
Jacob sedang sibuk dengan laptop nya, tak lama ada pesan masuk dari Justin.
"eh sialan lu, semalem lu pergi kemana kok ilang aja?" isi pesan Justin.
Jacob mengeryitkan dahinya membaca pesan Justin, pasalnya dia tak ingat apapun.
"eh b*ngke lu, terus semalem gue pulang gimana kalau bukan lu yang nganter," balas Jacob.
"lah gue juga gak tau, mending sekarang lu kesini, gue ada berita penting buat lu," balas Justin.
Jacob pun terpaksa mengakhiri permainan nya, Jacob mengambil kunci motornya.
"Semuanya aku pamit keluar bentar," pamit Jacob sudah berlari kabur.
pasalnya Neel dan Neev sudah berteriak ingin ikut, Jacob langsung memacu motornya menuju bar milik Justin.
saat di lampu merah Jacob melihat Aisyah yang sedang menunggu angkutan umum, Jacob mencoba tak peduli.
tapi hatinya meminta Jacob menemui Aisyah, saat Jacob mencoba menolak keinginan hatinya.
Aisyah di datangi oleh beberapa orang yang tak di kenal, Aisyah terlihat ketakutan, apalagi tampang mereka yang seram.
saat lampu berubah hijau, Jacob langsung menuju ke arah Aisyah yang tengah di goda para pria itu.
"sayang naik," kata Jacob saat motornya berhenti di halte itu.
"tunggu bro, elo siapa main sirih naik aja," kata seorang preman.
"gue calon suaminya, minggir atau kalian semua menyesal," kata Jacob yang turun dari motornya.
"elo mau ngelawan kami, boleh gue jabanin," jawab salah satu orang.
Jacob yang makin kesal, menonjok muka pria yang mencoba menyerangnya, dan pria itu tersungkur dengan hidung yang bengkok.
pria yang lain pun mundur mengetahui jika Jacob tak main-main, bahkan tatapan Jacob sangat mengintimidasi.
"kabur gobl*k," kata pria yang lain.
akhirnya keempat pria itu Jabir meninggalkan Aisyah dan Jacob, "kamu tak apa-apa Aisyah?" tanya Jacob.
"saya baik tuan muda," jawab Aisyah menutupi tangannya.
"coba lihat tangan mu Aisyah," kata Jacob.
Aisyah hanya menggeleng karena dia tak ingin Jacob melihat luka yang di akibatkan oleh para pria itu.
Jacob yang tak sabar, langsung menarik tangan Aisyah dan memeriksanya, Jacob begitu geram melihat tangan Aisyah merah dan memar.
__ADS_1
"seharusnya aku membunuh mereka," kata Jacob kesal.
"ini luka kecil," jawab Aisyah takut.
"tapi mereka berani melukai mu, sekarang ikut aku, dan akan kita obati lukamu," kata Jacob.
"tapi saya ingin membeli buku," lirih Aisyah yang melihat Jacob naik ke atas motornya.
"naik dulu Aisyah, aku akan mengantarmu nanti membeli buku, kalau perlu satu toko kita beli," kata Jacob.
"tapi-" suara Aisyah ingin membantah.
"aku bilang naik," suara Jacob sudah meninggi.
Aisyah pun langsung naik ke jok belakang sepeda motor Jacob, dua tak ingin melihat amarah Jacob lagi.
mereka pun sampai di tempat Justin, Aisyah binggung di ajak ke sebuah club yang sedang tutup.
Aisyah pun langsung di gandeng Jacob dan menuju ke lantai tiga tempat itu, dan saat mereka masuk.
Aisyah langsung menutup matanya, dia kaget melihat wanita yang mengunakan bikini saja, sedang Justin mengenakan celana pendek dan bertelanjang dada.
"tuan muda, kita pulang saja," kata Aisyah memegangi baju Jacob.
"eh bule gil*, pakek baju loe, dan suruh cewek mu untuk pakek baju," kata Jacob.
mendengar itu Jacob marah dan melepaskan pegangan Aisyah, "jangan buka mata mu Aisyah," kata Jacob yang menghampiri wanita itu.
