
Aline menghampiri Aisyah yang menangis, Aline langsung memeluk gadis itu, "kau baru menyadarinya?" tanya Aline.
Aisyah tak menjawab dan hanya menangis, Aline meminta pak agung pulang bersama keluarganya.
Aisyah memilih diam selama perjalanan, dia merasakan sakit saat mendengar perkataan Jacob yang menyerah.
keduanya mengalami luka yang sama tapi memilih diam, Jacob memilih menjauhi Aisyah, sedang Aisyah mencoba menyadarkan siapa dirinya.
Jessica dan Jasper sedang begitu bahagia malam itu, bagaimana tidak cinta Jessica selama ini ternyata terbalas.
Jacob tak bisa melupakan bayang-bayang Aisyah di otaknya, Jacob mengambil jaket dan memilih keluar.
Jacob berlari menuruni tangga, sedang semua orang sedang berkumpul di ruang keluarga.
"Jack, mau kemana nak?"tanya Rissa melihat Jacob pergi.
"aku ingin ke tempat Justin mom, mungkin aku juga akan menginap di sana, aku pergi dulu," jawab Jacob langsung meninggalkan semua orang.
Rissa binggung melihat sikap Jacob yang berubah, sedang Aline tau jika adiknya itu masih perlu waktu.
"tak usah khawatir mommy, Jack sudah dewasa," kata Aline meyakinkan Rissa.
Rissa pun mengangguk, malam itu Jacob memacu motornya dengan kecepatan tinggi.
sesampainya di club milik Justin, Jacob langsung menuju ke meja bartender, "minuman biasa," kata Jacob.
bartender pun memberikan pesanan Jacob, tak lama Justin menghampiri sahabatnya itu, karena pegawainya yang memberitahu.
"woy, sendirian aja lu, kenapa payah hati lagi?" tanya Justin.
"shit... ya gitulah, gue kayaknya gak bakat punya cewek ya, terus sakit," kata Jacob sambil menenggak minumannya.
"bukan gak bakat bro, lu tuh cuman ketinggian selera loe," jawab Justin.
"sial*n, tak semudah itu masukin cewek ke keluarga Smith, kau tau sendiri mommy dan mbak Aline itu gimana," jawab Jacob.
"ya, aku ingat mbak loe itu kan cucu mafia dari Jepang itu kan," kata Justin.
"udah tau gitu jangan banyak bac*t lah," kata Jacob.
__ADS_1
Justin hanya tertawa sambil menepuk pundak Jacob, kini keduanya pun minum bersama.
tak lama mereka pun turun menikmati alunan musik yang memekakkan telinga itu, bahkan Jacob kini bergoyang di temani para wanita.
setelah puas mereka pun kembali minum bersama, bahkan Justin juga sudah teler begitupun Jacob.
tak di sangka dua orang pria masuk ke dalam club itu, mereka pun mencari keberadaan dari Jacob.
setelah menemukan pria itu, keduanya menghampiri pria yang sudah mabuk berat itu, Kennard langsung menyeret Jacob.
"lepas, loe siapa berani batik gue!" bentak Jacob yang tak bisa melihat dengan jelas.
brug... Kennard yang kesal langsung memukul Jacob hingga tersungkur di lantai, semua orang pun berteriak melihat itu.
"cih, berani nya loe main kasar sama gue, loe gak tau siapa gue," kata Jacob kembali mencoba berdiri meski sempoyongan.
plak, sebuah pukulan mendarat di kepala Jacob dari belakang, Louis sudah muak menghadapi adik terkecilnya itu.
"kalau gak bisa berdiri gak usah bnyak tingkah, pulang sekarang," kata Louis yang langsung membantu Kennard menyeret Jacob pulang.
"lepasin, kalian berani sama gue ya, awas gue bisa menghancurkan kalian nanti, awas kalian," kata Jacob yang terus mengoceh.
Louis mengambil botol air mineral di mobil, dan langsung menyiramkan pada Jacob.
Jacob langsung sadar meski masih mabuk dan sempoyongan, "udah ingat siapa kami," kata Louis.
