Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
pembukaan butik...


__ADS_3

setelah kejadian pertengkaran Sandi dan Wulan, sekarang Sandi lebih manja pada sang istri, semua kebutuhan yang berkaitan dengannya, harus Wulan yang menyiapkan dan menanganinya.


setelah makan malam Wulan tengah menonton tv bersama sang mertua, dan Sandi sedang di ruang kerja untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan nya.


pak Joko datang menghampiri Wulan untuk menyampaikan sebuah pesan.


"nona ... tuan ingin di buatkan kopi dan cemilan, serta meminta agar di antarkan ke ruang kerja," kata pak Joko.


"iya pak, bu saya buatkan permintaan mas Sandi dulu ya," Wulan yang pamit pada sang mertua.


"iya Wulan, rawat bayi besar itu, huh.. ibu jadi heran, kenapa Sandi makin manja saja sama kamu," ledek Bu Mala.


"ah.. ibu bisa saja, mas Sandi hanya ingin di layani,"kata Wulan malu.


"lihatlah bahkan mantuku pun malu karenanya, hahaha ... baiklah kalau begitu ibu ke kamar ya, mau istirahat dulu," kata Bu Mala seraya meninggalkan Wulan.


pak Joko dan Wulan pergi ke dapur membuat kan permintaan Sandi, Wulan begitu cekatan dalam melakukan tugasnya.


"pak Joko, lebih baik bapak juga istirahat, biar saya yang menemani mas Sandi," kata Wulan tersenyum.


"baik nona, kalau begitu saya permisi," kata pak Joko seraya meninggalkan Wulan yang berjalan ke ruang kerja.


Sandi tengah serius memeriksa berkas dan email dari sekertaris Ken, hingga tak sadar akan kedatangan istrinya.


"assalamualaikum..." salam Wulan masuk ke dalam ruang kerja Sandi.


Wulan tersenyu melihat suaminya yang tengah bekerja, bahkan salam pun sandi tak mendengarnya.


Wulan pun meletakkan kopi dan cemilan di meja kerja Sandi.


"mas ... ini kopi dan cemilannya, apa masih ada lagi yang mas butuhkan, kalau tidak ada saya ke kamar dulu ya," kata Wulan yang akan pergi dari ruang kerja itu.


" tunggu dek, maukah kamu menemaniku di sini?" tanya Sandi.


" tentu mas, aku akan menemani mu, tapi bolehkah sambil baca buku, biar tak bosan," kata Wulan.


Sandi pun mengangguk, Wulan mulai mencari buku di rak ruangan Sandi, yang ternyata penuh buku tentang bisnis.


wulan mengambil dua buku bisnis, dan cara mengembangkannya.


mereka pun larut dalam kesibukan masing-masing, hingga ada pesan yang masuk ke ponsel Wulan.


"jangan lupa besok datang di pembukaan butik, dan ajak mertua serta adik ipar mu ya," pesan Ali pada Wulan.


Wulan pun menepuk keningnya, karena lupa besok ada pembukaan butik awan.

__ADS_1


"mas Sandi.." panggil Wulan.


"hmm..." jawab Sandi yang terus sibuk dengan berkas berkasnya.


" mas ... apa besok aku boleh hadir di pembukaan butik kami berempat,


soalnya Ali memintaku untuk datang, bersama dengan ibu, kak Vita serta kak Salsa?" tanya Wulan.


" emm... boleh tapi kamu ajak Eko, serta satu bodyguard untuk menjagamu, karena pasti besok akan sangat ramai," kata Sandi menatap Wulan yang sudah berdiri di sampingnya.


"terima kasih mas," kata Wulan tersenyum dan reflek memeluk Sandi.


sandi tersenyum mendapat pelukan mendadak itu, sedang Wulan yang sadar melepas pelukannya pada Sandi.


"ayo tidur dek, aku sudah lelah dan jangan menatapku seperti itu," kata Sandi bangkit dari kursinya.


mereka pun berjalan berdampingan, Sandi secara tiba tiba mengendong Wulan ala bridal style.


Sandi membawa Wulan ke dalam kamar, dan mengunci Wulan di atas ranjang.


"mas mau apa?"tanya Wulan takut melihat Sandi yang menyeringai.


