
semuanya sedang berkumpul di vila, begitupun pak agung dan Bu Ninik sedang di vila untuk membantu kebutuhan keluarga Smith.
Jacob sedang berolahraga bersama Jessica, bahkan Jacob push up sambil Jessica duduk di atas tubuhnya.
"Jessi kau makin berat, kau kebanyakan makan apa dosa?" kata Jacob kesal.
"berat badan ku tak naik, dari mana bisa berat kau berbohong Jack," jawab Jessica kesal.
"masak sih, tapi aku merasa tubuhmu makin berat saja, oh ya Tuhan seperti nya tulang ku akan patah, ha-ha-ha," tawa Jacob yang sudah tak kuat push up.
"kau menyebalkan Jack, aku pergi," kata Jessica.
"eits, mau kemana nona muda, kita harus berenang, sekarang kau menyelam duluan," kata Jacob menarik tangan Jessica dan mendorongnya hingga tercebur ke kolam.
Jessica langsung naik ke permukaan, tak lama Jacob pun ikut bergabung dengannya di kolam renang.
mereka tertawa bersama, sedang Jasper hanya bisa mengawasi keduanya dari jauh.
James menghampiri Jasper, dia duduk di sebelah pria itu, "sekarang kau bisa fokus dengan rumah sakit Jasper, Jessica akan bersama kami di sini."
"kenapa Daddy, apa aku sudah tak di butuhkan lagi?" tanya Jasper sambil melihat ke arah James.
"bukan seperti itu," jawab James sedikit bimbang.
"kami hanya tak ingin kejadian masa lalu terulang kembali, cukup aku dan Daddy mu yang merasakan kesakitan itu, aku tak ingin Jessica mengalaminya," kata Rissa yang datang membawa jus untuk keduanya.
"maksud mommy? kesakitan apa?" tanya Jasper.
"kejadian buruk masa lalu, itu cerita tentang kak James, aku dan kak Syarif, dan aku tak ingin kejadian terulang lagi, jika kau mencintai Jessica mungkin aku akan membiarkan dia di sisimu, tapi karena kau tak mencintai nya, lebih baik kau pergi jauh dari gadis kecilku, karena aku takut dia akan bertindak gegabah saat dia melihatmu bersama orang yang kau cintai," kata Rissa yang meninggalkan keduanya.
Jasper terdiam, dia tau bagaimana luka James, Kennard dan Louis saat kehilangan Rissa karena pria bernama Syarif itu.
"kamu tetap orang tua angkat mu, kami tetap keluargamu, kami hanya tak ingin ada yang tersakiti di antara kalian," kata James.
"ya Daddy aku tau itu, maaf jika aku menyusahkan kalian," jawab Jasper sambil memainkan tangannya.
__ADS_1
"baiklah aku harus pergi sebentar, kau bisa istirahat, jika kau butuh apa-apa kau bisa beritahu Morgan," kata James.
"iya Daddy," jawab Jasper.
kini Jacob dan Jessica sudah selesai berenang, keduanya memilih berganti pakaian.
pasalnya Jacob baru ingat dia memiliki janji ingin mengantar Aisyah pulang, keduanya sudah selesai berganti pakaian.
"Jacob mau kemana?" tanya Jessica di belakangnya.
"aku ingin keluar sebentar, aku baru ingat ada janji dengan Aisyah," kata Jacob melihat saudarinya itu.
"aku boleh ikut, sekalian aku ingin membeli sesuatu," kata Jessica.
"oke, tapi gunakan ini agar tak kedinginan dengan baju mu itu," kata Jacob memberikan jaketnya.
Jessica hanya tersenyum sambil menerima jaket milik Jacob, keduanya pun siap menuju ke resort.
saat sampai mobil Jacob berhenti di area parkir, tapi Jacob hanya diam mencengkram setir mobilnya.
Jacob dan Jessica langsung turun dari mobil, Jessica berlari dan langsung menampar Aisyah saat itu juga.
"Jessica! apa yang kau lakukan!" bentak Jasper.
bruk... Jacob memukul Jasper karena berani membentak saudarinya itu.
Jasper terjatuh tersungkur di tanah, Jacob bahkan begitu marah melihat wajah pria itu.
sedang Jessica tak menyangka bisa melihat kejadian menjijikan itu dengan mata kepalanya sendiri.
"nona, ini salah paham," Aisyah membuka suara.
"apa yang salah paham, kalian berdua menjijikan, kau bisa berpelukan dan melukai kami, aku kira kau wanita baik-baik, tapi nyatanya kau pun sama saja," kata Jacob membuka suara.
"Jessi aku bisa menjelaskan," kata Jasper menghampiri Jessica.
__ADS_1
Jacob menahan dan langsung mencekik Jasper, "jangan dekati saudariku, atau aku bisa mematahkan leher mu saat ini," kata Jacob.
"lepaskan Jack, kau menyakiti tuan Jasper, ini hanya salah paham," kata Aisyah mencoba melepaskan tangan Jacob.
"berhenti menyebut namaku, kau ternyata sana saja, aku pikir kau gadis baik hingga ingin menjadikanmu istriku, tapi lihat kau pun sama menjijikkan dengan pria ini," kata Jacob.
"hentikan Jacob, ayo pergi dari sini, aku ingin pergi," kata Jessica memeluk Jacob dari belakang.
Jacob melepas cekikan ya, "baiklah aku akan membawa mu pergi menjauh dari mereka," kata Jacob.
keduanya pergi dari tempat itu, Aisyah merasa sedih melihat kepergian Jacob dari sana, sedang Jasper merasa begitu hancur.
pasalnya sekarang dia yang membuat Jessica menangis, Jasper merasakan sakit di dadanya saat Jessica bahkan tak ingin melihatnya.
"maafkan saya tuan, karena saya tuan jadi bertengkar dengan nona Jessi," kata Aisyah menyembunyikan perasaan nya.
"tak apa Aisyah, aku bisa menjelaskan pada mereka nanti, lebih baik kamu pulang karena hari makin malam," kata Jasper yang langsung masuk kembali ke kamarnya.
Aisyah pun memutuskan naik ojek menuju ke rumahnya, entahlah Aisyah begitu buruk tak menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi.
apa lagi Aisyah baru melihat kemarahan Jacob yang begitu menyeramkan, bahkan dia bisa membunuh siapa pun.
"neng Aisyah, sudah sampai, kenapa kok belum turun," kata tukang ojek itu.
"oh iya bang, maaf sedikit kepikiran sesuatu," jawab Aisyah tersenyum ramah.
"kalau ada masalah ya di omongin neng, gak baik berlarut, apalagi kalau masalah itu bisa melukai seseorang," kata Abang tukang ojek itu.
"iya bang, ini ongkosnya, terima kasih ya," kata Aisyah.
tukang ojek itu pun pergi, Aisyah memikirkan tentang perkataan dari tukang ojek itu, ya Aisyah harus menjelaskan pada Jessica.
setidaknya Jessica tak boleh salah paham, tentang Jacob, Aisyah memang belum mengerti tentang perasaan nya.
Aisyah sedih saat Jacob membentaknya tadi, tapi Aisyah juga tak menyukai Jacob yang kasar.
__ADS_1