
kini Rissa sedang berada di mobil James dan Sandra sudah di bawa oleh Edward karena ingin meminta bantuannya..
Rissa ingat jika pak Jay mengatakan ada masalah dengan perusahaan James.. Rissa mengirim pesan pada crish dengan sedikit ancaman..
" crish... aku dengar ada masalah dengan perusahaan suamiku.. tolong jelaskan masalahnya dan jangan sampai suamiku tau.. atau aku akan membuatmu menyesal...." isi pesan Rissa..
" bisa kah kamu menyimpan ponsel mu saat dengan ku..." kata James datar..
" maaf..." jawab Rissa..
" huh.. kenapa jadi sedatar triplek sih.. bikin pusing saja..." gumam Rissa..
James hanya sedang kepikiran tentang keadaan perusahaannya.. James tak sadar malah sekarang Rissa juga kena imbas nya..
sedang kini Sandra ikut Edward pulang ke rumah keluarga Folke.. karena ancaman mama Edward karena tak mau di jodohkan..
" ayo turun.. " kata Edward..
" gak mau.. aku gak mau ikutin kebohongan mu.. " kata Sandra..
" ayolah.. aku akan menuruti semua keinginanmu..." kata Edward...
" baiklah.. tapi kau tak boleh bohong oke.. harus menuruti semua keinginanku..." kata Sandra..
" baiklah nona besar..." kata Edward..
kini Sandra mengikuti drama yg di buat Edward.. Sandra menarik nafas dalam dalam..
kini mereka berjalan masuk.. baru juga membuka pintu sebuah bantal melayang mengenai wajah Edward..
" buahahaha... " tawa Sandra pecah melihat wajah Edward..
Edward melihat Sandra datar.. Sandra langsung menutup mulutnya..
" hei anak nakal... kenapa kamu tak datang saat perjodohan kemarin..." kata mama Ina.
" mama.. aku sudah punya pacar.. dan ini pacarku.." jawab Edward..
" siang Tante..." sapa Sandra sopan.. dan langsung mencium tangan mama Ina..
" kamu dari Indonesia..." tanya mama Ina..
" iya Tante..." jawab Sandra..
" beruntung kau anak nakal.. siapa namamu sayang.. aduh cantiknya calon menantu mama..." kata mama Ina..
kini mama Ina duduk di samping Sandra.. sedang Edward di cuekin karena mama Ina sedang marah padanya...
" nama saya Casandra Adeline Sandiaga.." jawab Sandra..
" kamu putri ke-empat dari pengusaha Sandiaga putra as Shiddiq..." tanya mama Ina..
__ADS_1
" iya ma.. mama kenal papa.." tanya Sandra..
" siapa yg tak kenal pengusaha sukses asal Indonesia itu.. dan tak ku sangka kamu mau dengan ank nakal itu.." kata mama Ina..
" kak Edward baik kok ma.. apalagi sekarang dia menjadi dokter dari saudara kembarku.." kata Sandra..
" bukannya Edward adl dokter pribadi kelurga Smith.. kok bisa jadi dokter saudari mu sayang..." tanya mama Ina..
" saudariku istri dari James Tante..." jawab Sandra..
" uhh.. baiklah.. bulan depan kita ke Indonesia untuk berkunjung dan meminta gadis cantik ini ke Keluarga nya..." kata mama Ina..
" aduh ma.. jangan buru buru.. Sandra masih kuliah..." kata Edward..
" tak masalah.. mama tak melarang dia kuliah.. mama hanya mau kalian cepat menikah..." kata mama Ina..
Sandra sudah melotot ke arah Edward karena itu di luar rencana.. apalagi Sandra masih trauma dengan kegagalan pernikahannya bersama Bima..
" maaf Tante.. tapi kalau boleh Sandra jujur.. Sandra baru saja gagal menikah.. mungkin keluarga Sandra tak akan semudah itu menerima lamaran keluarga Tante.." kata Sandra..
Edward terdiam.. dia tak tau jika Sandra mengalami hal buruk seperti itu..
" biar kami yg meyakinkan keluargamu.. dan kalian tinggal menyiapkan diri kalian saja..." kata Andrian Folke ayah Edward...
" lihat papa Edward sudah setuju.. jadi kalian tinggal terima beres.." kata mama Ina..
