
selesai pemakaman. Jacob memilih duduk bersama Aisyah di taman bunga, Aisyah memeluk suaminya itu.
"tenang mas, kita akan membicarakan ini baik-baik, aku yakin Chintya pasti bisa selamat," kata Aisyah.
"entahlah, kenapa semua harus terjadi seperti ini, aku binggung, bahkan Daddy sekarang masih mencoba bertanya pada uncle Jhon," kata Jacob.
Aisyah hanya bisa menenangkan Jacob, bukan apa-apa, Aisyah tau jika saat ini Jacob begitu banyak pikiran.
sedang di rumah sakit, Julian, Jasper dan Jessica sedang menunggui operasi dari Chintya.
"sayang kamu bisa pulang dulu, biar aku di sini bersama Julian," kata Jasper.
"ya kamu pulang dulu ke istana Baskara juga bisa, aku sudah menyiapkan kamar untuk kalian dan juga gadis kecilku," kata Julian yang khawatir melihat Jessica.
"baiklah Julian, terima kasih dan tolong segera hubungi kami tentang kondisi Chintya," kata Jessica.
"tentu, minta Anastasya mengantar kalian,dan nanti di rumah sudah ada pak Din yang bisa membantumu," kata Julian.
Jessica pun pergi bersama Ivy dan Anastasya, sedang Julian masih belum tenang kalau belum melihat Chintya.
"tenang Julian, dia pasti akan baik-baik saja," kata Jasper.
"dia tertembak di jantungnya, bagaimana aku bisa tenang," kata Julian.
"aku tak mengira jika uncle Jhon bisa melakukan ini, di banding Daddy dia sedikit punya ketenangan," kata Jasper.
"kau hanya tak tau jika Jhon adalah spikopat, dia bahkan bisa menyiksa orang sambil tertawa," jawab Julian.
Jasper tertegun mendengar ungkapan Julian, pasalnya Jhon selama ini terkenal baik dan tak banyak bicara.
"aku juga tak menyalahkannya, dia melakukan ini karena cinta nya pada Stevani, meski Stevani melakukan kesalahan," tambah Julian.
dokter pun keluar dan mengatakan jika semua baik-baik saja, dan Chintya sudah melewati masa kritisnya.
Julian dan Jasper setidaknya lega, sedang James masih menunggu Jhon bicara.
"kenapa kamu lakukan itu Jhon, yang kamu sama saja telah melukai Julian, padahal dia sudah membantu menyelidiki kasus kecelakaan putrimu," kata James.
"aku membenci pria itu, dia putra dari musuh ku Vandra Baskara," jawab Jhon.
"berarti kau juga membenci Jasper karena juga putra Vandra," kata James.
__ADS_1
"tidak, aku mengenal Jasper dari kecil dan dia pria yang baik," jawab Jhon.
"tak semua yang kau lihat itu kebenaran, Jasper juga memiliki sisi gelap di hidupnya," kata James.
"baiklah, aku akan menerima semua hukuman di sini, mungkin ini juga sudah waktunya aku pensiun, terima kasih atas segalanya tuan James Arthur Smith," kata Jhon yang membungkuk untuk terakhir kalinya.
James pun memilih pergi karena Jhon sudah kembali ke selnya, James pun memilih untuk ke rumah Jacob.
ternyata Aisyah dan Jacob sedang membaca Alquran saat dia datang, Aisyah pun membuatkan minuman untuk ayah mertuanya itu.
"bagaimana keadaan uncle Jhon, Daddy?" tanya Jacob.
"dia sudah pasrah dan memilih berhenti menjadi asisten ku, padahal dia pria yang baik," jawab James.
"semua mungkin jalannya Daddy, ini kopi untuk Daddy, dan tadi kata mommy, aunty ingin pulang ke Belanda untuk menenangkan dirinya," kata Aisyah.
"itu lebih baik, dari pada dia terus di sini dan menginggat kenangan yang menyakitkan itu," kata James.
"Daddy benar," kata Jacob.
malam James pun menuju ke rumah, ternyata Rissa sedang bersama Chris yang memilih pamit malam itu.
"kau akan segera pergi Chris," tanya James.
crish pun pamit, sedang Rissa langsung memeluk James. dia tak menyangka jika keluarga Jhon akan berakhir seperti ini.