Jacob langsung mencekik perempuan yang bersama Justin itu, "jangan berani menghinanya, atau aku bisa membuatmu cacat seumur hidup mu," kata Jacob dan mendorongnya hingga jatuh.
Jacob langsung mengambil kotak obat dan membawa Aisyah keluar dari lantai itu, sedang Justin hanya tersenyum.
"makanya jangan buat tuan besar marah, kau tau akibatnya kan," kata Justin pada perempuan yang masih terbatuk itu.
perempuan itu mengangguk, "gadis pintar," kata Justin yang mencari Jacob.
Aisyah binggung di bawa ke sebuah ruangan dengan tempat begitu rapi, tak lama Justin datang dengan membawa minuman dingin.
Jacob berjongkok di depan Aisyah dan mulai mengobati tangan Aisyah, bahkan Jacob begitu hati-hati melakukannya.
"pasti istri tuan muda nanti akan begitu bahagia," suara Aisyah.
"semoga, karena aku tak mungkin bisa membahagiakan wanita yang tak aku cintai," kata Jacob dingin.
"berarti sangat beruntung wanita yang tuan cintai nantinya," kata Aisyah tersenyum.
"sayangnya wanita itu tak menerima ku," jawab Jacob.
__ADS_1
"maaf nih ya ganggu, aku hanya mau mengatakan pada mu Jack, yang membawa mu pergi adalah kedua kakak mu," kata Justin.
"apa dia orang itu, wah pantas mereka terus menertawakan diriku sing tadi," kata Jacob kesal.
Jacob duduk di sebelah Aisyah dan membukakan minuman dingin itu untuk gadis itu.
"terima kasih," kata Aisyah saat menerima botol dingin ini.
"lu gak di apa-apa in kan, takutnya saat mabok lu ngoceh gak jelas," tambah Justin.
"kayaknya sih gue buat masalah, ya sudahlah, biarin mereka memang gitu, oh ya gue pamit ya mau nganter Aisyah ke toko buku," kata Jacob.
"yaelah bro, udah mau pergi aja, gue aja belum kenal gadis cantik di sebelah mu itu," kata Justin.
"gak usah, gak pantes, jangan berani nyentuh dia kalau tangan mu gak mau patah," kata Jacob.
Aisyah hanya tersenyum dan mengangguk, Jacob pun membawanya pergi dari tempat Justin.
Aisyah pun di antar Jacob menuju toko buku, Aisyah hanya berpegangan di bahu Jacob.
saat sampai di toko buku, Jacob terkejut karena Aisyah membeli buku untuk anak-anak.
"Aisyah kenapa kamu membeli buku-buku ini?" tanya Jacob binggung.
"ini buku untuk anak-anak di panti asuhan tuan muda, aku hanya ingin berbagi sedikit dengan mereka," kata Aisyah sambil memilih buku.
Jacob kaget mendengar itu, dia makin mengagumi sosok Aisyah, gadis sederhana yang selalu baik dan ramah meski dia terus menganggu ya.
Jacob pun menelpon anak buah James, dan memintanya untuk membeli sembako, dan nanti alamat nya akan di chat lewat WhatsApp.
setelah membeli semua buku yang di butuhkan sesuai usia, Jacob langsung membayarnya, "tuan muda biar saya yang bayar," kata Aisyah.
"tidak masalah, biar aku yang membayarnya," kata Jacob menahan Aisyah.
"baiklah, terima kasih," jawab Aisyah dengan senyuman.
"sama-sama, oh ya Aisyah tolong tulis alamat yayasan panti asuhan yang akan kita tuju, bolehkan," kata Jacob.
"tentu tuan," jawab Aisyah menerima ponsel Jacob dan menulisnya.
Jacob langsung mengirimkannya alamat itu ke anak buah James, sedang kini mereka juga menuju ke yayasan panti asuhan itu.
Aisyah hanya tersenyum sepanjang bersama Jacob, pasalnya pria itu begitu baik meski kadang dia kasar.
"terima kasih tuan muda, sudah hadir di hidup saya," gumam Aisyah.
"kamu mengatakan sesuatu Aisyah?" tanya Jacob.
__ADS_1
Aisyah hanya mengeleng, mereka pun sampai, dan sudah di sambut oleh semua anak-anak.