" baiklah aku ikut saja..." jawab Sandra pasrah.. sedang Edward merasa hidupnya terancam...
tak lama email dari crish masuk.. Rissa kaget melihat penjelasan dari crish yg mengatakan jika perusahaan sedang sangat krisis..
dan jika tak ikut acara fashion show untuk memperkenalkan kain yg di produksi oleh perusahaan James di pastikan perusahaan itu pasti bangkrut..
Rissa ingat jika Wulan adl pembuat desain terbaik karena rancangan nya selalu luar biasa..
Rissa menghitung jam antara Belanda dan Jakarta.. setelah itu memutuskan untuk menelpon Wulan..
Tut.. Tut.. Tut... bunyi nada sambung..
" assalamualaikum mama..." kata Rissa..
" waalaikum salam sayang... bagaimana kabar kalian..." tanya Wulan..
" Rissa baik ma.. dan Sandra sedang ikut ke rumah calon mertuanya... apa mama sibuk.." tanya Rissa..
" tidak sayang.. mama sedang santai dengan papamu.. ada apa seperti nya ada masalah..." tanya Wulan..
" mama tau saja... mama boleh Rissa minta desain mama untuk gaun pengantin dan pesta.. tapi yg belum pernah di publikasikan.." kata Rissa..
" buat apa sayang..." tanya Wulan..
" aku ingin menjadikanya sebagai baju pesta karena aku sering menghadiri pesta tapi aku tak nyaman dengan baju dari desainer di sini ma... apa boleh..." bohong Rissa..
__ADS_1
" iya nanti mama kirim lewat email.. dan salam untuk saudarimu.. kata papa jika sudah siap suruh melamar ke Jakarta ya.. dan kalian bik baik di sana..." pesan Wulan..
" baik mama.. Rissa sayang mama.. dan mama yg terbaik..." kata Rissa yg sudah mematikan telpon..
kini Rissa menuju ke kamarnya dan mengambil laptop nya.. dan ternyata Wulan sudah mengirim berbagai gambar kepada Rissa...
Rissa mencoba membuat desain dengan acuan desain milik Wulan.. dan Rissa menyelesaikan dua gun pengantin.. dan juga 5 gaun pesta.. Rissa menyimpan gambarnya dan melihat jam.. ternyata sudah jam makan malam..
Rissa turun dan melihat pak Jay yg sudah selesai menata meja makan..
" pak.. kak James kemana.. apa belum turun.." tanya Rissa..
" maaf nyonya.. tuan tak ingin di ganggu.. " jawab pak Jay..
Rissa nekat menghampiri James di ruang kerjanya.. Rissa mengetuk dan masuk ke dalam..
terlihat James sedang memejamkan mata saat Rissa masuk.. Rissa tak tega membangunkannya tapi Rissa tak mau James sakit karena terlalu lelah dan lupa makan..
" kak.. ayo kita makan malam.. " ajak Rissa..
" kau makan saja dulu.. aku sedang sibuk.." jawab James sambil kembali sibuk dengan berkas berkasnya...
" tapi kakak akan sakit jika tak makan.." kata Rissa...
" keluar... aku sedang sibuk..." bentak James..
air mata Rissa langsung jatuh mendengar bentakan dari James.. Rissa tak pernah melihat James yg begitu kasar.. Rissa berlari menuju ke kamarnya dan menguncinya..
Rissa menangis di dalam kamar... sedang Sandra tiba tiba merasa hatinya sangat kacau..
" kak Edward ayo pulang.. perasaan ku tak enak..." kata Sandra..
" tapi sayang kita akan malam bersama..." kata mama Ina..
"maaf Tante.. saya takut terjadi sesuatu pada Rissa karena dari dulu tubuhnya sangat lemah..." jelas Sandra cemas..
" baiklah.. lain kali kita makan bersama..." jawab papa Andrian..
" baiklah.. ma.. pa.. aku mengantar Rissa pulang ya.. lain kali kita makan bersama..." kata Edward mengandeng tangan Sandra yg cemas..
di mobil Sandra terus berdoa.. entah kenapa tiba tiba perasaan cemasnya muncul.. Edward mengebut karena melihat wajah kuatir Sandra...
". semoga tak terjadi sesuatu padamu gadis bodoh..". doa Sandra..
.
.
..
Mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘😍😘😍😘 terima kasih
__ADS_1