
sore hari trio Ar sudah selesai mandi.. dan Bu Mala tengah menjaga mereka karna aisyah sedang mandi dan sholat...
setelah selesai sholat bik Maya masuk ke kamar Aisyah tanpa mengetuk terlebih dahulu.. saat itu Aisyah tengah melipat mukenanya...
" Aisyah di cari nyonya karna tu... tuan... nona Wulan..." kata bik Maya kaget..
Aisyah yg mendengar terkejut mendapati bik Maya sudah melihatnya... Aisyah langsung membekap mulut Bu Maya..
" sstt... bik jangan teriak... nanti semua orang tau... " kata Aisyah.. bik Maya mengangguk dan Aisyah melepas bekapannya...
" ya Alloh nona.. nona sehat sehat saja.. tapi bukannya nona sudah meninggal.." tanya bik maya..
" iya bik.. tapi aku kembali demi putra putra ku dan juga suamiku.. ngomong ngomong tadi bobok manggil kenapa..." kata Aisyah
" alah... sampel lupa tuan arka menangis dan tidak mau diam.. nanti di lanjut ya nona.." kata bik Maya..
" iya bik.. tapi panggil saya Aisyah ya.. jgn nona..." kata Aisyah.. bik Maya hanya mengangguk...
Aisyah sudah mengenakan hijab dan cadarnya... ia bergegas naik ke kamar trio Ar.. benar saja terdengar suara tangisan arka..
Aisyah langsung mengambil arka dari gendongan Bu Mala yg sudah terlihat capek... Aisyah langsung memberikan ASI sambil bersholawat...
tanpa di sadari sandi melihat Aisyah yg menyusui arka sambil bersholawat.. suara Aisyah mengingat kan sandi pada suara merdu Wulan saat mengaji...
"assalamualaikum Bu.." sapa sandi datar..
"wassalamu'alaikum salam e.. sudah pulang san..." tanya Bu Mala
"Hem.." jawab sandi.. sandi ingin mendekati Ardi dan Ardan yg tengah bermain bersama Bu Mala..
" maaf tuan.. sebaiknya anda mandi dulu sebelum menyentuh tuan muda karna anda dari luar.." kata Aisyah lembut..
" benar san.. kamu mandi dulu.. biar bersih baru bisa main bareng trio Ar ini.." tambah Bu Mala..
sandi langsung meninggalkan mereka untuk pergi ke kamarnya... di kamar sandi memandang foto terakhir bersama Wulan ketika acara tujuh bulanan.. Wulan terlihat bahagia berdampingan bersama sandi...
"lihatlah sayang... mereka punya ibu asuh dari Bu Sena.. seandainya kamu di sini mereka tak perlu dapat ASI dari orang lain.... aku merindukan mu sayang sangat... " kata sandi sudah menangis...
setelah mandi sandi kembali ke kamar trio Ar.. di sana arka dan Ardi sudah tidur sedang Ardan yg masih betah di gendongan Aisyah...
"sini biar Ardan saya yg gendong... dan tolong buatkan susu mereka.." kata sandi seraya mengambil Ardan..
sesaat saat berdekatan Aisyah menatap mata sandi yg satu.. sebenarnya di merindukan pria di depannya itu.. tapi demi janjinya pada sang kakak dia harus bertahan...
"iya tuan.." jawab Aisyah seraya meninggalkan sandi..
" hei jagoan papa belum tidur kenapa... rindu papa ya... maafkan papa yg sibuk ya.." kata sandi sambil menciumi pipi Ardan..
__ADS_1
Aisyah mengantarkan susu ketiga bayi itu dan memilih membantu bik Maya masak di bawah..
"bik sedang masak apa..." tanya Aisyah..
"ini Syah.. bobok mau bikin ayam kecap. udang tepung. dan juga tumis kangkung.." jelas Bik Maya..
" biar saya bantu.." kata Aisyah..
