
Kini jadilah dua mobil sport mengejar mobil Ferarri milik Rissa yg mengebut... James baru tau jika istrinya itu bisa mengebut saat membawa mobil...
" Kenapa kita mengejar Rissa..." tanya James...
" Kau belum tau jika Rissa sudah menggamuk... selesai semua..." kata Ardi..
" Maksudmu..." tanya James...
" Orang itu pasti mati kalau gak akan babak belur di hajar Rissa... meski dia terlihat lemah lembut tapi begitu menakutkan..." kata Ardi...
" Tunggu bukan kah dia gadis yg mudah tertindas..." tanya James..
" Iya itu jika dia yg di tindas.. tapi jika Sandra yg di tindas orang... ku pastikan orang itu pasti akan di habisi oleh gadis itu..." jawab Ardi..
" Bang.. cepetan mobil Rissa sudah di berhenti di sebuah perumahan.. aku takut jika dia nekat..." kata Sandra memberi tahu posisi Rissa..
Ardi menancap gas dan menuju ke lokasi Rissa.. Ardan juga mengebut mengikuti mobil Ardi..
Rissa sampai di sebuah rumah.. dan di sana Bima sedang berbincang dengan perempuan itu dan keluarganya... Rissa keluar dengan membawa tongkat bisbol milik Arka...
Rissa mengunakan Hoodie dan masker.. tatapan mata Rissa mengkilapkan kemarahan... Rissa membuka gerbang dengan kasar...
" Hei ba***gan.. keluar kau... dasar pria br*ngs*k..." umpat Rissa..
Yenny dan keluarganya kaget melihat seorang gadis datang dengan membawa tongkat bisbol...
" Oh.. ini wanita ja**ng yg kau hamili dan tega mengkhianati kakak ku.. oh kau belum tau kemarahan ku ternyata..." bentak Rissa..
" Itu urusan ku dan Sandra.. kau tak berhak ikut campur". teriak Bima...
" B*j*ng*n... jangan berani menyebut namanya dengan mulut kotor mu itu..", bentak Rissa..
Bugh... pukulan tongkat bisbol itu mengenai tubuh Bima... ayah Yenny mencoba menghalangi tapi Rissa mendorongnya..
" Aku tak ada urusan dengan kalian.. jika tak mau tersakiti minggir atau kalian aku hajar sekalian..." kata Rissa..
Bima masih mencoba untuk bangun karena pukulan Rissa begitu keras menghantam nya...
"Asal kau tau.. aku bisa membunuh siapapun yg membuat saudariku menangis.. aku tak takut jika itu seorang polisi.. bahkan ku pastikan kau akan di copot dari jabatanmu secara tak terhormat.." kata Rissa..
Bima bangun dan mencoba menyerang Rissa.. tapi Rissa terlebih dahulu memukulnya dengan tongkat bisbol itu.. Bima kembali ambruk...
Rissa menelpon leo.. dan memintanya mengirim kecurangan Bima pada pimpinan Bima.. mulai dari korupsi dan juga perbuatan zina...
__ADS_1
" Untung saudariku memergoki kalian... dan aku beruntung saudariku tak jadi menikah dengan pria br*ngs*k dan b*j*ng*n macam kamu.. dan kalian cocok.. pasangan yg menjijikan..." kata Rissa..
" Dasar wanita sialan...". kata Yenny akan menampar Rissa.. tapi tangan nya di genggam oleh Sandra..
Plak... kini tamparan Sandra yg di terima Yenny..
" Aku tak segan memukul wanita hamil.. jika dia berani mencoba melukai saudariku..." bentak Sandra..
Orang tua Yenny kaget melihat trio Ar dan James.. pria itu bergetar takut.. dia tau jika Ardi adl putra pertama Sandiaga dan James adl pengusaha hebat yg menguasai dunia bisnis...
" Kalian tak apa apa..." tanya Ardi..
" Widih.. kalian keren ya.. dan selamat pria brengsek besok sidang kehormatan untuk mu dan di pastikan kamu akan di copot dari jabatan mu itu..." kata Arka...
" Sialan.. asal kalian tau meski aku bukan polisi aku masih keluarga Pangestu... pengusaha properti..." kata Bima yg berdiri mencoba bersombong...
