
"Mas aku masih belum siap ketemu semua orang.." lirih Aline.
"Aku tau sayang, aku menyadari saat kita pulang dari rumah papi Ardi, di situ sikapmu sudah mulai berubah," kata Ken.
"Aku yang tak sempurna mas, aku hanya tak siap jika kembali mendengar pertanyaan seperti itu, maafkan ku..." lirih Aline.
"Apa yang kau katakan sayang, bagi ku kau adalah wanita yang sempurna, kita harus belajar menemui mereka, tak mungkin kita terus menghindar dari kerabat kita kan," kata Ken membujuk Aline. sedang Aline hanya mengangguk.
Sandra menghapus air matanya dan mengetik pintu kamar Aline dan Ken. Ken membuka pintu dan sempat kaget melihat Sandra.
"Apa mama boleh masuk Ken?" tanya Sandra.
"Silahkan ma," kata Ken menyingkir.
Sandra berjalan ke arah Aline dan langsung memeluk Aline begitu erat.
"maafkan mama ya sayang, mama tak menyangka jika pertanyaan mama waktu itu membuatmu sampai terluka begitu dalam," kata Sandra.
Aline terkejut mendengar permintaan maaf dari Sandra, tapi Aline pun menangis memeluk Sandra.
"Aline juga minta maaf ya mam, karena terlalu memikirkan pertanyaan mama jadi Aline menyusahkan semua orang," kata Aline.
"iya sayang, mama sungguh minta maaf, dan kalian pasangan sempurna jangan pernah berpisah, dan mama akan mendoakan kalian agar cepat memiliki momongan," kata Sandra.
"udah ya, wanita-wanita cantik nangisnya, boleh gak kalau Ken minta buatin bakso," kata Ken.
" tentu mas, Aline akan buatkan," kata Aline yang melepas pelukan Sandra.
"mama bantu, mama mau belajar juga karena Devan begitu menyukai bakso, dan mama takut jika Devan terus jajan di luar sembarangan," kata Sandra.
kini mereka pun menuju ke dapur rumah Ken dan para pelayan hanya di ijinkan membantu menyiapkan semua bahan.
sedang di taman rumah utama Mecha dan Lui sedang berbincang membahas sesuatu, Lui duduk di kursi roda canggihnya sedang Mecha duduk di kursi taman.
"Apa kau setuju menikah dengan ku?" tanya Lui datar.
"Iya, karena permintaan dari Aline dan bunda," jawab Mecha.
"Aku juga sama, dan aku tak bisa janji bisa mencintai setelah pernikahan ini, dan kau boleh meninggalkan ku jika merasa aku menyusahkan mu, karena kau berhak bahagia," kata Lui.
Mecha terdiam mendengar perkataan dari Lui, memang mereka menikah bukan karena cinta, tapi apa pantas membahas perpisahan saat hubungan saja belum terjalin.
__ADS_1
"Aku tau kita bisa berpisah saat kita yakin tak aja kecocokan di antara kita, tapi aku akan melakukan yang terbaik untuk mu," kata Mecha.
"apa kau yakin, kau kan gadis urakan begitu," ejek Lui.
"hei tuan meski tampang ku begini, tapi aku itu orangnya penuh kasih sayang tau," bantah Mecha.
"aku tak yakin kalau kau lemah lembut, lihat saja pakaian mu, celana robek robek, kaos oblong ribut di kuncir begitu, kau tak pernah berpenampilan sedikit anggun gitu," kata Lui melihat Mecha dari atas hingga kebawah.
"gak pernah, dan jangan harap aku akan memakai rok dan tersenyum seperti Aline, karena aku bukan dia." kata Mecha v
cemberut.
"siapa juga yang ingin kau jadi Aline, setidaknya sekarang cobalah berpenampilan sedikit feminim kau tak mau kan di bilang gadis bar bar saat bersamaku," goda Lui.
"aish.. ternyata kau begitu cerewet dan banyak omong," kesal Mecha.
"Tapi kan aku tampan," kata Lui yang suka menggoda Mecha.
Mecha yang kesal meninggalkan Lui begitu saja, melihat Mecha pergi Lui mengikutinya sambil tersenyum karena berhasil membuat Mecha kesal.
kini Mecha menghampiri Rissa untuk berpamitan karena ingin kembali bekerja.
"kenapa buru buru, lebih baik kamu ke rumah Aline di sebelah," usul Rissa.
"baiklah bunda," jawab Mecha.
"pak Ale tolong antar kan Mecha ke rumah Aline," kata Rissa.
"baik nyonya," jawab pak Ale.
saat Mecha akan pergi Lui malah mengikuti Mecha dari belakang, Rissa dan James malah binggung melihat Lui.
"kenapa kau mengikutiku?" tanya Mecha kesal.
"kenapa aku ingin main ke rumah saudaraku apa tidak boleh, kau siapa sih bisa nglarang aku?" jawab Lui acuh.
"kau menyebalkan tuan," kata Mecha yang berjalan cepat.
Lui tertawa begitu keras dan lebar melihat Mecha yang bar bar menurutnya bisa kesal karena godaan dan juga ke usulan dari Lui.
sesampainya di rumah Ken, Mecha langsung ke arah dapur sedang Lui yang akan mengikuti Mecha di hentikan oleh Ken.
__ADS_1
"berhenti jika kau tak ingin di cincang oleh mama dan Aline di dapur," kata Ken pada Lui.
"emang tuh para wanita buat apa sih kok kelihatannya seru?" tanya Lui.
"mereka buat bakso dan dimsum, kau tak lihat tuh para pelayan aja gak boleh bantuin." kata Ken yang sibuk mengonta ganti Chanel TV.
"Ken aku boleh tanya gak tentang pernikahan mu dan Aline?" tanya Lui.
"boleh mau tanya apa?" tanya Ken melihat ke arah Lui.
"bagaimana kau bisa jatuh cinta dengan Aline?" tanya Lui.
"entahlah aku tak tau, tapi aku merasa hidupku tak sempurna jika tak ada Aline di sisiku, mungkin awalnya kami menikah karena permintaan mommy, tapi cinta itu hadir dengan sendirinya, kebiasaan kecil bisa menumbuhkan rasa cinta di antara kami, seperti sapaan pas bangun tidur atau pelukan saat aku lelah," jawab Ken.
"apa cinta datang dengan cara yang sama?" tanya Lui.
" mungkin tidak Lui, tapi cinta akan hadir dengan cara yang istimewa antara kalian," jawab Ken.
"tapi kau lihat gadis itu begitu bar bar," kata Lui.
"kau saja tak tau jika Aline sudah marah, dia begitu menyeramkan," kata Ken.
"kau yakin Ken tapi dia terlihat begitu penuh kasih sayang," kata Lui.
"ya itulah mahluk yang bernama wanita Lui, kadang mereka terlihat penuh kejutan dalam dirinya." jawab Ken.
( sebentar lagi mas Ken dan mas Lui suap siap melihat ke absurtan dari istri istri kalian ya... hehehehe)
.
.
.
.
.
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih
__ADS_1