Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
S2_menantikanmu..


__ADS_3

kini crish menyiapkan semua yg di perintahkan oleh James.. bahkan ruangan yg di persiapkan oleh crish adl ruangan yg cukup besar..


alat alat yg di butuhkan juga sudah datang.. bahkan crish juga memilih perawat yg akan membantu dokter Arthur Folke dan juga Edward..


di Indonesia... semu sedang menyiapkan pernikahan Sandra dan Edward.. sedang James tak pernah jauh dari Sandra.. pria itu begitu terpuruk..


pukul 9 pagi akad nikah Edward dan Sandra di gelar.. itupun secara sederhana.. karena Sandra ingin bersama saudarinya.. Arthur terus mengawasi keadaan Rissa...


Jhon menelpon James dan mengatakan jika dirinya sudah di tunggu oleh trio Ar dan juga Sandi...


tak lama mama Ina. Wulan dan Sandra datang.. kini James berpamitan dan menuju ke tempat yg di maksud Jhon.. James ingin sekali membunuh pria itu..


butuh waktu 1jam untuk James sampai.. disana James di sambut oleh Arka dan Ardan..


James kini masuk ke sebuah ruang bawah tanah.. di sana sudah ada Sandi, Ardi dan juga Jhon.. sedang Syarif masih tertawa seperti orang gila..


" apa yg akan papa lakukan..." tanya James..


" entahlah.. seperti nya dia mengalami gangguan..." jawab Sandi


" lebih baik masukkan ke rumah sakit jiwa.. dengan penjagaan ketat.." kata Ardi..


" itu lebih baik..." kata James..


" apa kau tak ingin memberi hukuman padanya.." tanya Sandi..


" aku tak ingin mengotori tanganku dan hukuman terbesar untuknya adl orang yg dia cinta membencinya..." kata James..


" kau sekarang banyak berubah.. " kata Ardi..


" karena aku bertemu dengan bidadari surga ku.." jawab James..


Edward menghubungi James dan mengatakan jika keadaan Rissa stabil dan bisa membawanya ke Belanda..


" Jhon persiapkan pesawat dengan peralatan medis.. kita akan tebang langsung ke Belanda.. " perintah James..


" baik tuan.. " jawab Jhon


kini Jhon menyiapkan semuanya dan juga menghubungi crish untuk menyiapkan kedatangan mereka..


sandi memerintahkan anak buahnya untuk memindahkan Syarif ke rumah sakit jiwa dan melakukan penjagaan ketat..

__ADS_1


ketiga pria itu menuju rumah sakit.. dan kini mereka saling berpamitan.. Arthur merasa bersalah pada Syarif tapi dia harus merawat Rissa sebagai permintaan maaf atas tingkah Syarif..


kini James berserta yg lain sudah lepas landas menuju ke Belanda.. sedang trio Ar masih menenangkan Wulan..


tapi Wulan percaya jika James akan melakukan yg terbaik untuk putrinya... Sandra terus berada di samping Rissa..


setelah perjalanan panjang.. mereka mendarat dengan selamat.. kini mereka menuju kastil dengan Rissa, James dan dokter Arthur yg berada di ambulance..


mereka pun sampai di kastil.. Rissa langsung di pindahkan menuju ruang steril yg sudah di siapkan..


Rissa sudah menempati kamar yg di buat khusus untuknya.. dokter Arthur dan Edward kembali memeriksa keadaan Rissa dan juga kandungannya..


" tenang James.. semua baik baik saja.. kita butuh keajaiban untuk dia kembali membuka matanya.." kata Arthur..


" aku akan terus menantikannya.. berada di sampingnya.." kata James..


" Rissa begitu beruntung mempunyai suami seperti mu... kak James.." kata Sandra..


" aku yg beruntung mempunyai istri sepertinya.." jawab James tersenyum..


sejenak James menginggat pertemuan pertama dan juga senyum manis Rissa.. bahkan tingkah manjanya dan lucunya..


" aku bahkan bisa senang dan menangis hanya dengan menginggat kenangan kami.." kata James..


James masih di ruangan Rissa sambil menggenggam tangan Rissa.. dia merasa gagal melindungi Rissa..