"kalian berdua, mau apa, aku bisa pulang sendiri," kata Jacob mendorong Kennard yang memeganginya.
"cih, tak usah banyak b*cot, sekarang masuk," kata Kennard langsung mendorong Jacob masuk mobil.
mereka pun membawa Jacob ke sebuah rumah yang sederhana, Louis memberikan minuman. beralkohol lagi pada Jacob.
Kennard dan Louis hanya menyeringai karena Jacob kembali meminum minuman itu, "kau tau Aisyah akan di nikahkan besok, dan kamu tak mungkin bisa memilikinya selamanya, padahal mommy ingin Aisyah jadi menantunya," kata Louis memanas-manasi Jacob.
karena pengaruh alkohol yang begitu besar, Jacob keluar dari mobil dan berjalan menuju rumah itu.
Louis dan Kennard langsung mengundurkan mobil mereka dan mencari tempat yang aman untuk mengawasi Jacob.
keduanya hanya mengawasi adik nya itu dari jauh, Jacob sudah sampai di depan rumah keluarga Aisyah.
__ADS_1
"eh Ken, tuh si Jack gak papa kita biarin ngamuk di rumah orang," tanya Louis.
"tenanglah, jika tak seperti itu, dia dan Aisyah tak mungkin bisa bersama, apalagi kau tau Jacob begitu pintar menyimpan perasaannya," kata Kennard.
"baiklah terserah kau lah," jawab Louis.
brak... brak... brak..
suara Jacob mengendor pintu rumah keluarga pak Agung, mendengar suara itu, semua orang terbangun dari tidurnya.
pak agung, dan kelurga nya pun memeriksa siapa yang bertamu tengah malam begini.
"Aisyah buka pintunya, jangan kau sembunyi, kau menyakiti aku Aisyah, buka pintunya!" suara Jacob mengiba.
saat pintu di buka mereka kaget melihat Jacob dengan mata merah dan bau alkohol yang menyengat.
Jacob langsung menerobos masuk dan mendekati Aisyah, "kenapa kau bisa melukai ku, aku melupakan luka ku yang lalu dengan melihat senyum dan tawamu, dan aku senang selalu melihatmu kesal, tapi kenapa kau menolakku, padahal aku sudah berkali-kali memintamu menikah dengan ku," kata Jacob pada Aisyah.
"tuan muda lepaskan sakit," kata Aisyah.
"aku tanpa sadar Mai mencintaimu Aisyah, kau menyembuhkan luka itu Aisyah, tapi penolakan mu membuat luka itu kembali mengangga, bahkan kau menambahnya dengan memeluk Jasper di depan resort," kata Jacob yang sudah menangis terduduk di lantai.
pak Agung dan Bu Ninik binggung mendengar semua perkataan dari Jacob, bahkan mereka tak menyangka pria itu bisa seperti itu.
tanpa sadar Aisyah ikut meneteskan air matanya, melihat tangisan Jacob yang begitu pilu.
"tuan muda, bukan aku menolakmu, aku hanya ingin punya suami yang seiman, dan bisa membimbingku ke jalan Alloh," kata Aisyah yang ikut duduk di depan Jacob.
"aku mengerti ilmu agama Aisyah, bahkan aku juga hafal semua surat pendek, aku hanya belum bisa meyakini agama Islam saja, asal kau tau keluarga ku adalah umat yang begitu kuat dalam beragama," kata Jacob.
"aku bisa menerima tuan muda, tapi tuan harus mengimani agama Islam dan mau berubah menjadi lebih baik, apa tuan muda bisa," kata Aisyah.
"aku bisa, tapi kita akan saling melukai jika bersama tanpa cinta," kata Jacob.
"sebenarnya aku mulai menyukai tuan muda yang usil dan terus mengangguku, aku merasa begitu sakit saat tadi tuan mengatakan jika tuan ingin menyerah padaku," kata Aisyah.
"terima kasih, aku akan menginggat syariatmu," kata Jacob sebelum jatuh pingsan menimpa Aisyah.
"Allahuakbar, tuan muda!" teriak Aisyah kaget.
__ADS_1