
Rissa dan semua nya kembali ke ruang keluarga, kini Jacob sedang tidur sambil kepalanya di elus oleh Aline, begitu juga Ken.
"mas aku ingin makan mie ayam.." rengek Aline.
"sayang tapi ini udah malam, dan tak baik untuk mu," kata Ken.
"tapi aku menginginkan nya, kami mau anak kita ileran ya," kata Aline.
"gak lah sayang, baiklah kita pesan lewat aplikasi online aja ya," kata Ken ya g mengeluarkan ponselnya.
"aku juga mau kak Ken, lengkap ya," kata Jacob yang serius main games sambil rebahan.
"dasar bocah ikut aja lu," kata Ken.
"ayolah jangan pelit, kalau enggak aku.." kata Jacob.
"iya iya, dasar bisa gila aku ngadepin lu lama lama," kata Ken.
kini hanya tinggal Ken, Aline dan Jacob yang sedang menunggu makanan mereka, sedang semua sudah beristirahat terlebih dahulu.
tak lama salah seorang pengawal memberikan makanan pesanan Ken, kini mereka bertiga menikmati makanannya.
Ken tersenyum melihat kedekatan Aline dan Jacob yang begitu erat.
"Jack, seandainya aku tak ada maukah kau menjaga Aline untuk ku," kata Ken sambil menyiapkan mie ke mulutnya.
"gak jaga sendiri, jika kau berani melskukan itu aku yang akan membunuhmu," kata Jacob.
"kalian diamlah aku sedang makan dan jangan buat aku marah dengan ulah kalian," kata Aline.
mereka pun kembali bermain game, tapi Aline tertidur di sofa, akhirnya mereka mengakhiri permainan mereka berdua.
Ken memindahkan Aline ke kamar, Ken tidur dengan memeluk istrinya itu dengan erat, bahkan seperti tak rela terpisah.
pagi itu tak seperti biasanya Aline seakan tak ingin membiarkan Ken untuk pergi bekerja, bahkan Aline menangis saat Ken berangkat.
tapi karena begitu banyak pekerjaan yang menunggu begitupun ada rapat yang penting.
alibe sedang menenangkan dirinya di taman belakang, bahkan dia juga tak ingin bicara pada siapapun.
kini jam pulang kantor Ken, Aline sedang menunggu Ken di teras dengan senyum yang mengembang.
Ozil dan Ken menuju ke rumah, Ken juga sudah membelikan kue kesukaan dari Aline.
tapi saat di jalan saat mereka hampir sampai sebuah mobil pick up meluncur kearah mobil Ozil tanpa kendali.
akhirnya mobil mereka menghantam mobil pick up karena Ozil tak sempat menghindar, dua mobil mengalami kecelakaan adu banteng.
Ozil masih sempat sadar dan melihat Ken yang sudah bersimbah darah karena wajah Ken terlena pecahan kaca dan juga darah yang keluar dari telinga Ken hingga tak sadarkan diri.
Ozil mencoba bangun, dan menolong Ken tak lama para warga melihat kejadian itu dan menolong keduanya untuk membawa ke rumah sakit.
__ADS_1
sebelum pingsan Ozil melihat sosok Miko yang terluka tapi tersenyum kearahnya.
Ozil sadar dari pingsannya," bos, dimana bos saya?" tanya Ozil saat sadar.
"maaf tuan bos anda sedang di tangani oleh dokter karena lukanya yang sangat parah," jawab perawat.
"maaf boleh saya pinjam telpon nya, karena ingin memberikan kabar pada keluarganya," kata Ozil.
"tentu tuan," jawab perawat itu.
Ozil menghubungi nomer ponsel Aline, Aline masih di teras menunggui kepulangan dari Ken.
"ini nomer siapa?" binggung Aline.
akhirnya Aline mengangkat telpon itu, "selamat malam nona besar, saya ingin mengatakan jika tuan Ken dan saya mengalami kecelakaan dan kami ada di rumah sakit Cipto Mangunkusumo," kata Ozil lemah.
Aline tak menjawab ponselnya sudah terjatuh, Aline syok mendengar perkataan dari Ozil air matanya bahkan sudah jatuh tak terbendung lagi.
"sayang ayo masuk tak baik jika kamu terus di luar," kata Rissa yang melihat Aline.
"mas Ken!" teriak Aline tiba tiba sambil menangis.
