Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
S2_kepergian Rissa dan Ardi..


__ADS_3

ke esokan paginya.. suasana rumah begitu sedih.. karena hari ini keberangkatan Ardi ke Harvard university karena besok dia harus mulai kuliah.. sedang hari ini juga keberangkatan Rissa menuju ke pondok di Jombang..


kini semua sedang mengantar kepergian Ardi di bandara Soetta.. Ardi mengunakan penerbangan biasa.. Ardi ingin menjadi mahasiswa biasa tanpa embel-embel nama keluarga..


" sayang.. jangan lupakan mama ya.. telpon saat sampai.. jaga kesehatan.. nanti kalau papa libur biar mama berkunjung ke sana ya.." kata Wulan memeluk Ardi..


" iya ma.." jawab Ardi..


" bang ingat pesen papa.. kuliah yg bener.. dan jangan ikut pergaulan bebas di sana.. dan banggakan kami oke.." kata sandi..


" pasti pa.." jawab Ardi memeluk sandi..


" Abang jangan lupakan kami ya.. dan Abang jangan kayak es balok ya.. " kata Arka..


" iya dua saudara kembar ku yang cerewet..." kata Ardi memeluk Ardan dan arka..


" Sandra akan rindu uang jajan dari bang Ardi..." kata Sandra memeluk Ardi..


" huh.. dasar kau ini..." jawab Ardi..


sedang Rissa sudah menangis melihat Ardi yg masih memeluk Sandra..


" kamu tak mau peluk Abang dek..." kata Ardi..


" Abang jangan lupain issa ya.. issa sayang banget sama Abang.. Abang baik baik ya.. telpon issa ya.. jangan lupa makan.. dan syal dan sweatel yg issa buatkan di pakek ya..." kata Rissa..


" iya dek.. aduh... pasti Abang akan kangen dengan tingkah manja kamu ini.." kata Ardi membalas pelukan Rissa..


kini Ardi melambai pada semua orang.. dan kini Ardi sudah masuk ke dalam pesawat.. sedang kini Sandra dan Rissa serta Wulan menuju ke Surabaya dengan pesawat yg akan berangkat 30menit lagi..


semua sudah berpamitan.. Ardan dan arka sudah berangkat menuju ke tempat kerja mereka.. sandi sedang menemani Wulan dan kedua putri ya..


Rissa selalu memeluk sandi.. sandi sedih harus melepas putri terkecilnya untuk mondok di tempat kelahiran sang istri...


sedang Sandra sibuk merekam momen sandi yg terus menciumi Rissa dan memeluknya erat..


Syarif tau hari ini Rissa pergi... tapi Syarif memilih untuk tak mengantar karena akan berat baginya melihat Rissa pergi..


Syarif sedang menyiapkan kepergian nya untuk melanjutkan studinya di Harvard university..


" ya Alloh... semoga ini adl jalan untuk kami saling menjauh.. dan aku mohon hapus rasa cinta ini.. aku tak mungkin bersamanya.. dan aku tak mungkin akan bisa merelakan nya bersama orang lain.. jika rasa ini tetap tumbuh..." batin Syarif...


nanti malam keluarganya akan sampai di Jakarta guna bersama sebelum keberangkatan nya ke Amerika.. setidaknya Syarif akan belajar selama 2th di sana dan juga mencari pengalaman di sana..


Syarif belum tau berapa lama ia akan tinggal di negara itu.. tapi Syarif akan mencoba melupakan Rissa di sana..


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Ardi sudah di atas pesawat dan tanpa di sadari ada seorang gadis yg tersenyum melihatnya...


Ardi memejamkan matanya sambil mendengarkan musik kesukaannya.. Dhea terus tersenyum saat mengetahui Ardi berada di pesawat yg sama dengan nya..


ya Dhea ikut orang tuanya pindah ke Amerika karena perusahaan papi Dhea baru saja mengalami kebangkitan yg sukses di negara itu...

__ADS_1


Dhea sangat senang bisa melihat wajah pahlawan yg membelanya dari pelecehan yg di lakukan Bagas dan geng..


kini pesawat transit di abu Dhabi.. mereka akan transit selama 3jam di sana...


Dhea yg melihat Ardi turun pun menghampiri pria yg sudah mencuri hatinya itu...


" kak Ardi..." teriak Dhea


Ardi pun menoleh kearah suara yg memanggil nya.. Ardi tersenyum menginggat gadis yg pernah ia tolong itu..


" kak Ardi juga mau ke Amerika ya... " tanya Dhea..


" iya dek.. dan jamu kok juga baru turun dari pesawat ini..." tanya Ardi..