" tuan.. kita ada rapat dengan para investor di berbagai dunia besok.." kata Jhon.


" baiklah.. aku harus kuat untuk menjaganya dan juga buah hati kami.. aku harus bangkit.. " kata James..


James kembali menghadapi dunia.. perusahaan yg sempat hampir bangkrut pun sudah bangkit dan juga begitu terkenal sekarang..


James menjadi pria kejam dalam menghadapi semua lawan dan juga musuhnya..


bahkan keamanan di kastil di tingkat kan menjadi tiga kali lipat.. semua James lakukan untuk melindungi orang yg ia cintai..


hari berganti bulan.. kini Rissa masih belum sadar.. nutrisi di masukkan lewat infus.. keadaan janin nya juga baik..


James sudah menyiapkan inkubator untuk keadaan darurat.. dokter Arthur mengatakan jika kondisi Rissa di sebut vegetatif.. tapi James tak akan menyerah dengan keadaannya..


sandi dan Wulan juga sering mengunjungi Sandra dan Rissa.. Wulan begitu sedih melihat tubuh Rissa yg mulai kuris dan juga kehamilan yg mulai besar..

__ADS_1


" sayang.. bangunlah.. apa kamu tak kasihan melihat suamimu yg sekarang.. bahkan dia tak terurus.. bahkan dia melakukan apapun untuk melihatmu kembali sadar.." kata wulan..


Rissa pun meneteskan air matanya.. dia ingin bergerak tapi tak bisa.. Sandi menepuk pundak sang istri.. Wulan langsung memeluk sandi..


" sayang.. dengarkan papa.. maaf kan papa.. tapi jangan hukum suamimu seperti ini.. papa melihat James begitu mencintaimu.. bahkan dia melakukan segalanya agar kamu bisa kembali sadar.." kata sandi..


tak lama James datang.. dan sandi mengajak Wulan keluar, agar James bisa menemani istrinya...


" hallo sayang... maaf ya aku pulang terlambat.. tadi aku begitu sibuk karena rapat yg begitu padat.. belum lagi dokumen yang membuatku muak... tapi aku selalu semangat jika mengingat senyum mu.. oh ya.. besok aku harus berangkat ke Jerman karena akan ada pertemuan pengusaha dari seluruh dunia.. sebenarnya aku tak ingin berangkat tapi aku menjadi pembicara di sana.. dan bisakah saat aku pulang kamu membuka matamu.. aku begitu merindukanmu.. tapi aku akan selalu menantikan mu..." kata James mencium kening Rissa..


James meletakkan tangan Rissa di wajahnya dan tanpa sadar ia tertidur.. Rissa menangis mendengar perkataan James..


keinginan bangun dari Rissa makin kuat.. pagi pun datang.. James masih tertidur saat tangan Rissa bergerak..


seakan mendapat keajaiban.. tangan Rissa kembali bergerak... James yg merasa terganggu dengan gerakan jari Rissa.. kemudian sadar langsung berteriak..


" uncle.. Edward.. tangan Rissa bergerak..." teriak James begitu senang..


mendengar teriakan dari James.. Edward dan juga Arthur menghampiri ruangan Rissa dan mulai memeriksa kembali keadaan Rissa..


Edward dan Arthur Folke merasa ada keajaiban yg terjadi.. kondisi Rissa membaik.. bahkan seperti merespon saat Edward meminta nya mengerakkan jarinya..


" ini keajaiban Jes.. keadaan Rissa semakin baik.. semoga sebentar lagi dia sadar.." kata dokter Arthur..


James menghampiri Rissa kemudian mencium kening wanita yg ia cintai itu.. hingga air mata James jatuh ke wajah Rissa..


" aku sangat bahagia.. mendengar kesembuhan mu.. dan aku pamit untuk pergi sebentar.. setelah selesai aku akan kembali di sampingmu.. dan menceritakan semua kegiatan ku disana.." kata James..


kini James bersiap dan berangkat bersama crish dan juga Jhon menuju ke Jerman.. dan kini Sandra yg tengah menjaga Rissa...


.


.


.


mampir ke novel Secret Daddy ya..


.


.

__ADS_1


.


Mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘😍 terima kasih


__ADS_2