"aku mau memakan mu gadis kecil, jadi kamu harus siap," kata Sandi menatap manik coklat Wulan.


Sandi kemudian mencium bibir Wulan sekilas, Wulan yang mendapat ciuman melotot pada Sandi.


" ih... mas Sandi nakal," kata Wulan menutup wajahnya dengan tangan.


Sandi tertawa melihat tingkah Wulan yg mengemaskan, mereka pun tidur bersama.


Sandi yang sudah mulai terbiasa dengan tidur memeluk wulan, Sandi tak bisa kalau harus berjauhan dengan gadis kecilnya.


setelah jama'ah sholat subuh berdua, Sandi akan kembali tidur, sedang wulan telah sibuk seperti biasa, dengan kegiatan paginya menyiapkan keperluan sang suami.


wulan pun membangunkan Sandi, karena harus bersiap ke kantor.


"mas Sandi bangun, ini sudah siang loh," kata wulan seraya duduk di samping Sandi, serta membelai pipi mulus Sandi.


"hmm... aku masih mengantuk dek," kata Sandi memeluk perut Wulan.


"mas.. nanti mas kesiangan, kan hari ini mas ada rapat penting," kata Wulan seraya mengelus rambut Sandi.


" baiklah sayang, mas bangun untuk mu," kata sandi bangun dan mencium wulan sekilas dan sudah berjalan ke kamar mandi.


Wulan hanya tersenyum bahagia, melihat tingkah suaminya yang sangat manja dan romantis itu.

__ADS_1


Sandi telah bergabung dengan Bu Mala di meja makan, sedang Wulan tengah mengambilkan sarapan untuk suami serta mertuanya.


tak di sangka Surya datang bergabung di samping Bu Mala,


"pagi semua," sapa Surya seraya duduk.


"pagi pak polisi, ibu kira kamu masih tidur Surya," kata Bu Mala lembut.


"hei.. Surya kapan datang, kok sudah di rumah saja?" tanya Sandi.


"semalam bang, habis kemarin mau menemui Abang, eh.. kalian lagi main gendong gendongan, jadi aku memilih untuk turun dari pada mengganggu kemesraan pengantin baru," goda Surya.


"hahaha... makanya cepet nikah, jangan kelamaan jomblo, kerjaan mu ngejar maling atau buronan saja, sekali-kali kejar cewek gitu loh Surya," ledek Sandi.


"alah.. gak usah ngeledek deh bang, kalau bukan karna ibu, kamu juga masih jomblo bang," kata Surya sudah cemberut.


Wulan hanya malu mendengar perkataan Surya yang memergoki Sandi tengah mengendong dirinya.


"ibu dan Wulan nanti kalian akan di kawal oleh Eko dan bodyguard, karena aku tak mau wanita yang ku cintai terluka," kata Sandi sambil mengelap sudut bibirnya dengan tisu.


"iya mas," kata Wulan lembut.


"ahh... bukankanya kamu takut istrimu di goda pria sampai memberi kami pengawalan," ledek Bu Mala.


"itu juga bu, he-he-he," kata Sandi cengengesan.


"Surya ikut aku ke kantor, karena hari ini ada rapat direksi, dan kau juga putra di keluarga Shiddiq jadi kau harus ikut, karena aku akan mengenalkan dirimu,"perintah Sandi.


"iya bang, aku akan ikut," pasrah Surya.


Surya malas harus berdebat dengan Sandi, Sandi dan Surya pun berangkat dengan di antar ke depan oleh Wulan.


setelah kepergian sandi ke kantor, Wulan dan Bu Mala sudah berangkat ke butik, di sana sudah ramai, tak lama setelah kedatangan Wulan dan Bu Mala, acara pun di mulai, dari potong pita hingga santunan anak yatim.


Vita dan Salsa melihat Wulan yang tengah tertawa saat bersama para anak yatim, mereka kagum dengan kelembutan yang di miliki oleh Wulan, bahkan kakak ipar mereka itu tak pernah membedakan orang dari status.


setelah itu mereka sibuk melayani pelanggan butik, karena rata-rata adalah pelangan online mereka.


butik mereka sangat ramai hingga membuat mereka kuwalahan, meski sudah memiliki beberapa pegawai.


.


.


.

__ADS_1


mohon dukunganya ya ....


terima kasih. 😉😉😉😉


__ADS_2