" boleh tapi nanti malam kamu harus cerita semuanya ya..." kata bik Maya
"oke bik..." jawab Aisyah
mereka mulai memasak.. lebih tepatnya Aisyah yg memasak karna bik Maya membantu menyiapkan bahannya...
setelah selesai waktu makan malam tiba.. Aisyah mendatangi kamar trio Ar dan menjaganya selama sandi dan Bu Mala makan malam....
sandi dan Bu Mala mulai makan saat sandi menyediakan makanannya ke mulut sandi kaget karna rasa makanannya persis makanan yg di buat Wulan...
sandi memakan makanan itu dengan lahap karena ada kerinduan tersendiri...Bu Mala heran melihat sandi karna semenjak kematian Wulan ini pertama kalinya sandi makan dengan lahap...
selesai makan bersama sandi menuju ruang kerja untuk mengecek email dan beberapa berkas penting..
pukul 9 malam sandi menemui ketiga putra nya.. Aisyah sudah membuatnya tidur dengan bersholawat..
sandi masuk ke kamar sedang Aisyah langsung undur diri...
"iya tuan.." jawab Aisyah..
" terima kasih mau jadi ibu asuh ketiga putra ku..."kata sandi
"itu sudah kewajiban semua orang muslim untuk tolong menolong tuan.. saya permisi.." kata Aisyah meninggalkan sandi..
seperti biasa sandi tidur bersama ketiga jagoannya itu.. dengan begitu sedikit mengobati kerinduannya pada Wulan...
entah kenapa sandi merasa Wulan selalu berada di dekatnya... tapi mungkin hanya perasaan sandi yg terlalu merindukan sosok sang istri...
bik Maya sudah berada di kamar Aisyah... Aisyah mulai menceritakan semua nya mulai dari mati suri hingga bangun lagi... dan kini ujian untuk sandi yg untuk mengetahui seberapa dalam cinta sandi padanya... karna Kakak nya tak ingin ia kembali tersakiti...
bik Maya yg mendengar pun menangis dan memeluk Aisyah... ia merasa cobaan yg menimpanya tak ada akhirnya...
"kuat ya non...", kata Bu Maya..
"iya bik.. semoga kesabaran cintaku membawa ku dan keluarga kecilku akan bahagia sampai akhir..." kata Aisyah...
bulan berganti bulan kini trio Ar sudah berumur tujuh bulan dan enam bulan sudah Aisyah di rumah as Shiddiq...
sandi sudah bisa mulai terbuka pada Aisyah mengenai perkembangan ketiga putranya... meski sandi masih orang yg arogan di luar rumah..
__ADS_1
di tempat lain suci dan Eko juga menjalin hubungan yg serius... sedang Surya harus rela berhenti dari kepolisian karena desakan sandi dan Bu Mala..
karna Surya harus ikut mengurus perusahaan keluarga bersama sandi... jadi sekarang rumah Shiddiq ramai dengan kedatangan Surya yg selalu menggoda sandi...
seperti saat ini sandi bersama ketiga putranya sedang bermain bersama dan Ardan sudah menyebut kata pertamanya...
"ma...ma..." tunjuk Ardan pada Aisyah yg membawa susu untuk ketiga nya..
sandi terkejut tapi dia bahagia mendengar sang putra...
"pa..pa...pa.." kata Ardi yg sudah merangkak ke arah sandi..
sandi meneteskan air matanya melihat perkembangan sang putra.. sedang arka masih belum bisa bicara seperti Ardi dan Ardan...
Aisyah memberikan botol susu ke pada sandi tapi arka merangkak dan menarik gamis Aisyah.. Aisyah pun terpaksa ikut bermain..
arka sedang bermain di pangkuan Aisyah.. Ardan merangkak dan ikut bermain di pangkuan Aisyah..
arka tak sengaja menarik cadar Aisyah.. seketika Ardan dan arka memeluk Aisyah..
"ma... ma..ma.." kata keduanya... sedang Aisyah panik membenarkan cadarnya... sebelum sandi melihatnya...
"eh.. kok kalian panggil mbak Aisyah mama..." tanya sandi..
sebenarnya Aisyah sangat bahagia mendengar para putranya menyebut nya mama...
"ini mama...cantik kan... ini mama kalian.. istri papa.. dan selalu di hati kita ya..." kata sandi mengambil pigora cukup besar dan terdapat foto Wulan..
hati Aisyah bergetar mendengar perkataan sandi.. seakan mengerti dengan ucapan sandi mereka bertiga melihat foto tersebut dan melihat sandi.. kemudian..
"ma..ma....ma...ma.." kata mereka bersamaan..
.
.
.
.
.
mohon dukungannya ya dengan like komen dan vote 😍 😘😘😘😘
.
. terima kasih atas dukungan ya
__ADS_1