" aku dan keluarga akan pindah ke Amerika kak.. dan aku melanjutkan sekolah disana.. kalau kakak..." tanya Dhea..


" kakak akan kuliah di Harvard university.. " jawab Ardi..


" wah.. kakak hebat.." kata Dhea kagum..


orang tua Dhea kaget saat melihat putri mereka berbincang hangat dengan pria yg tak mereka kenal.. kini orang tua Dhea menghampiri sang putri..


" dhea... ini siapa.." tanya Nisa..


" mama ingat kakak kelas yg nolong Dhea.. ini orangnya..." jawab Dhea antusias..


" wah terima kasih ya nak.. dan siapa namamu..." tanya William...


" perkenalkan om.. Tante.. nama saya Ardinata Abraham as Shiddiq..." jawab Ardi mengulurkan tangan..


" nama om.. William Setiawan dan ini istri om.. Annisa Setiawan... " jawab William..


" senang bertemu dengan kalian..." kata Ardi sopan..


" kak gabung bareng kita aja.. biar gak sendirian... boleh ya pa.. ma.." ajak Dhea..


" iya dong sayang.. gabung saja Ardi.." kata William..


" baik om.. dan terima kasih.." kata Ardi..


Dhea begitu bahagia bisa bersama ardi.. dan kedua orang tuanya juga terlihat begitu nyaman dengan keberadaan Ardi..


mereka menghabiskan waktu untuk makan dan jalan jalan.. Dhea begitu ceria.. Ardi yg biasa terlihat cool dan datar.. tapi bersama Dhea dia jadi sosok berbeda.. bahkan Ardi terus tertawa bersama Dhea...


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


kini Rissa. Sandra dan Wulan sudah naik pesawat menuju ke Surabaya.. kini pesawat mereka sudah mendarat di bandara Juanda Surabaya..


kini mereka mampir ke rumah besar Shiddiq di sana juga ada Lia dan Surya yg sedang berkunjung..


Bu Mala begitu bahagia melihat kedua cucu perempuan nya yg datang bersama Wulan.. Bu Mala menang mengizinkan sandi untuk pindang ke Jakarta...


" wah.. cucu cucu Oma yg cantik datang..." kata Bu Mala..

__ADS_1


" Oma.. kami kangen.." jawab Rissa dan Sandra...


" kalian menginap atau gimana.." tanya Bu Mala..


" tidak bisa Bu.. nanti malam Rissa harus masuk ke pondok putri..." terang Wulan..


" loh.. mondok di mana..." tanya Bu Mala..


" mereka mondok di tempat yg sama dengan bayu dan kenji Bu.. di tempat ust. Haris Maulana..." terang Wulan..


" baiklah.. nanti Oma bisa sekalian jemput kalau ada pengajian di sana ya sayang .." terang Bu Mala..


" iya Oma.." jawab Rissa..


" Lia bagaimana pernikahan kalian..." tanya Wulan..


" Alhamdulillah baik.. dan kami juga punya kabar baik..." kata Lia..


" apa Lia.. " tanya Wulan antusias...


" aku sedang hamil 3 bulan dan aku tak menyangka akan di percaya oleh Alloh untuk hamil..." kata Lia...


" aduh.. kak Surya tok cer ya..." goda Wulan..


" kamu gak mau nambah lagi kakak ipar... wih.. biar tambah rame rumah ibu.." kata surya


"GAK BOLEH..." teriak Sandra dan Rissa bersama..


", kan di jawab sama kedua gadis ku.. hahaha" terang Wulan..


Surya dan Lia tertawa mendengar penolakan dari dua gadis itu.. tak lama datang Rafi dan Vita yg akan mengajak Bu Mala berangkat ke Jakarta...


" assalamualaikum semua.. loh kakak ipar sama dua gadis cantik mami..." kata Vita..


" waalaikum salam mami..." kata Sandra dan Rissa yg memeluk Vita..


" aduh mami kejepit nih.. kalian udah gede aja sih..." kata Vita..


" kan di gedein sama papa mami.." jawab Sandra.. sedang Rafi tersenyum melihat kedua gadis itu..


" hai kak Sandra dan kak Rissa..." sapa Dera dan deren..


" hallo juga.. " sapa Sandra dan Rissa yg memeluk dera..


mereka pun sekarang berkumpul sambil berbincang karena sudah lama tak kumpul... dan membuat rumah kembali hidup dengan teriakan keempat orang remaja yg saling main dan meledek...


.


.


.


.

__ADS_1


mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih


__ADS_2