
Rissa yg mengetahui semuanya berpura pura terkejut.. Rissa mengepalkan tangannya..
" crish... apa yg terjadi..." teriak Rissa..
James yg mendengar teriakan Rissa kaget.. dia merasa kepalanya berat.. James melihat sekeliling dia kaget saat melihat Khadijah sudah menangis sambil menutupi badannya..
" saya tidak tau nyonya... say tadi sedang berbincang dengan asisten nona Mikhaela.. dan tuan di dalam bersamanya..." jawab crish..
" sudah ku bilang jangan biarkan suamiku sendirian di ruang apalagi bersama seorang wanita..." kata Rissa..
Rissa menuju ke ruang pribadi milik James... Rissa membukanya secara kasar.. James yg tengah memakai celana kaget.. dia melihat Rissa yg sudah menatap nya tajam...
" crish... mulai besok aku ingin melihat semua yg ada di ruangan ini dan juga kamar pribadi suamiku ganti semuanya dengan baru.. jika tidak kau dan Jhon yg akan menanggung semua amarah ku..." kata Rissa..
"baik nyonya..." jawab crish..
James menghampiri Rissa sedang Rissa langsung duduk di kursi kebesaran James...
" sayang.. " kata James...
" jangan sentuh aku.." kata Rissa...
" sayang.. aku tak melakukan apapun.. aku di jebak sayang..." kata James..
Rissa menatap tajam pada James.. tak lama Khadijah datang dengan keadaan yg di buat buat..
" nyonya Smith... saya minta keadilan.. tuan Smith telah melecehkan saya...dan saya ingin keadilan..." kata Khadijah dengan menangis..
" apa yg kau inginkan.. uang.. jabatan.. ketenaran... atau.. ingin menjadi istri dari suamiku..." kata Rissa..
" sayang.. " protes James..
" diamlah.. kau melakukan kesalahan.. dan aku tak mau melihat ayah dari putra putra ku masuk penjara..." kata Rissa...
James memukul tembok hingga terluka.. dia menyesal telah terjebak oleh gadis murahan ini.. dia menyesal karena tak menuruti perkataan dari Rissa...
" apa nyonya akan mengijinkan tuan Smith menikah dengan ku..." tanya Khadijah..
" tentu jika suamiku benar benar melakukan pelecehan terhadapmu.. maka kita lakukan visum untuk memperkuat tuduhan mu..." kata Rissa..
Khadijah kaget karena itu tak bisa terjadi karena jika sampai dia visum maka semu akan terbongkar...
" aku akan menelpon paman Arthur Folke untuk melakukan visum terhadapmu.. jika kau bohong ku pastikan ku akan menyesal selamanya..." kata Rissa..
" aku tak mungkin berbohong..." kata Khadijah..
__ADS_1
" benarkah nona Mikhaela atau nona Khadijah Omar Hanafi..." kata Rissa...
" siapa Khadijah Omar Hanafi.." kata Khadijah takut..
Rissa berjalan kearah khadijah.. dengan sekali tarik rambut palsu itu lepas.. dan juga Rissa merusak samaran Khadijah..
" cih.. bahkan kau menggunakan riasan mu terlalu tebal tapi itu tak menutupi kebusukkanmu nona khadijah..." kata Rissa..
" cih.. tapi suamimu telah melecehkan ku.. jadi dia harus bertanggung jawab.. kalau tidak aku bisa menyebarkan semua foto ini pada wartawan..." kata Khadijah..
" sebelum itu terjadi lebih baik kau lihat dulu berita yg tersebar di luar.. dan apa masih bisa kau punya muka... dan juga... oh.. sudah datang.. silahkan bawa wanita ini..." kata Rissa duduk di kursi kebesaran James..
ada 5 orang pengawal yg datang untuk mengamankan Khadijah.. Rissa menyalakan tv.. Khadijah kaget karena beritanya menjadi topik utama..
dan itu adl rencana yg dia rancang untuk melukai Rissa dan juga menjebak James.. Khadijah marah dan menyerang Rissa...
" kau berani..." kata Khadijah.. mulai menyerang Rissa.. James mencoba melindungi Rissa dan calon putranya..
