rumahnya sepi?" tanya Mecha.


"owh.. udah satu tahun ini ibu Vivi sama suaminya pergi mbak, mboh nandi lah wong gupoh kabeh budal e(gak tau lah karena terburu buru berangkat nya)," saut si ibu.


"pripun Bu, Bu Vivi pun setaun Niki pun kesah (benar Bu, Bu Vivi sudah setahun ini sudah pergi).." kata Mecha.


"inggeh mbak, mbak nya pasti mau nagih hutang ya," tanya ibunya lagi.


"mboten buk, Kulo kajenge madosi Kania (tidak buk, saya mau nyari tentang Kania)?"kata Mecha.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘😍 terima kasih


__ADS_2