Julian pun sedang berada di samping Chintya saat ini, Julian bahkan tak menyangka gadis itu bisa mengorbankan dirinya untuk Julian.
"ini terakhir kali kamu melakukan hal bodoh, karena aku tak bisa terus melihat mu seperti ini," kata Julian.
sedang Jasper sudah tidur di sofa, dan Julian memilih tidur sambil menggenggam tangan Chintya.
malam pun terlewati dengan cepat, setiap orang pun memiliki duka dan kesedihannya.
pagi hari, Jacob sudah tak bisa merasakan Aisyah di sampingnya. Jacob langsung bangun dan mencari Aisyah.
Jacob pun menemukan istrinya itu sedang di dapur untuk memasak, "ya Allah dek, kamu membuat ku panik," kata Jacob.
"kenapa, aku hanya sedang memasak makanan kesukaan mas, karena beberapa hari ini begitu banyak masalah yang datang," kata Aisyah.
"terima kasih, aku memang butuh asupan nutrisi dari masakan mu, oh ya nanti siang kita ke rumah sakit yuk," ajak Jacob.
__ADS_1
"tentu, aku juga ingin melihat Chintya, karena aku terus kepikiran tentang gadis itu," jawab Aisyah.
Aisyah pun menyuapi Jacob dengan telaten, hanya ini yang bisa menghibur Jacob, bahkan Aisyah masih bisa melihat sisi manja suaminya itu.
setelah makan mereka pun sholat subuh berjamaah, kemudian mereka melanjutkan pekerjaan masing-masing.
Aisyah selalu sibuk membuat desain baju, bahkan beberapa juga sudah di publish di butik milik Rissa.
sedang Jacob masih melacak semua keterlibatan Tyson sejauh apa, Jacob tak menyangka jika Tyson sudah terlalu jauh.
bahkan Jacob tak mengira jika dia salah menilai orang, baru kali ini Jacob di khianati sebesar ini.
Jacob pun meminta Edo dan Indra menyelesaikan semua masalah yang ada, karena dia tak bisa meninggalkan Aisyah untuk saat ini.
pukul sepuluh pagi, mereka pun berangkat menuju rumah sakit, Aisyah pun membuatkan bubur untuk Chintya.
saat tiba mereka di sambut Jasper, Julian pun menyambut dengan hangat. "selamat datang, maaf nyonya Jacobson, semalam ucapan ku terlalu kasar padamu," kata Julian.
"tidak masalah, aku mengerti tentang ke khawatiran anda, terutama Chintya yang butuh penanganan segera," kata Aisyah.
"aku heran melihat mu dan Chintya, kalian itu memiliki hati apa, begitu sering di sakiti orang tapi begitu mudah memaafkan," kata Julian.
"kami hanya wanita kuat yang harus bersiap menghadang semua cobaan dan memberikan kekuatan pada imam kami, dan juga cinta," kata Aisyah tersenyum.
"itulah yang aku tak mengerti tentang wanita, tapi terima kasih sudah memberikan bimbingan baik pada istri kecilku ini," kata Julian lagi.
"kalian sudah menikah?" kaget Jacob.
"ya, kami menikah di Perancis saat itu, setelah kami kehilangan bayi kami, aku baru sadar jika obsesi ku adalah Kayla, tapi ada seseorang yang menyadarkan ku bahwa cintaku miliknya," kata Julian membelai kepala Chintya.
"semoga kalian tetap di persatukan dalam cinta yang abadi," kata Aisyah.
ternyata Chintya sudah sadar dan mendengarkan semua ucapan Julian, Chintya pun meneteskan air mata.
"terima kasih sudah mau menerima ku," kata Chintya.
"tidak, aku yang berterima kasih sudah mau menerima ku pria buruk ini sebagai pendamping hidup mu," kata Julian.
mereka pun membicarakan semua yang terjadi, Julian sudah memaafkan segalanya, baginya saat ini adalah kesembuhan Chintya.
sedang Jacob sedikit lega dengan yang terjadi, untuk urusan Tyson dia sudah melimpah kan semua pada James yang akan memantaunya.
__ADS_1
saat ini Jacob juga harus fokus pada istrinya yang sudah harus bersiap melahirkan kapan pun dan bisa terjadi apapun.