"Aline ada apa? kenapa kamu menangis seperti ini?" tanya Rissa yang memeluk Aline yang sudah bergetar hebat.
"mommy mas Ken.. mas Ken kecelakaan dan sekarang ada di rumah sakit Cipto Mangunkusumo, kita harus kesana!" teriak Aline.
Rissa kaget mendengar kata Aline,"Daddy, siapkan mobil kita harus ke rumah sakit!" teriak Rissa ikut panik.
saat sampai mereka melihat Ozil yang sedang gelisah di depan kamar Operasi, mereka bertiga menghampiri Ozil.
"bagaimana keadaan nya Ozil?" tanya Aline.
"tenang kan dia sayang, keadaannya tak baik untuk kandungannya," perintah James pada Rissa.
Rissa pun menenangkan Aline, tak lama seorang suster keluar dan menemui mereka,"maaf keluarga pasien? kami butuh darah AB+ saat ini karena persediaan di rumah sakit sedang kosong," kata suster.
"saya suster, golongan darah saya AB+," jawab Rissa.
kini Aline masih di tenangkan oleh James yang memeluknya, sedang Ozil sudah memerintahkan kepada anak buahnya untuk menyelidiki kasus ini.
tak lama Rissa juga kembali setelah melakukan transfusi darah, mereka menunggu hingga 3jam lamanya.
pintu di buka dan para dokter keluar, James, Aline dan Rissa menghampiri para dokter.
"bagaimana keadaan suami saya dok?" tanya Aline sudah kembali menangis.
"maaf kami sudah berusaha benturan di kepalanya membuat kesadaran tuan sangat lemah," jawab seorang dokter.
"maksud dokter apa!" teriak Aline.
"Aline tenangkan dirimu ingat kamu sedang hamil," kata James.
__ADS_1
"maaf tuan, kondisi pasien saat ini dalam keadaan koma, dan kami tak bisa memprediksi karena tingkat kesadaran sangat rendah karena cidera kepala," jawab dokter.
"AAA..." teriak Aline memegangi perutnya dan langsung jatuh pingsan.
James langsung mengendong Aline menuju ke ruangan UGD, Aline langsung mendapat penanganan oleh dokter.
"bagaimana keadaan menantu saya dokter?" tanya Rissa.
"dia hanya tertekan dan stress, apalagi dia sedang hamil muda tapi kandungannya begitu kuat, mungkin sebentar lagi pasien akan Sadar," kata dokter.
Aline sedang berada di sebuah taman yang begitu indah, tangan nya di genggam oleh dua orang anak kecil yang tersenyum kearahnya.
"mama harus kuat demi kami, dan papa menunggu mama," kata mereka menunjuk Ken yang berada di kejauhan.
"tapi kita akan bersama-sama kan,"kata Aline.
"iya tapi mama harus kuat demi kami, dan mama wanita yang kuat kan maka bangun ma," kata salah satu dari mereka sambil mendorong Aline menjauh.
"mas Ken!" teriak Aline saat sadar.
Aline langsung turun dari ranjang dan melepas jarum infus dan mencari keberadaan dari Ken.
dia berhenti saat mendengar pembicaraan antara Ozil dan James, Aline mendekat dengan tangan yang masih meneteskan darah karena mencabut paksa jarum infusnya.
"bereskan dia pastikan dia tak melukai keluarga ku lagi," perintah James.
"biar aku yang membunuhnya sendiri, apa boleh," kata Aline begitu datar tanpa ekspresi.
"Aline kamu di sini," kata Ozil dan James yang menoleh dan mendapati Aline yang sudah berubah datar dan tanpa ekspresi apapun bahkan rasa sakit pun tidak.
James hany melihat kesedihan dan amarah di mata gadis yang selalu ceria itu, "aku yang kan menuntut balas sendiri, dia tak tau siapa yang dia hadapi," kata Aline lagi.
"baik nona besar, kami sudah membawanya ke markas milik tuan muda," jawab Ozil.
Aline merobek gaunnya dan membalut luka tangan nya, dan Ozil membawa Aline setelah James menyetujuinya.
di perjalanan Aline tak mengeluarkan sepatah kata pun, sedang Mecha dan Lui menuju ke markas saat anak buahnya mengatakan jika Miko di tangkap oleh anak buah Ken dan mengurungnya di sana.
.
.
.
.
.
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍 terima kasih
__ADS_1