
saat akan pulang Aisyah mendapat sebuah pesan dari dokter Wibowo. dia mengatakan jika sepupunya sedang berada di Surabaya.
Aisyah pun ingin menemui sepupu dokter Wibowo karena dia sangat terkenal di Jakarta.
"maaf ya papa, aku tak bisa ikut dengan kalian, aku lupa jika ada janji dengan sahabatku," kata Aisyah.
"baiklah Aisyah, tapi jangan pergi sendiri, ajak Alex bersama mu," kata Arka.
"tidak usah papa, biar aku naik taksi, dan nanti biar mobilku diambil oleh mang Udin," kata Aisyah.
"baiklah terserah kamu saja," jawab Arka yang kini pergi dengan Syafa.
Aisyah pun mencegat taksi dan langsung pergi dari sekolah, butuh 45 menit untuk dia sampai di klinik milik dokter Wibowo.
saat sampai seorang suster memintanya untuk langsung masuk ke dalam ruangan, ternyata sudah ada dokter Wibowo, dokter Sasa dan dokter Ciko.
"Aisyah, akhirnya kamu datang, oh ya perkenalkan dia sepupuku dan suaminya," kata dokter Wibowo.
"Aisyah Putri Samudera," kata Aisyah menjabat tangan Sasa.
"dokter Sasa dan suami saya dokter Ciko, oh kebetulan kita langsung melakukan pemeriksaan saja," kata Sasa.
"baiklah, biar ku siapkan semuanya," kata Wibowo.
Sasa sedang menjelaskan semua pada Aisyah, setelah itu mereka pun mulai. saat mulai USG Sasa terkejut melihat layar.
sedang Ciko masih memeriksa detak denyut jantung milik Aisyah yang di bawah rata-rata dan tak teratur.
"Wibowo kamu membuatnya hamil?" tanya Sasa murka.
"apa Aisyah hamil secepat itu," kaget Wibowo.
Ciko pun terkejut, Aisyah tak menyangka jika dia bisa hamil secepat itu, dan ini adalah yang Aisyah inginkan.
"apa yang kamu katakan, jika dia hamil itu membahayakan nyawanya untuk saat ini, dan kita harus terus mengawasi kondisinya," kata Ciko.
"apa aku tak bisa tinggal disini saja, aku tak mungkin bisa meninggalkan suamiku," kata Aisyah.
"tapi peralatan di sini sangat kurang Aisyah,dan di sana kamu akan di awasi langsung oleh Sasa dan Ciko," kata Wibowo.
"baiklah biar nanti aku berbicara dengan Suamiku," kata Aisyah.
"baiklah biar aku antar Aisyah," kata Wibowo.
keduanya sempat berhenti membeli beberapa buah dan juga cemilan pinggir jalan.
dokter Wibowo pun sudah mengantar Aisyah pulang ke rumah, tapi saat Aisyah akan turun tiba-tiba seat belt tak bisa terbuka.
dokter Wibowo pun membantu Aisyah membukanya, Jacob menghampiri mobil dokter Wibowo dan mengetuk kaca mobil.
__ADS_1
Aisyah pun menoleh dan melihat Jacob berdiri dengan wajah masam, "terima kasih," kata Aisyah pada dokter Wibowo.
Aisyah pun turun dan membawa semua belanjaannya, sedang dokter Wibowo harus kembali pulang karena masih ada beberapa hal yang harus di lakukan olehnya.
saat Aisyah masuk ternyata semua orang sudah berkumpul, dan juga Edward yang membawa obat di tangannya.
"Aisyah papi ingin berbicara dengan mu, ayo ikut," kata Edward sedikit marah.
"tapi-" jawab Aisyah takut.
Jacob langsung mengajak Aisyah masuk ke ruang kerjanya bersama Edward, sedang Jessica melihat Jacob sudah tak enak.
"mommy..." mohon Jessica.
Rissa mengangguk dan ikut masuk ke dalam ruangan kerja itu, di sana terlihat Aisyah yang sudah ketakutan.
"jika kalian ingin membahas sesuatu, tolong pelan-pelan, tak usah marah," kata Rissa yang duduk di sebelah Aisyah.
"Aisyah papi tanya, ini kenapa obat mu bisa berubah isinya, dan papi tau benar ini bukan isi dari obat yang papi berikan," kata Edward serendah mungkin agar tak menakuti Aisyah.
"itu itu vitamin papi," jawab Aisyah.
"Aisyah jujur nak, ini demi kebaikan mu," kata Edward lagi.
"itu vitamin agar aku bisa hamil secepatnya," jawab Aisyah.
"Jacob tenangkan dirimu," kata Rissa.
"mom, tolong bilang padanya, aku mencintai dia, aku tak peduli dengan anak apalah itu, tapi dia bisa senekat itu," kata Jacob sudah membanting semua barang.
