
Jacob memilih mengunakan motor yang baru saja di ambil oleh anak buah dari Kennard, saat baru akan pergi.
Jacob di hadang seorang wanita Jepang, wanita itu tersenyum genit kearah Jacob, sedang Jacob menanggapi secara dingin.
"minggir atau ku tabrak," kata Jacob sudah menggeber motornya.
"tuan muda kamu mau kemana? pesta nya ada di dalam, jika kau ingin aku bisa menemanimu," kata Ino.
"menyingkirlah, aku ingin bertemu calon istriku, bahkan kau tak ada tandingannya, secuil pun dari nya," kata Jacob.
"aku tak yakin, aku ingin melihat seperti apa gadis itu, karena aku yang terunggul dari yang lain," kata Ino.
"cih kau terlalu memandang tinggi dirimu, pengawal bawa wanita ini pergi dari hadapan ku!" teriak Jacob.
pengawal pun membawa ini menyingkir, dan Jacob langsung melesat pergi meninggalkan tempat itu.
Jacob berkendara berkeliling di Kuta Bali, Jacob berhenti di pantai, Jacob langsung menuju kesebuah restoran.
"apa kabar bro, tumben kau ingat tempat ku," kata Justin.
"aku hanya ingat sahabat ku yang bodoh ini, boleh aku pinjam papan selancar mu," kata Jacob.
"sial*n lu, oke tuh ambil di tempat biasa," kata Justin tertawa.
Jacob masuk dan berganti pakaian, ya Justin adalah sahabat Jacob selama kuliah, Justin adalah bule keturunan Indonesia bagian timur.
Justin memiliki tubuh six pack dengan kulit hitam menawan, bahkan tato menambah kegagahan dari pria itu.
saat Jacob keluar begitu banyak wanita yang memandang nya, karena mengagumi tubuh indah milik Jacob.
"bro, lu bisa buat semua wanita disini menjerit!" teriak Justin.
"tapi gak ada yang bisa Sejago dirimu saat di ranjang," jawab Jacob.
__ADS_1
"brengs*k," jawab Justin.
Jacob kini berlari menuju laut dan mulai mencari ombak yang pas, dia pun menuju ke tengah laut dan mulai berselancar.
Jacob begitu hebat dalam berselancar, bahkan Jacob terkenal sebagai penakluk ombak terbaik.
Jacob bahkan seakan tak pernah lelah, setelah beberapa waktu, Jacob kembali ke pinggir pantai.
dia menuju ke restoran Justin, tapi Jacob malah melihat pemandangan biasa menurutnya.
"bawa dia ke ranjang mu bro, buat dia Mendes*h dan tunjukkan kejanyan*n seorang Justin," goda Jacob.
"aku main bertiga pun tak keberatan jika kamu mau," kata wanita itu sambil tersenyum pada Jacob.
"cih, aku tak suka barang murahan, yang ku suka barang ekslusif dan masih bersegel," jawab Jacob sambil meminum air kelapa yang di suguhkan pelayan.
"jaman sekarang sulit menemukan barang bersegel bro, kalau bukan gadis kampung," kata Justin yang di angguki wanita di sampingnya.
"tunggu kau putra keluarga Smith yang kaya itu," kata wanita itu terkejut.
"bukan gue pembantunya, udah ah gue mau cari istriku dulu," kata Jacob.
"woi sebelum lu bawa motor, lebih baik sadar, woi," kata Justin tertawa dan malah di acungi jari tengah oleh Jacob.
setelah berganti pakaian Jacob menuju resort tempat Aisyah bekerja, dia langsung menuju ke meja resepsionis.
"mana Aisyah, suruh ke kantor ku sekarang," perintah Jacob pada Uci.
"siap tuan muda," jawab Uci.
Jacob langsung menuju ke kantor milik kakaknya, tak lama Aisyah masuk ke dalam kantor itu.
"selamat sore tuan, apa anda mencari saya?" tanya Aisyah saat di dalam ruangan.
__ADS_1
"kapan pekerjaan mu selesai?" tanya Jacob sambil memutar kursinya dan menghadap Aisyah.
"sekitar jam enam sore, ada apa tuan?" tanya Aisyah binggung.
"ikut aku pulang, dan aku akan mengantarmu," kata Jacob melihat gadis di depannya itu.
"tapi-" kata Aisyah.
"tak ada bantahan Aisyah, aku tak suka di bantah kau mengerti, jadi jam 6 aku tunggu di parkiran, jika kau tak datang, maka aku akan menghampiri rumahmu dan membuat perhitungan dengan keluarga mu," kata Jacob.
"baik tuan, kalau tak ada yang di perlukan lagi, saya permisi," kata Aisyah menahan kesalnya.
"tunggu dulu Aisyah, tolong buatkan saya burger, salad, dan kentang goreng," kata Jacob.
"baik tuan, dan minumnya?" tanya Aisyah.
"air lemon dingin, dan kamu yang harus membuat semuanya, ini perintah," kata Jacob.
"baik tuan muda," jawab Aisyah sudah meninggalkan ruangan itu.
Aisyah keluar dengan hari dongkol, pasalnya Jacob selalu memaksakan semuanya pada Aisyah.
Aisyah langsung ke dapur dan membuat makanan pesanan Jacob, bahkan tanpa sadar Aisyah membuatkan dengan sepenuh hari.
meski mulutnya terus mengomel tak karuan, hingga membuat koki binggung.
"mbak Aisyah, biar saya saja yang buatkan pesanan dari tuan," kata salah satu koki.
"tak perlu pak, ini segera selesai, jika tuan muda tau jika bapak yang buat, bisa terancam kita," jawab Aisyah yang sudah menata semuanya.
Aisyah pun membawa makanan pesanan dari Jacob, setelah meletakkan di meja, Jacob langsung memakannya.
Aisyah pun sudah meninggalkan ruangan itu, Aisyah selalu kesal saat bersama Jacob.
__ADS_1