Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
hancur...


__ADS_3

semua tengah menunggu di luar ruang operasi.. semua orang berdo'a untuk keselamatan ibu dan anak yg tengah berjuang di meja operasi...


setelah 3 jam Rafi keluar dari ruang operasi.. memberi kabar...


" selamat kak sandi putra putra mu sudah selamat dengan sehat dan sempurna... dan kak sandi bisa meng azani mereka kak..." kata Rafi..


tak lama ada para suster yg membawa tiga bayi tampan... sandi.. Zain dan pak Nawi mengendong bayi itu masing masing satu...


mereka serempak meng azani secara bersamaan...


saat Rafi masih di luar tak lama suster lain memanggilnya dengan cemas..


"maaf dokter Rafi ... pasien kritis anda di minta dokter Iwan untuk kembali ke dalam..." kata suster panik...


semua orang terkejut tapi tiga pria itu terus mengumandangkan azan tapi suara sandi sudah mulai bergetar menahan tangisnya...


setelah selesai mereka mengembalikan triple ke pada suster untuk di rawat intensif... semua masih menunggu di depan operasi karna Wulan masih menjalani operasi....


suster kembali menghampiri sandi guna menanyakan nama untuk ketiga buah hatinya...


sandi memberi nama ketiga jagoan mereka..


# Ardinata Abraham as shiddiq


# Ardanata Zachary as Shiddiq


# Arkana Ibrahim as Shiddiq


sandi ingat nama itu karna Wulan yg sudah menyiapkan dan memberitahu pada sandi...


" san namanya begitu bagus.. siapa yg membuat nama itu.." tanya Bu Mala..


" itu pilihan Wulan Bu... dan untuk panggilan nya.. adl.. Ardi.. Ardan... dan arka Bu.." kata sandi lemah..


tak lama Rafi dan dokter Iwan keluar dari ruang operasi.. dengan perasaan lega.. sandi yg melihat pun langsung menghampiri Rafi dan dokter Iwan..


" bagaimana keadaan istriku dok.." tanya sandi..


"Alhamdulillah tuan... nyonya sudah melewati masa kritisnya dan sebentar lagi akan di pindah ke ruang rawat dan anda bisa menemuinya..." kata dokter Iwan...


" Alhamdulillah " saut semua orang..


Rafi memandang sandi dengan mata sayu.. sebenarnya dia tak sanggup berhadapan dengan sandi yg telah banyak membantu keluarganya..

__ADS_1


" ada apa Rafi... kenapa kok kamu sedih begitu..." tanya sandi..


tiba tiba Rafi sudah bersimpu di depan sandi dengan badan bergetar.. sedang sandi dan semua keluarga di buat binggung dengan kelakuan Rafi...


"Rafi... buat apa kau bersimpu seperti ini... cepat bangun... berdirilah..." kata sandi membantu Rafi berdiri..


" maaf kan aku kak.. aku sebenarnya tau keadaan kakak ipar... dan kakak ipar ingin menyembunyikan perihal kesehatan kandungannya dari kalian semua karna takut menghancurkan kebahagiaan kalian semua..." suara Rafi bergetar...


"apa maksud mu fi.." tanya sandi..


" sebenarnya kandungan kakak ipar mengalami masalah pada usia enam bulan dan tak mungkin bisa di lanjutkan.. tapi ternyata kakak ipar bersikukuh untuk mempertahankan kandungannya hingga acara tujuh bulanan ... baru mau melakukan operasi.. makanya aku menyiapkan mobil ambulan tadi kak.." jelas Rafi..


Bugh....


tinju Zain melayang meninju wajah Rafi... semua orang terperanjat.. sedang Vita berlari mendekati Rafi dan sandi hanya diam karna shock...


" lihat kalau terjadi sesuatu pada adik ku.. aku akan membawa trio Ar pergi dari kalian..." geram Zain..


"maafkan aku.." kata Rafi...


saat di luar sedang bersitegang... Wulan di dalam mengalami kejang hingga membuat suster yg akan membawa nya ke ruang rawat inap panik...


suster menekan tombol untuk memanggil dokter dan tak lama dokter iwan dan beberapa dokter spesialis tergesa gesa memasuki ruang operasi lagi.. dan membuat semua orang yg berada di luar kebinggungan...


dokter melakukan pertolongan dengan mengunakan alat kejut jantung.. tapi tak menandakan adanya respon...


akhirnya dokter menemui keluarga sandi yg cemas di luar...


dokter Iwan keluar bersama dokter yang lain..


" dokter bagaimana keadaan istriku.." tanya sandi cemas...


" kami sudah berusaha tuan....maaf tapi Tuhan berkehendak lain nyonya meninggal karna gagal jantung setelah melahirkan..." kata dokter Iwan..


sandi sudah terduduk lemas di lantai.. sedang semua orang sudah menangis Bu nawi sudah pingsan...


Zain pun mendorong dokter Iwan dan melihat sang adik yg sudah terbujur kaku.. Zain mengepalkan tangan dan kembali keluar dan sudah menyengkram kerah baju sandi yg masih linglung...


"jangan harap kau bisa menemui dan melihat adik ku.. " teriak Zain mendorong sandi hingga ke dinding..


pak Nawi dan Viktor sudah membawa Bu nawi yg pingsan ke UGD.. Bu Sena yg masih menangis pun melerai Zain yg terlihat emosi..


" Zain sudah... lihat lah sandi sudah tak berdaya... " kata Bu Sena melepas tangan Zain..

__ADS_1


" ayo Bu kita temui Wulan dan bawa jenazah ya untuk di kebumikan di kampung... dan dengarkan aku tak mengizinkan kalian melihat jenazah adik ku..." teriak Zain...


semua keluarga Bu Mala masih shock terutama sandi yg mulai menangis histeris.. Bu Mala pun memeluk sang putra yg begitu rapuh...


Zain sudah mengurus kepulangan jenazah Wulan.. dan Bu Sena ikut ambulan.. dan Zain membawa mobil bersama Viktor dan kedua orang tuanya...


saat Sena membuka selimut yg menutupi jenazah Wulan.. Sena menyentuh wajah Wulan yg masih terasa hangat.. dan dia ingat bahwa dokter mengatakan Wulan gagal jantung..


Sena pun mulai melakukan pertolongan dengan melakukan pijat jantung... karna Sena adl mantan perawat jadi dia mengerti cara pertolongan pertama..


sedang perawat yg melihat Sena pun binggung..


" apa yg ibu lakukan.. pasien sudah di nyatakan meninggal.." kata perawat


" diam... cepat pasang oksigen atau aku akan menuntut rumah sakit kalian.." teriak Sena..


perawat laki laki itu terpaksa mengikuti perintah Sena dan benar saja setelah 15menit melakukan pijat jantung... Wulan mulai terbatuk dan mulai bernafas... perawat di depan Sena terperanjat melihat keahlian Sena yg begitu hebat...


Sena pun mengecek denyut jantung Wulan yg kembali meski masih lemah...


" bawa kami ke bandara... karna kami akan membawa anak ku ke Jakarta..." kata Sena yg di ikuti supir ambulan..


Zain pun mengikuti mobil ambulan meski dia sendiri bingung melihat ambulan menuju ke bandara...


pesawat jet pribadi telah siap.. Sena turun dari ambulan dan menceritakan semua pada pada Zain dan yg lain..


mereka sepakat membawa Wulan ke Jakarta guna mengembalikan kesehatan Wulan.. mereka telah berangkat ke Jakarta dengan membawa Wulan....


sedang sandi hancur mendengar kematian sang istri... dunia nya runtuh seketika... pria yg terkenal kejam dan arogan kini hanya bisa menangis di pelukan sang ibu...


mereka pulang ke rumah utama dan mempersiapkan pengajian.. untuk Wulan.. sedang trio Ar masih di rumah sakit karna perlu perawatan intensif...


.


.


.


.


.mohon dukungannya ya dengan like komen dan vote 😍😘😍😍😍😘


terima kasih atas dukungan ya

__ADS_1


__ADS_2