
Rissa sedang menangis sambil tiduran di paha Sandra.. James datang dan kaget melihat pemandangan itu.. Sandra terus menggelus punggung Rissa...
terlihat Rissa tertidur karena lelah.. Sandra memanggil James untuk mengganti kan posisinya... Rissa sudah sangat lelap karena begitu lelah... kini Sandra mengangkat kepala Rissa dan James menempati posisinya...
Sandra pamit pada James.. sedang James hanya mengangguk saja.. kini James menggelus punggung Rissa..
kini James juga ikut tidur karena juga merasa lelah.. jadilah mereka tidur bersama.. sore hari Rissa bangun terlebih dahulu..
dia merasa sedikit lebih baik.. Rissa pun mendongak dan melihat James yg tidur dengan wajah lelah..
Rissa mulai terisak.. dia merasa begitu kasihan melihat James yg sepertinya juga lelah.. Rissa mengelus pipi James...
" huh... kamu sudah bangun sayang maafin aku ya.." kata James...
" kakak tak salah.. aku yg salah... aku egois yg menginginkan kakak selalu berada di sampingku..." kata Rissa..
" itu seharusnya yg aku lakukan bukan malah meninggalkan mu sendirian..." kata James...
" baiklah nyonya Smith... apa yg anda ingin lakukan.. aku akan mengabulkannya..." kata James..
"aku ingin kakak menuruti semua keinginanku.. seperti... tak boleh pergi jika aku tak mengizinkan..." kata Rissa..
" baiklah.. aku janji.. " kata James...
sekarang James tak mau melukai Rissa apalagi Rissa tengah hamil tua..
sedang di rumah keluarga Folke... Sandra baru datang... di rumah sedang tak ada orang karena mama Ina sedang arisan dan akan pulang malam..
di rumah Sandra di sambut oleh pak Kim kepala pelayan..
" selamat datang nyonya muda..." sapa pak Kim.
" Hem.. " jawab Sandra langsung berlalu ke kamar nya...
Sandra merebahkan tubuhnya tapi dia ingat sesuatu dan mulai membuka laptop.. dia mulai memerintahkan anak buahnya mengawasi sesuatu..
tak di duga Edward langsung memeluknya dari belakang... Sandra kaget dan langsung mematikan telponnya...
" ada apa sayang.. kenapa kau gugup..." tanya Edward..
" aku bukan gugup.. tapi kaget.. kenapa langsung peluk peluk sih.. aku belum mandi tau..." kata Sandra mengerucutkan bibirnya..
" tapi kamu masih cantik kok.. kita mandi bareng yuk.." ajak Edward..
" no.. kamu mesum.. " kata Sandra..
" ayolah.. bahkan kamu belum memenuhi hak ku.." kata Edward melepas pelukannya..
" aku hanya takut..." jawab Sandra..
__ADS_1
" takut apa sayang..", tanya Edward..
" aku takut.. kamu akan meninggalkan ku.. apalagi jika kamu sudah mendapatkan nya.." kata Sandra...
" hei aku mencintaimu.. mana mungkin aku meninggalkanmu.. aku bisa bersumpah atas nyawaku jika aku meninggalkanmu aku bisa mati saat itu juga.." kata Edward..
" Hem.. jangan ngomong seperti itu.. aku tak mau kehilanganmu.." kata Sandra memeluk Edward..
" aku tau itu sayang..." jawab Edward...
Edward langsung mengendong Sandra seperti koala yg memeluk pohon ekaliptus.. Edward menurunkan Sandra dan menyalakan shower.. mereka pun mandi bersama..
Edward mulai ******* bibir Sandra dengan lembut.. Sandra pun membalasnya.. kini tangan Edward telah meraba setiap jengkal tubuh Sandra..
Edward mengakhiri karena hasrat nya sudah di ubun-ubun.. kini Edward mengendong Sandra menuju ke kamar.. mereka melakukan hubungan suami istri.. lebih tepatnya sore pengantin mereka..
mereka selesai setelah 2jam.. Sandra kelelahan dan tertidur.. Edward pun juga tidur memeluk Sandra..
mama Ina pulang dari arisan nya tapi tak mendapati Sandra maupun Edward.. mama Ina hanya di sambut oleh pak Kim...
