
Aline sudah kembali ke ruangannya. sedang semua tim menatap Aline binggung.
"Bu bos kenapa masih kesini, mang masih kerja ya?" tanya Feby.
"Iya kenapa, aku masih harus selesai kan satu kontrak ini baru berhenti, jadi semuanya tolong bantuannya ya," kata Aline tersenyum manis.
"Baiklah, ayo semua semangat!" teriak dinas semangat.
kini semua sedang sibuk dengan berkas kerja sama dengan perusahaan milik Lui yang sedang membangun resort di Lombok.
Ken dan Ozil menghampiri para sekertaris nya itu karena ada rapat dadakan dengan klient.
"Siapa yang menangani proyek Lombok?* tanya Ozil.
"Saya dan Aline pak," jawab Aryo pada Ozil.
"kalau begitu kalian berdua ikut kami karena tuan Leo ingin membahas beberapa perbaikan tentang resort." kata Ozil.
kini Aline dan Aryo berjalan mengikuti Ozil, ternyata Ken sudah menunggu di lobi, bahkan Ken sibuk dengan ponselnya dari tadi.
mobil sudah siap, Aryo duduk di samping Ozil sedang Aline duduk di samping Ken yang masih sibuk dengan ponselnya.
"Aryo kamu tak butuh bantuan lagi buat beli skincare?" tanya Aline.
"Gak lah kan sekarang udah sama Feby kalau belanja, lumayan lah dia tau kok produk yang cocok," jawab Aryo yang sibuk melihat jalanan.
"Huh, padahal aku juga butuh refreshing nih, oh ya kalian jadian ya?" tanya Aline.
"Hahaha emang siapa yang mau sama gadis bar bar model gitu, aku mah sudah punya cem ceman sayang aja udah keduluan orang." jawab Aryo.
"jangan bilang coklat dulu dari kamu?" tebak Aline.
"kamu aja yang peka atuh Aline, ha-ha-ha" tawa Aryo.
tanpa mereka berdua sadari Ken sudah menatap tajam istri dan juga sekertaris nya itu.
"Salah sendiri kenapa bilang dari pengagum rahasia segala." kata Aline yang terus memancing kemarahan Ken.
"Habis situ orang kok susah banget di deketin, udah gitu Bru sebulan eh udah bilang nikah aja." jawab Aryo.
__ADS_1
"ya mau gimana udah jodoh, sayang jodoh nya lebih suka dan cinta ponselnya dari pada sama aku." jawab Aline melirik Ken kesal.
Aryo langsung diam tak bersuara lagi, Aryo yakin jika Ken sudah menahan kesal sebab obrolannya dengan Aline yang kelewatan.
"beh, ini mah Aline ngajak perang dunia, semoga aku aman ya Alloh," batin Aryo ketakutan.
"nona kenapa anda memancing amarah tuan muda," batin Ozil melirik Ken dari kaca spion.
sedang Aline hanya sibuk dengan melihat jalanan, saat mobil berhenti di samping sebuah taman.
Aline melihat begitu banyak anak TK yang bermain di sana, tanpa sengaja air mata Aline menetes.
"ya Alloh aku tau jika ku lebih sayang padanya, tapi aku mohon tolong percayakan kami seorang anak agar kami bisa mendidik nya agar bisa menjadi orang yang berguna bagi agama MU," doa Aline dalam hati.
Aline pun buru buru menghapus air matanya. Ken tak sengaja melihat Aline yang menangis.
"Alloh akan memberikan kita saat kita sudah siap sayang," kata Ken.
Aline pun menatap Ken begitu dalam, sebenarnya dia tau jika untuknya hamil sedikit riskan karena kandungannya yang begitu lemah.
"seandainya aku tak bisa memberi anak padamu mas, nikah kau menikah lagi?" tanya Aline dan mengejutkan semua orang.
Aryo tak pernah melihat kemarahan Ken yang begitu besar, bahkan Ozil juga sedikit terkejut dengan amarah Ken.
Aline masih dalam tangisnya, dia kembali hancur saat ini, Ken yang sadar langsung memeluk Aline.
"maafkan aku yang membentak mu sayang..." lirih Ken sedang Aline hanya menangis.
"Aku sudah pernah bilang padamu berhenti mengungkit hal itu, aku hanya mencintaimu seumur hidup ku, dan jika kau meminta lagi lebih baik ku membunuhku saat ini juga." kata Ken sambil mengecup puncak kepala aline.
"maafkan aku mas, aku hanya terbawa suasana karena aku mengingat yang lalu, aku mohon jangan bicara seperti itu aku bahkan tak bisa membayangkan hidupku tanpa mu," kata Aline.
kini Aline pun sudah sedikit tenang dan suasana sudah sedikit kondusif, kini mereka semua sudah sampai di restoran yang sudah di reservasi oleh Leo.
"reservasi atas nama perusahaan Aditama properti." kata Ozil.
"iya tuan anda sudah di tunggu, mari silahkan ikuti saya.." kata salah satu pelayan.
mereka pun sampai di sebuah ruang VIP. disana ternyata Ema dan juga Leo sudah hadir serta putra mereka.
__ADS_1
"maaf sedikit telat," kata Ken menjabat tangan Leo.
"tak masalah, kami juga baru sampai kok, mari silahkan duduk," kata Leo.
"hallo ganteng, siapa ini?" tanya Aline.
"Sean aunty, dan lama kita gak jumpa ya Aline." kata Ema.
"iya aunty, terakhir kita ketemu waktu Tante persen bakso dulu." jawab Aline.
"Iya bakso mu dulu enak banget loh, tapi sekarang masih ada kan?" tanya Ema.
"masih dong aunty, tapi sekarang yang jalanin orang kepercayaan ku," jawab Aline.
"maaf ibuk ibuk, kami di sini mau bahas kerjaan kalau anda mu ngerumpi silahkan cri tempat Lain aja ya." kata Leo.
"om yakin mau aku temenin aunty, tapi jika kerjaan gak selesai jangan marah ya," goda Aline.
"om Aline km ketua tim ya." jawab Ken.
"beh.. om lupa jangan dong sayang kalau ini gak selesai bagaimana resort om nanti." kata Leo.
kini mereka semu pun tertawa bersama, kini mereka pun memulai rapat, ternyata resort itu akan di buat sesuai keinginan Ema.
Aline bahkan bisa membantu Ema dalam mendesain agar resort nantinya aman dan nyaman untuk liburan keluarga.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍 terima kasih