Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
ngidam


__ADS_3

Eko masih malu karna perkataan Wulan..


"pak Eko aku mau makan cilok bumbu kacang . terus sama es kelapa ijo sama ayam crispy ya..." kata Wulan


sedang Bu Sena geleng geleng mendengar permintaan Wulan yg begitu banyak...


" iya nona.." jawab Eko sambil meninggalkan Wulan dan Bu Sena..


" sayang... emang kamu bisa menghabiskan semuanya... kok banyak banget..." tanya Sena


" iya Bu.. habis aku lapar.. maklum ada tiga di sini Bun.." kata Wulan mengelus perutnya...


"iya dech.. ni ngomong ngomong para bapak bapak ini rapatnya lama banget sih..." gerutu Bu Sena..


" sabar Bu.." kata Wulan sambil minum air putihnya...


setelah menunggu 30 menit Eko datang membawa bungkusan yg begitu banyak..


" ini nona pesanannya.." kata Eko meletakkan pesanan Wulan..


Wulan membuka bungkusan dan mulai memakan ayam crispy dan cilok... Bu Sena ikut makan bersama Eko..


tak lama viktor dan yg lain memasuki ruangan sandi..


"wah.. makan besar nie..." kata Viktor melihat makanan di meja


" iya nie bumilnya... yg minta.." kata Bu Sena


" dek minta dong cilok nya..." minta sandi


" tumben mas sandi suka cilok... " tanya Wulan binggung..


"gak tau suka aja..." kata sandi sudah memakan cilok hingga habis..


"mas itu cilok Wulan.." kata Wulan


"itu masih ada ayam crispy.." kata sandi


" kamu mau apa biar bang Zain belikan dech.." kata Zain..


"emm.. mau kepiting asam manis sama udang goreng tepung ya..." kata Wulan..


" ya Allah nak... kamu makan ayam crispy dan cilok.." kata Bu Sena


" tapi Wulan masih laper Bu.." kata Wulan..


" baiklah kita pulang saja.. kita makan di rumah sekalian membahas acara tujuh bulanan buat istri mas ini..." kata sandi yg sudah di angguki semua orang..


akhirnya mereka semua menuju rumah utama sandi satu mobil bersama Wulan. eko.dan ken.. sedang Zain membawa mobil untuk Viktor dan Sena..


tak lama mereka telah sampai di rumah besar Shiddiq... mereka di sambut oleh pak Joko .. sandi mengajak semuanya untuk masuk..


Bu Mala dan Bu Sena langsung akrab sedang para pria masih membahas tentang saham... berbeda dengan pasangan calon ibu dan ayah tersebut dengan berdebat...


perdebatan kecil sering terjadi terutama Wulan yg sudah mulai melakukan aktifitas meski sudah dilarang sandi..

__ADS_1


Wulan menghampiri Bu Mala dan Bu Sena.. mereka mulai membahas acara tujuh bulanan yg akan di lakukan secara meriah..


" nak acara tujuh bulanan kamu akan di lakukan di ballroom hotel dan mengusung acara adat Jawa " kata Bu Mala..


" Bu apa tak berlebihan ya... kan cuma acara tujuh bulanan..." kata Wulan..


" tidak sayang anggap saja sekalian pengumuman pernikahan kamu dan sandi yg ke satu tahun..." kata Bu Mala..


ya acara tujuh bulanan bertepatan dengan anniversary pernikahan mereka yg pertama.. itu sebabnya acara akan di laksanakan dengan meriah...


" baiklah... terserah para ibu negara saja..." kata Wulan pasrah..


Wulan hanya bisa mengikuti ke inginan dari dua wanita tersebut...


tanpa terasa setelah musyawarah tentang acara tujuh bulanan... akhirnya mereka makan malam bersama karna Viktor dan yg lain akan kembali ke Surabaya...


makan malam terlaksana dengan hangat... banyak canda tawa terdengar..


setelah kepergian Viktor dan keluarga... sandi mengajak Wulan untuk beristirahat di kamar... setelah menidurkan Wulan di ranjang sandi meminta pak Joko mengirimkan susu hamil untuk Wulan...


tak lama pak Joko sampai di depan kamar sandi dengan membawa gelas berisi susu..


sandi pun menerimanya kemudian memberikannya pada Wulan... setelah meminumnya.. Wulan menatap sandi..


"mas sandi punya uang cash..." tanya Wulan..