Aisyah hanya menangis melihat kemarahan Jacob begitu besar padanya. Edward mengambil tangan Aisyah dan memeriksa denyut nadinya.
"bilang padanya mom, dia bisa membuatku mati setiap hari karena keputusannya, aku bahkan tak bisa hidup di dunia ini tanpanya," kata Jacob yang terduduk di lantai.
Rissa pun menenangkan putranya itu, sedang Edward tak menyangka jika keputusan Aisyah sudah menghadirkan janin.
"berapa Minggu?" tanya Edward pada Aisyah.
"maafkan aku..." kata Aisyah sudah menangis.
"Aisyah! papi tanya berapa Minggu!" bentak Edward.
mendengar itu Jacob langsung melihat Aisyah dan langsung membawanya keluar dengan marah.
"aku mohon maafkan aku... dia keinginanku," mohon Aisyah.
Jacob menahan langkahnya, dia berbalik dan mencengkram kedua lengan Aisyah dengan kuat.
"aku tidak menginginkannya, jadi dia harus di hilangkan, aku tak ingin dia ada saat kau tak bisa menjaganya," kata Jacob marah.
__ADS_1
Jacob pun kembali menyeret Aisyah keluar ruang kerja, Edward dan Rissa sudah mencoba menahan tapi Jacob tak mendengarkan perkataan dari keduanya.
"mas! maafkan aku, tolong biarkan aku membesarkan dia, dan biarkan aku merasakan menjadi seorang ibu," mohon Aisyah.
"aku tidak bisa menerimanya!" teriak Jacob begitu keras.
semua orang pun kaget mendengar teriakkan Jacob, "tapi aku tak mau membunuhnya," jawab Aisyah yang menjauhi Jacob.
"terserah tapi aku tak ingin dia ada, jadi gugurkan," kata Jacob.
"tidak," jawab Aisyah.
plak... tamparan di berikan oleh James pada Jacob, "kenapa kau ingin membunuh anakmu sendiri, dia bahkan tak salah dan tak mengerti apapun," kata James yang juga marah.
"tapi James, ini bukan seperti keadaan seperti Rissa atau pun Oma, ini bisa membahayakan kesehatan Aisyah, dan bisa membunuhnya," kata Edward menjelaskan.
"tidak, aku akan membesarkan bayiku, meski aku harus kehilangan nyawa karena nya," kata Aisyah.
"kalau begitu pergi dari sini,aku membencimu Aisyah, ku hanya mementingkan ego mu dan tak pernah benar benar mencintaiku," kata Jacob.
semua orang terdiam mendengar ucapan Jacob, Aisyah juga tak menyangka jika Jacob bisa mengucapkan kata-kata itu.
"apa salahnya aku ingin mempertahankan buah cinta kita, asal kamu tau aku selalu mencintaimu, tapi hanya satu keputusan ku, dan kamu membenciku, baiklah aku pergi dari sini," jawab Aisyah.
Aisyah pun masuk ke dalam kamarnya dan membawa semua baju dan juga dokumen penting.
Aisyah pun memasukkan foto dirinya bersama Jacob, Jessica membujuk Aisyah tapi tak di tanggapi sana sekali.
saat Aisyah turun, semua mencoba membujuk Aisyah, tapi Jacob malah membuang muka melihat istrinya pergi.
"Aisyah tolong jangan pergi, Jacob hanya sedang marah nak, dua tak sungguh-sungguh mengatakan itu," kata Jacob.
"tidak mom, aku memang tak pernah pantas menjadi menantu keluarga ini, aku sudah kehilangan suamiku yang selalu berkata lembut dan penuh kasih sayang, maaf aku harus pergi," kata Aisyah pergi.
Rissa dan Jessi akan mengejar nya, tapi si tahan oleh James, "biarkan dia pergi, jangan menambahkan luka yang sudah tergores oleh putra mu," kata James.
di depan rumah seseorang sudah menunggu Aisyah dengan senyuman hangat, "akhirnya kamu membutuhkan ku, semoga kau tak mengecewakan aku lagi ya Aisyah sayang," kata seseorang itu.
"sudah tutup mulutmu, sekarang bawa aku pergi dari sini," kata Aisyah.
"tentu kemanapun ratu ingin pergi, hamba siap mengantarkan," jawabnya lagi.
sebelum masuk, Aisyah kembali melihat rumah yang sudah tiga tahun ini dia tinggali, dan begitu sakit saat melihatnya.
Jacob yang sadat pun langsung berlari keluar rumah, ternyata Aisyah sudah naik mobil dan pergi.
Jacob berlari tapi tak bisa meraihnya, kini Jacob menyesal telah berkata buruk pada Aisyah.
"Aisyah!" teriak Jacob yang berlutut di jalan dan melihat mobil itu menjauh.
__ADS_1