Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
Ak_ pendarahan


__ADS_3

tadi setelah meninggalkan kafe Aline menuju ke ruangannya, tapi Aline masih begitu kepikiran siapa wanita yang bersama Ken.


Aline memutuskan untuk sendiri di tangga darurat bahkan kini Aline sedang terduduk sendiri sambil melamun.


"siapa wanita tadi? kenapa begitu dekat dengan mas Ken?" gumam Aline.


wanita itu seakan larut dengan dalam pikirannya sendiri, tak lama terdengar suara langkah kaki dan ternyata Ken yang datang.


"sayang.. akhirnya aku menemukanmu." kata Ken sambil mengatur nafas.


"mas Ken kenapa kok ngos-ngosan begitu?" tanya Aline.


"sayang kamu marah ya maafkan ku ya, seharusnya aku memberitahu siapa wanita tadi." kata Ken.


"memang dia siapa mas, kenapa begitu dekat dengan mu?" tanya Aline.


Ken masih mengatur nafasnya setelah sedikit tenang, Ken mendekat dan duduk di samping Aline.


"dia itu sahabatku dulu namanya Goerge tapi sekarang jadi Gita." kata Ken.


"tunggu dulu.. Goerge jadi Gita maksud mas Ken dia itu seorang transgender?" tanya Aline.


"iya sayang, dan tadi jam tangan couple kita ada yang dia ambil untuk di berikan pada kekasih nya." kata Ken lagi


"huh.. ku kira dia adalah kekasihmu mas, aku sudah berburuk sangka duluan." kata Aline pada Ken


"seharusnya tadi aku mengatakan semuanya padamu sayang agar kamu tak salah sangka." jawab Ken.


"maafkan aku ya mas yang udah cemburu gak jelas tadi." kata Aline


"baiklah ayo sekretaris cantik kita makan di ruangan suamimu ini." ajak Ken


"baiklah pak bos suami ganteng ku.." kata Aline.


kini mereka menuju ke ruangan Ken, baru juga membuka pintu perut Aline terkena lemparan buku dari Gita yg kesal karena di tinggalkan oleh Ken.


"hei kau menyakiti istriku, dasar wanita jadi jadian." bentak Ken.


"itu karena kau keterlaluan meninggalkan ku sendirian." maki Gita dengan wajah menahan tawa.


sedang Aline merasa lemparan buku tadi begitu sakit, tiba tiba perut nya kram Aline refleks mempererat pegangan tangannya pada tangan Ken.


"mas sakit.." lirih Aline yg kini menahan sakit.


"sayang kamu kenapa? Aline kenapa?" binggung Ken melihat alone yg kesakitan.

__ADS_1


"perutku sakit mas!" kata Aline memegangi perutnya.


"Kennard darah.." tunjuk Gita ke bagian kaki Aline.


Ken pun melihat ke arah yg di tunjuk Gita, Ken kaget melihat di sela sela kaki Aline mengalir darah.


"sakit.."lirih Aline.


" Ozil siapkan mobil, aku harus membawanya ke rumah sakit." kata Ken pada Ozil.


Ozil menelpon supir untuk menyiapkan mobil mereka, sedang Ken langsung mengendong Aline yg sudah pucat.


kini mereka dengan buru buru membawa Aline nik lift khusus, di dalam lift Aline sudah hampir pingsan.


"sayang berthanlah, jaman pejamkan matamu!" kata Ken panik.


"aku lelah mas." jawab Aline yang memejamkan matanya.


Ozil melepas jas nya dan menutupi kaki Aline yang terlihat, sedang Ken terus berteriak agar Aline tetap sadar.


di lobi para karyawan kaget melihat Aline yg sudah pingsan di gendongan Ken dengan wajah pucat.


Ozil membuka pintu mobil untuk Ken dan Gita duduk di samping Ozil, kini mereka menuju ke rumah sakit terdekat.


sesampainya di sana Ken mengendong Aline dan menidurkan nya di ranjang dan Aline pun di bawa ke ruang UGD.


tapi tak di sangka Rissa ternyata ada di rumah sakit bersama James dan juga Deren. mereka kaget melihat Ken yg berada di depan ruang UGD.


"Ken kenapa kalian ada di sini siapa yang sakit?" tanya Rissa mendekati putranya.


"Aline di dalam mom. dia berdarah.." kata Ken sambil menunjuk kan baju nya yg penuh darah dari Aline.


Deren yg tau langsung masuk kedalam ruang UGD untuk melihat keadaan Aline. ternyata Edward juga sudah memahami Aline.


"Ken katakan pada mommy, kenapa Aline bisa pendarahan!" panik Rissa.


"aku tak tau mom.. tiba tiba dia kesakitan dan sudah seperti ini.." kata Ken.


sedang Gita tak menyangka jika Ken melindunginya dari orang tuanya. James menenangkan Rissa yang terlihat begitu kalut.


"Ozil tolong bawakan baju ganti untuk Ken." perintah James


" baik tuan besar." jawab Ozil.


kini Deren keluar menemui Ken dan yang lain. Deren binggung untuk menyampaikan informasi pada mereka.

__ADS_1


"Ken om ingin jujur padamu." kata Deren menarik nafas panjang.


"ada apa om, Aline baik baik saja kan!" kata Ken sedikit keras.


" tenangkan dirimu Ken." kata Gita.


"Ken kondisi Aline tak baik, jika dia mempertahankan kandungannya akan terjadi komplikasi pada bayi dan ibunya, jadi om sarankan kita harus melakukan kuret untuk mengugurkan kandungan Aline. demi keselamatan Aline." kata Deren.


Ken terduduk lemas mendengar ucapan Deren, bayi yang selama ini mereka tunggu harus di singkirkan demi menyelamatkan Aline.


tapi Ken binggung, di sisi lain Aline yang begitu dia cintai dan di sisi lain adalah bayi yang sudah Aline begitu inginkan.


"apa tak ada pilihan lain om?" tanya Ken lirih.


"jika memaksa mempertahankan janin kalian, aku takut Aline tak bisa bertahan karena rahimnya yg terlalu lemah untuk mengandung." jawab Deren


Rissa menghampiri putranya itu. Rissa tau jika itu keputusan yang sulit.


"mom.. aku ingin Aline selamat tapi jika aku menyingkirkan bayi kami Aline akan membenciku." kata Ken.


Rissa memeluk Ken yang begitu terpuruk, tak lama seorang suster memangil Deren.


" maaf dokter Deren, dokter Edward membutuhkan anda karena kondisi pasien memburuk." kata suster.


"baiklah aku ke dalam.." kata Deren.


" tunggu om, tolong selamatkan Aline.." kata Ken pada akhirnya.


"baiklah kalau begitu, aku butuh doa kalian agar Aline tetap bisa bertahan." kata Deren


"itu tindakan yang baik Ken." kata Rissa.


"tapi aku takut Aline membenciku mommy.." kata Ken yang kembali memeluk Rissa.


James pun mengusap kepala Ken yang begitu terpuruk saat ini.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘😍😘 terima kasih


__ADS_2