"ada dek... mau buat apa..." tanya sandi


" emm.. aku minta 10jt dong..." kata Wulan menjulurkan tangannya...


setelah menerima uang tersebut Wulan melipatnya menjadi beberapa lipatan.. setiap lipatan berisi 500rb..


setelah selesai Wulan mengambil tas dan menyimpannya... sandi makin di buat binggung oleh kelakuan Wulan...


" mas aku ingin ke tempat pertama kali mas mengajakku makan bersama di gedung Shiddiq Grub..." kata Wulan..


" besok yg dek... ini dah malem..." kata sandi


" gak aku mau ya sekarang.. " rengek Wulan..


Wulan sudah mulai berkaca kaca karna sandi terus menolak... sandi yg melihat sang istri pun akhirnya luluh di hadapan Wulan...


" baiklah.. tapi kamu pakek jaket tebal... biar tak masuk angin ya..." kata sandi..


Wulan bersorak senang.. akhirnya sandi membawa Wulan menuju garasi setelah itu sandi mengajak Wulan masuk ke mobil sport hitam kesukaan sandi..


kini mereka sudah berada di jalan yg sepi hanya para pencari recehan yg masih terjaga...


Wulan tak sengaja melihat dua orang tua sedang tidur di depan pertokoan.. sepertinya mereka adl pemulung...


saat berhenti sandi binggung melihat Wulan keluar dari mobil tanpa pamit pada sandi dan menghampiri pemulung tersebut..


sebenarnya sandi akan melarang tapi saat melihat sang istri memberikan uang pada pemulung tersebut sandi malah tersenyum...


setelah selesai Wulan kembali mengajak sandi berkeliling... tak hanya sekali mereka terus berhenti ketika Wulan melihat orang yg membutuhkan...

__ADS_1


tak terasa uang yg di berikan oleh sandi telah habis... Wulan mengajak sandi untuk kembali ke rumah karna sudah mengantuk..


tapi saat akan memasuki perumahan Wulan melihat seorang kakek berjualan kacang dan jagung rebus...


" mas berhenti sebentar..." kata Wulan


sandi pun menghentikan mobilnya di dekat pos jaga satpam perumahan mewah tersebut...


" malam tuan nyonya..." sapa para satpam..


"malam.." jawab sandi..


sedang Wulan sudah menghampiri penjual jagung tersebut... Wulan membeli satu jagung dan menikmatinya.. sandi pun menghampiri sang istri yg terus berbincang dengan penjual tua itu...


"dek ayo pulang.. sudah malam..." kata sandi..


" bentar mas... aku masih ingin makan jagung rebus dan kacang nya.. kan BPK nya belum bisa pulang kalau tak habis..." kata Wulan sambil memakan jagungnya


sandi hanya bisa mengeleng melihat kelakuan istrinya yg kadang sudah di tebak...


" Mbah... tolong panjenengan bungkus be Kabeh sadean e... amergi kanjeng e di andomaken Ten pak satpam Ten mriko nggeh..." kata Wulan


" inggeh neng.." jawab penjual tersebut..


penjual pun membungkus kacang dan jagung dan memberikan pada Wulan tapi sudah di ambil sandi duluan..


"mas tolong itu di kasih ke para pak satpam itu ya..." kata Wulan


sandi langsung pergi meninggalkan Wulan bergegas memberikan camilan pada para satpam di pos tersebut..


Wulan pun menanyakan berapa harga semuanya..


" Mbah... sedoyo wau punten regine Mbah..." tanya Wulan..


" Pitung poloh limo neng... Kabeh.." jawab penjual tua tersebut..


Wulan mengambil uang 2jt dan di berikan pada penjual tersebut...


" Mbah Niki enten sekedik rejeki kangi Mbah lan putune " kata Wulan memberikan uang


" neng Niki kakean..." jawab sang kakek mengembalikan uangnya..


" Niki rejekine Mbah... saking Gusti Alloh SWT... Mbah trami nggeh..." kata Wulan sudah meninggal kan penjual itu..


dari jauh sandi melihat sang istri yg begitu dermawan pun bahagia... masih ingat pada orang orang yg membutuhkan... bahkan dia tak pernah melihat Wulan membanggakan sebagai istri seorang CEO Shiddiq Grub...


.


.


.


.


Mohon dukungannya ya dengan like komen dan vote 😘😍😘😍

__ADS_1


terima kasih atas dukungan ya


__ADS_2