" selamat datang nyonya besar.." sapa pak Kim..
" iya pak.. dan kemana anak anak.. kenapa begitu sepi.." tanya mama Ina..
" sepertinya tuan dan nyonya muda sedang beristirahat.. " kata pak Kim..
" baiklah..." jawab mama Ina..
" tumben sepi ma.. biasanya Sandra akan marah.. karena putra kita yg terus mengganggunya..." tanya pak Andrian..
" mungkin mereka sedang tidur sore.. kota bersih bersih saja dulu.. nanti juga mereka turun..." kata mama Ina..
sampai waktu makan malam hanya Edward yg turun.. sedang Sandra masih lelah karena ulah Edward yg kembali memakan ya waktu mandi tadi jadilah Sandra masih bergulung dengan selimut..
" loh kamu kok sendirian sayang.. mana Sandra.." tanya mama Ina..
" emm.. kelelahan ma.. biarkan saja.. nanti biar aku yg membawakan makanan nya.." kata Edward..
" oh ya tadi ada yg bilang kalau Rissa sempet kabur bareng Sandra saat min ke kastil..." tanya Andrian..
" iya pa... itu permintaan Rissa yg merasa bosan karena terus berada di kastil.. dan terus di ikuti dua asisten yg di pekerjakan oleh James.. sedang James sangat sibuk.. jadilah Rissa mencari perhatian suaminya dengan cara itu..." kata Edward..
" kasian ya... padahal saat hamil itu adl kasih sayang dan perhatian suami yg di butuhkan..." kata mama Ina...
" James sudah ku kasih tau ma.. apalagi dengan kondisi Rissa yg akhir akhir ini sering drop..." kata Edward..
" semoga tak terjadi apa-apa dengan Rissa dan bayinya.." kata pak Andrian..
" baby's pa.. karena ada dua..." kata Edward..
__ADS_1
" beruntung nya.. kamu kapan sih.. " tanya mama Ina..
" baru juga buat ma.. makanya tadi Sandra kelelahan..." jawab Edward..
" huh.. kamu nya aja yg memang mesum kali..." ledek papa Andrian..
Edward tertawa bersama orang tuanya.. tak lama pak Kim datang menemui Edward..
" tuan.. di luar ada utusan dari kastil.. mengatakan ingin bertemu nyonya muda..." kata pak Kim..
" baiklah.. biar saya yg temui.." kata Edward..
crish datang bersama satu asisten Rissa.. Edward menyambut dengan hangat.. pak Kim mengantarkan minuman dan cemilan..
" ada apa crish.. tumben.." tanya Edward..
" maaf tuan... kami kemari atas perintah nyonya besar.. untuk mengirimkan 3 tas ini untuk nyonya muda Folke..." kata crish..
" ada acara apa.. kok tumben.." tanya Edward lagi..
" kata nyonya besar.. ini adl hadiah dan juga permintaan maaf nyonya..." jawab crish..
" baiklah.. aku terima.. silahkan minum dan makan kuenya.." kata Edward..
setelah selesai crish pamit untuk pulang.. apalagi waktu makin malam.. Edward membawa 3tas tersebut yg masih terbungkus godybag dengan merk terkenal itu...
mama Ina kaget melihat menenteng tiga godybag dengan merk terkenal di luarnya..
" kamu belanja sayang..." tanya mama Ina..
" tidak ma.. ini dari Rissa untuk Sandra.. hadiah sudah mengajaknya kabur tadi siang..." kata Edward tersenyum...
" hais... itu pasti sangat mahal.." kata mama ina...
" ini kecil ma.. bagi seorang nyonya besar Smith dan juga putri pengusaha Sandiaga seperti Rissa..." jawab papa Andrian..
Edward mengerdikkan bahunya dan berjalan menuju kamar.. di lihatnya Sandra masih tidur.. Edward mengecup kening Sandra...
.
.
.
mampir ke novel Secret Daddy ya...
.
.
__ADS_1
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘 terima kasih