" Aku sudah mencabut investasi yg di tanamkan oleh papa..." jawab Ardi..
" Dan besok akan ada berita tentang kebangkrutan keluarga Pangestu..." jawab James..
" Dan juga maksiat mu sudah di grebek oleh polisi dan akan di tutup..."kata Ardan..
" Kau selesai..." kata Rissa dan Sandra...
" Kenapa kalian melakukan itu..." kata Bima..
" Sebelum merebut milik orang lain.. apa kalian tak memeriksa latar belakang keluarganya..." tanya Arka...
orang tua Yenny terdiam.. dan melihat Bima dan Yenny yg sama sama menunduk..
"Okami bertiga adl kakak dari Sandra.. tunangan dari pria yg menjijikan itu.. dan untung mereka ketahuan sebelum pernikahan terjadi..." jawab Ardi..
" Dan aku adl suami dari gadis yg menghajar pria brengsek ini.. dan aku bahkan bisa membereskan kalian yg hanya butiran debu..." jawab James angkuh..
" Jangan berani muncul di hadapan kami.. atau keluargamu benar benar ku bersihkan seluruhnya.. dan jangan berani mendekati adik ku lagi.. ingat itu.. dan untuk anda seperti nya anda gagal dalam mendidik anak hingga rela tidur dan hamil di luar nikah bersama pria menjijikan itu..." kata Ardii..
" Ayo kita pergi..." ajak Ardan..
" Sayang.. ayo pergi.. kau tak perlu mengotori tangan mu dan aku punya banyak orang yg siap membuat pelajaran dengan siapapun yg berani mengusik keluarga ku.. dan itu hanya perlu menjentikkan jari..." kata James..
Kini James mengandeng Rissa menuju mobilnya.. kini ketiga mobil itu meninggalkan perumahan itu..
Benar saja setelah kepergian mereka.. Bima mendapat telpon dari kantor yg mendapat bukti kejahatan nya.. dan juga telpon bahwa perusahaan ayah nya bangkrut...
__ADS_1
" Ah.. sialan.. brengsek.. aku selesai.. " teriak Bima..
James diam selama menyetir... dia tak habis pikir melihat istrinya yg lemah lembut bisa sangat brutal...
" kak James... marah..." tanya Rissa takut..
" Hem.. " jawab James..
" Maaf kak.. aku hanya tak bisa melihat Sandra menangis.. karena bagiku air matanya sangat berharga.. dan dari kecil lebih baik aku mengalah dari pada melihat Sandra menangis..." jawab Rissa..
" Tapi kau bisa saja terluka.. dan lain kali aku bisa menyuruh anak buah ku untuk menyelesaikan urusan kecil ini.. ini yg terakhir oke..." kata James..
" Iya kak.. maafkan aku.." kata Rissa..
" Baiklah.. kita mau langsung pulang apa makan dulu.. kamu telpon ketiga Abang mu.." kata James..
Kini Rissa bervideo call dengan Arka dan Sandra... mereka memutuskan untuk makan terlebih dahulu di rumah makan kesukaan Sandra..
Ketiga mobil itu parkir di depan rumah makan.. mereka masuk dan mulai memesan semua masakan kesukaan Sandra..
Kini mereka menikmati makan bersama.. Rissa terus berebut dengan Sandra.. tapi tanpa sadar Sandra akan tersenyum jika Rissa kalah.. dan itu adl cara Rissa menghibur saudarinya itu...
" Oh ya.. kamu masih punya janji untuk membelanjakan ku sepuasnya.. " kata Sandra..
" Iya.. besok kita belanja.. dan kamu bisa minta apa saja..." kata Rissa..
" Kau memang adik yg baik..." kata Sandra..
" Lagian itu ia uang suamiku.. jadi kita bisa shopping sepuasnya..." jawab Rissa...
Sedang ke empat pria itu mengeleng melihat tingkat dua gadis itu..
" Sabar bro..." kata Arka menepuk bahu James...
James hanya tersenyum.. dia hanya bahagia jika Rissa mau mengumandangkan kartu yg dia berikan padanya...
.
.
.
.
__ADS_1
.
Mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih