
Jacob terbangun dengan kepala mau pecah, bahkan dia sudah tak mengenakan pakaiannya dan hanya tersisa boxer saja.
Jacob langsung menuju ke kamar mandi, dia langsung mandi air dingin, agar dia kembali bugar.
setelah selesai Jacob membersihkan kan kamarnya itu, dan memilih pakaian santai saja, karena dia tak ingin kemana pun.
Jacob melihat sudah sangt siang dia memilih untuk turun, dan saat turun dia tak mendapati siapa pun.
"cih mereka semua pergi meninggalkan ku sendiri gitu," gerutu Jacob.
Jacob langsung menuju ke dapur untuk membut sarapan atau lebih tepatnya makan siang.
Jacob membuka kulkas dan mendapatkan tortila dan kebutuhan yang lain, dia pun membuat kebab.
sedang semua orang sedang melakukan lamaran untuk Jacob pada Aisyah sesuai kesaksian Kennard dan Louis.
sebenarnya pak Agung binggung karena yang berkepentingan malah tak hadir.
"maaf kedatangan kami kemari ingin melamar Aisyah untuk putra kami, tapi mohon maaf sekali lagi dia tak bisa ikut karena kalian aku sendiri keadaan nya," kata James.
"iya tuan, saya sebagai orang tua menyerahkan semua pada putri kami Aisyah, tapi kami hanya orang biasa tuan," kata pak Agung sedikit gugup.
"tenang pak, saya akan menganggap Aisyah sebagai putri kami sendiri, kami tak pernah memandang semuanya dari harta atau pun kedudukan, kami hanya melihat semua dari tingkah laku dan sopan santun, serta ketaatan dalam beragama," jawab Rissa.
pak Agung hanya mengangguk, pasalnya dia sendiri mengenal keluarga Smith begitu baik pada semua orang.
"kalau begitu saya pasrahkan jawaban pada putri saya, mau menerima atau bagaimana nya," jawab pak Agung.
"bagaimana nak Aisyah, apa lamaran kami di terima?" tanya Rissa begitu lembut.
"bismillahirrahmanirrahim, saya Aisyahrani menerima lamaran dari keluarga Jacobson Arthur Smith," jawab Aisyah.
"Alhamdulillah," jawab semua orang.
akhirnya semuanya begitu bahagia, karena akan diadakan dua pernikahan bersamaan, yaitu Jessica dan Jasper, serta Aisyah dan Jacob.
semua keluarga berbincang bahagia bersama, bahkan pak agung tak menyangka akan bisa berbesan dengan bos yang selama ini membantunya.
__ADS_1
Jacob sedang bersantai di vila setelah menghabiskan makanannya, bahkan Jacob sedang membaca buku milik Aline tentang keluarga.
Jacob merasa begitu tertarik dengan misal Novel itu, apalagi tentang kesabaran cinta, ketika cinta harus menuai ujian dan dengan kepercayaan dan juga kesabaran akan memperkuat ikatan cinta yang ada.
tak lama terdengar suara mobil dari keluarganya, Jacob memutuskan untuk mengakhiri membacanya.
Jacob pun memilih mengambil jaket dan akan mengunjungi Justin, karena semalam dua tak ingat apapun.
"kamu mau kemana Jack" kata Aline menghentikan langkah Jacob.
"aku ingin ke tempat Justin, ingin bertanya, sebenarnya semalam aku kenapa, kenapa aku merasa membuat sebuah keluarga ketakutan," jawab Jacob binggung.
"ha-ha-ha, dia benar-benar tak ingat kejadian semalam ternyata," kata Louis tertawa bersama Kennard.
"kalian berdua kesambet atau mulai tak waras sih," binggung Jacob.
"sudah Louis, Kennard jangan goda adikmu terus, Jacob masuk mommy dan Daddy ada sesuatu yang penting yang harus kamu ketahui," kata Rissa.
"oke mommy," jawab Jacob ikut masuk kembali.
Jacob pun memilih duduk di samping alone dengan menggeser Kennard serta kedua putranya, Neel langsung mengigit tangan Jacob.
"uncle jauh dali mama, Cana pelgi," usir Neel.
"cih mendit koyok pak mu," kata Jacob pindah dan memilih duduk di bawah sambil bersandar para kaki Rissa.
"walah kok ya sana keponakan mu saja bisa berantem sih," kata Rissa.
"habis masih kecil sudah menyebalkan seperti papanya, kalau besar bisa bikin pusing tuh," jawab Jacob.
"diamlah Jack, mommy ingin memberitahu sesuatu," kata Jessica kesal karena Jacob terus mengoceh.
"cih, baiklah aku diam," jawab Jacob.
"baiklah, tiga bulan jago kita akan mengadakan pernikahan untuk Jessica dan Jasper, begitupun pernikahan Jacob," kata Rissa.
Jacob sibuk dengan ponselnya dan tak mendengarkan omongan Rissa, "Jacob kamu setuju apa tidak," jaya Rissa yang langsung menjewer kuping Jacob.
__ADS_1
"aduh duh sakit mom, setuju apa," kata Jacob memegangi kupingnya.
"menikah!" jawab semua orang kompak.
"dengan siapa? hantu apa kuntilanak, karena semua gadis menolakku," jawab Jacob asal.
"dengan bidadari pilihan mommy dan Daddy, di bantu ketiga kakak mu," kata James asal.
"terserah lah Daddy, aku ikut saja, aku yakin pilihan kalian pasti tepat untukku," kata Jacob.
semua orang menahan tawanya, pasalnya Jacob benar-benar melupakan kejadian malam itu.
"tapi kamu harus mendalami agama Islam, karena itu syarat dari calon istrimu," tambah Aline.
"iya mengerti," jwab Jacob.
"ya sudah kamu jika mu pergi silahkan," kata Kennard.
"gak jadi lah, malas, aku ingin tidur siang saja, lagi pula mau main ke tempat Justin paling tuh ****** lagi main di ranj*Ng," jawab Jacob pergi ke kamarnya.
Jacob langsung mengambil laptop dan mulai main game online, sedang semua orang sedang sibuk membahas pernikahan itu.
sedang Aisyah juga tak menyangka akan menikh dengan pria yang semalam membuat keluarga nya ketakutan.
pasalnya semalam sewaktu Jacob pingsan, tak lama para tetangga datang Krena mendengar keributan.
saat meliht Jacob mereka ingin mengadili Aisyah dan Jacob, tapi untungnya Kennard dan Louis datang dan berhasil meyakinkan warga desa.
Aisyah hanya tersenyum menginggat semua itu, pak agung pun menghampiri putri pertamanya itu bersama Bu Ninik.
mereka pun berpelukan, "Nok, bapak gak menyangka kamu bakal nikah secepat ini," kata pak Agung.
"iya pak, dan dengan pria yang begitu jail saat di resort," jawab Aisyah sambil tersenyum.
"dan ibu tak menyangka jika keluarga tuan begitu baik, bahkan tak pernah melihat seseorang dari statusnya," tambah Bu Ninik.
"iya Bu, bapak ingat menantu kedua dari keluarga Smith juga dari kalangan biasa seperti kita ini," kata pak agung.
__ADS_1
"setidaknya ibu tak khawatir melepas putri kita nantinya pak, karena keluarga mereka begitu baik," kata Bu Ninik.
"iya Bu," jawab pak Agung.