
Chintya sudah siap dengan celana jeans dan juga kaos oblong pink, begitupun Kayla dan Icha.
sedang untuk Violla memilih celana kempol dengan atasan baju loreng dan juga topi. makin membuat Violla terlihat tomboy.
mereka berkumpul bersama yang lain, terlihat geng Nasya mengunakan baju yang cukup terbuka.
Alex datang beserta para guru yang lain, mereka kini sedang naik bus menuju ke tempat tujuan pertama.
mereka pun sampai di desa panglipuran untuk mengambil spot foto,dan menikmati suasana desa di Bali.
Chintya mengambil beberapa foto dari ketiga temannya itu, meeka pun secara bergiliran mengambil gambar.
"sini aku yang potret, kalian pose yang bagus ya," kata Bian.
"terima kasih," kata chintya memberikan kamera miliknya.
setelah itu mereka pun menuju ke parkiran bus, Chintya sedang ingin makan cemilan bersama Icha, sedang Kayla terus menemani Violla.
ya gadis itu sedang dalam suasana begitu menyenangkan, apalagi dia begitu menyukai tempat yang begitu asri.
sedang Chintya ingin menanyakan sesuatu pada Icha. tapi Chintya binggung mau mulai dari mana.
"Chintya. aku tau kamu sudah tau kan tentang Altaf," tanya Icha.
"ya begitulah, kemarin saat kamu mabuk, aku tak sengaja melihatnya dengan seorang pria," jawab Chintya.
"apa aku harus berakhir seperti ini, apa yang harus aku lakukan," kata Icha.
"seperti nya kalian harus sering meluangkan waktu berdua, dan jangan biarkan dia bisa menginggat tentang kekasih atau apalah namanya," jawab Chintya.
"sebenarnya papa meminta kami segera menikah, karena papa dan mama akan ikut kak Angga ke Swiss, sedang aku harus tetap di sini," kata Icha.
"kalau begitu tanya pada hati mu dan minta kemantapan hati pada Alloh Icha, soga kamu akan cepat mendapatkan jawaban," kata Chintya.
"terima kasih," jawab Icha.
setelah mengambil cemilannya, mereka pun kembali pada rombongan, bahkan Chintya tak bisa berhenti makan.
"Chintya kamu bisa gendut dari tadi malam Mulu," kata Kayla kesal.
"kembalikan, aku sedang ingin makan," kata Chintya merebut kembali Snack miliknya.
hari pun sudah malam saat mereka semua kembali ke villa, saat semua sedang barbeque di luar.
Chintya dan Violla sibuk membuat kebab untuk mereka sendiri, tak hanya itu ada nasi goreng dan juga roti isi.
__ADS_1
bahkan Violla tak menyangka jika Chintya bisa sebaik itu dalam memasak, "wah kamu hebat," kata Violla.
"tidak, aku hanya terbiasa di rumah, meski punya pelayan, tapi urusan perut dan ranjang itu tanggung jawabku," jawab Chintya.
"kau menodai pendengaran ku nona," jawab Violla tertawa.
"ah... kau akan tau betapa nikmatnya saat itu, ha-ha-ha," tawa Chintya yang membawa semua masakan untuk di makan bersama sahabatnya.
anak buah Julian terus mengawasi sekitar, bahkan tak ada yang bisa masuk kecuali orang yang bekerja di villa.
Icha sedang membakar ikan dan cumi-cumi, sedang Kayla membuat sate daging dan paprika untuk Chintya dan Violla.
Chintya masih menikmati kebab miliknya hingga sebuah lampu sorot mengenai tubuhnya.
semua murid menatap ke arah Chintya. terlihat ada helikopter di atas mereka kemudian menjauh.
"aku pergi sebentar oke, pak Alex," pamit Chintya.
"mau kami temani?" kata Kayla.
"gak papa kalau kalian mau jadi orang ketiga," jawab Chintya tertawa.
seorang pengawal sudah terlihat berdiri di kejauhan, Chintya langsung berlari menuju pengawal itu.
seorang pria turun dari helikopter itu, Chintya langsung memeluk pria itu, ya itu ayah dari Chintya.