James menangkap Khadijah yg masih memaki...
"cepat amankan.. dan beri dia pelajaran dan pastikan dia tidak akan bisa kembali ke sekitar kami, kalau perlu buang dia ke tempat terpencil.. dan juga asistennya yg sialan itu..." bentak Rissa...
para pengawal mengamankan asisten Khadijah dan juga Khadijah yg sudah di ringkus.. kini para pengawal membawa Khadijah jauh dari negara itu sesuai perintah Rissa...
" maaf aku kecewa padamu kak.. kamu mementingkan rapat dan apa yg kamu dapat.. untung aku mengetahui semuanya tepat waktu.. jika tidak.. aku tak tau apa yg bisa nenek lampir itu perbuat... dan sebelum kamu mandi besar jangan pernah mendekat.. aku tak mau di sentuh oleh mu..." kata Rissa..
" aku beruntung mempunyai istri seperti mu.." kata James..
" maka dari manjakan aku.. kakak malah sibuk kerja.. aku mau pergi.. aku tidak mau berada di tempat bekas wanita menjijikan dan murahan seperti Khadijah itu..." kata Rissa meninggalkan ruang kerja James..
Jhon yg baru datang binggung dengan kekacauan yg terjadi...
" Jhon.. ganti semua yg ada di kantorku dan ruang pribadiku dengan semua brang yg baru.. dan juga tolong beli box bayi dan simpan di ruang pribadiku..." perintah James..
" baik tuan.. dan ini kuenya..." tanya Jhon...
" sini aku yg bawa.. dan kamu sana mandi.. dan kutunggu di parkiran 30 menit tak datang aku pulang ke indonesia .." ancam Rissa..
" siap nyonya Smith..." kata James.. yg langsung masuk ke kamar mandi di kantornya...
Rissa menuju ke parkiran.. dua asistenya selalu siap mendampingi.. kini Rissa sudah memakan dua potong kue yg di bawakan oleh Jhon tadi..
tak lama kaca mobil di ketuk dan nampak James sudah berdandan casual.. dan juga rambut yg basah..
Rissa tersenyum dan membukakan pintu mobil.. dua asistennya pun pamit.. dan di gantikan oleh dua bodyguard.. dua asisten itu di suruh pulang..
__ADS_1
" kita siap berangkat nyonya..." kata satu bodyguard..
" Hem.. dan berhenti di toko bunga sebelum sampai.." jawab Rissa..
" kita akan kemana sayang.." tanya James..
" aku hanya ingin berkunjung..." jawab Rissa..
mobil berhenti di toko bunga.. Rissa turun dan membeli beberapa bunga lili dan juga Krisan.. kemudian Rissa juga meminta tulip berbagai warna..
Rissa memerintah kan untuk menaruh semua bunga di bagasi.. kini mereka pun kembali melanjutkan perjalanan...
James mulai sadar mereka menuju kemana..kini mobil memasuki area pemakaman yg sangat luas dan hijau.. mobil mereka berhenti di sebuah bangunan yg terlihat seperti kastil kecil dan begitu asri...
para bodyguard sudah turun dan membawakan bunga... James sudah lama tak menginjakkan kaki nya di bangunan itu..
Rissa mengandeng tangan James dan berjalan bersama.. saat pintu di buka oleh penjaga makam.. Rissa melihat raut wajah James..
Rissa meminta bunga dan memberikannya pada James... kini Rissa mengajak James untuk duduk... James menaruh bunga pada kelima makam itu..
itu adl makam keluarga Smith... Rissa berdo'a untuk mertua, kakek nenek dan juga adik dari James..
James menangis di depan makam keluarganya.. Rissa memeluk James.. Rissa menepuk punggung James agar tenang..
"kamu tak sendiri hubby.. aku dan dua pangeran kita akan segera lahir.." kata Rissa..
" terima kasih.. kamu mau bersama ku dan juga menerimaku.." kata James..
" aku yg beruntung punya kamu di sisi ku..." kata Rissa..
.
.
.
mampir ke novel Secret Daddy ya...
.
.
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih
__ADS_1