"kami sedang mau bulan madu, dan suamimu memberikan fasilitas ini, uh.. aku bahagia melihat mu tertawa lepas sayang," kata pak Hutomo.
"terima kasih pa, aku beruntung memiliki Julian sebagai suamiku," jawab Chintya.
"tuan dan nyonya sepuh, mari saya antar ke villa," kata seorang pengawal.
ternyata villa mereka juga berdekatan dengan villa yang di sewa oleh sekolah, setelah sampai pak Hutomo memilih berjalan bersama kedua wanita terpenting di hidupnya.
Tyson juga sudah di bantu pengacara yang di pilih langsung oleh Julian, setidaknya dia berusaha agar Tyson tak di hukum terlalu berat.
setelah itu Chintya pun pamit untuk kembali ke teman-teman nya, saat sampai di tempat barbeque.
semua melihat ke arah Chintya, "ada apa kalian menatapku seperti itu?" tanya Chintya binggung.
"lihat simpanan Om-om baru saja datang, dasar tak tau malu," kata Chintya
"kenapa harus malu, dia papa dan mama ku,mereka datang untuk bulan madu, kenapa kamu selalu kepo dengan hidupku," kata Chintya.
"iri bilang bos," kata Kayla.
__ADS_1
"cih... dasar tukang gosip," tambah Icha.
semua pun bersorak, Raka pun membela Nasya, sedang Kayla memicingkan matanya.
"ku kira itu raja hatimu," kata Kayla.
"tidak mungkin lah, emang kamu pikir Mexico Indonesia cuma delapan jam non, terus naik pesawat model apa jet tempur," jawab Chintya tertawa.
Kayla langsung cemberut, Chintya kemudian memeluknya. mereka semua sedang menikmati waktu malam di pinggir pantai.
semua sedang bernyanyi bersama, bahkan tak ada yang bisa menganggu keceriaan semua murid meski itu angin malam yang cukup dingin.
Alex pun meminta semua murid untuk istirahat karena besok mereka akan belajar berselancar dan tak lupa menyelam.
saat keempat di dalam kamar, Violla penasaran dengan guru yang akan mengajari mereka.
"gaes.. kalian penasaran gak dengan guru yang akan mengajar besok," kata Violla.
"gak lah, yang pasti tak ada yang lebih tampan dari mas Alex," jawab Kayla.
"dasar bucin!" teriak ketiganya.
Kayla pun tertawa, begitupun Chintya. "semoga besok itu teman suaminya kak Aisyah, dia ahli dalam berselancar," kata Icha.
"what! bagaimana kamu tau?" tanya Kayla penasaran.
"lihat Instragram lah, aku dan kak Justin kan berteman," jawab Icha.
"pantas saja kamu tau, oh ya sekarang ayo tidur, besok biar terasa segar." kata Chintya.
keesokan paginya, Chintya bangun terlebih dahulu dan memilih lari di sekitar villa, dia tetap mendapatkan pengawalan.
setelah itu Chintya membuat susu untuknya dan juga buah yang dia bawa dari rumah, Chintya pun sarapan sambil duduk di meja dapur.
tak lama beberapa orang datang membawa sarapan untuk semua anak, Chintya pun ke kamarnya untuk membangun kan yamg lain.
Chintya langsung membunyikan pengeras suara karena sudah pagi tapi belum ada yang bangun.
akhirnya semua keluar dengan muka bantal, bahkan Alex hanya mengunakan kaos dan juga sarung.
"jam berapa ini?" tanya Alex saat keluar.
"jam tujuh tuh pak, acara kita itu Jan delapan, lah ini semua anak belum ada yang bangun, dasar jam karet," kesal Chintya.
"kamu saja belum mandi," jawab Alex yang masih terlihat menggantuk.
__ADS_1
"aku tak perlu mandi sudah cantik," jawab Chintya.
"dasar... yasudah bangunin yang lain,sebentar lagi bapak siap," kata Alex pergi meninggalkan Chintya.