Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
Ak_ keluarga besar


__ADS_3

kini mobil Aline sudah masuk ke halaman rumah kelurga Smith, pak totok langsung menuju ke garasi rumah Ken.


Aline keluar dengan berkas di tangannya yang harus di cek, sebenarnya Aline ingin mengerjakan di kantor tapi krena Ken terus mengganggunya Aline memilih membawa pekerjaan itu pulang.


"ini akan selesai jika seperti ini," gerutu Aline.


tapi Aline tak boleh menyerah, setelah berkutat 2 jam lamanya Aline pun menyelesaikan pekerjaan nya.


Aline pun menyelesaikan dan menuju ke dapur karena merasa lapar. Aline membuka kulkas dan mengambil buah apel dan langsung membawanya naik.


tapi Aline berhenti saat mendengar suara deru mobil Ken, Aline tersenyum saat melihat suaminya itu datang.


"petang sayang," sapa Aline langsung mengecup bibir Ken sekilas.


Ken merasa segar karena bibir Aline terasa buah apel,"manis dan segar," kata Ken mengusap bibirnya.


"dasar, mau mandi dulu mas?" tanya Aline.


"tentu, huh aku merasa hidup ku sulit tanpa Ozil, dia biasanya yang selalu mengerjakan segalanya," gerutu Ken.


"sabar sayang, selama Ozil pergi aku yang akan menggantikan nya, dengan di bantu tim sekertaris yang lain," kata Aline.


"baiklah kita nandi bersama, sebelum makan di rumah utama," kata Ken sudah mengendong Aline.


mandi sore mereka akhirnya bukan hanya mandi, tapi mereka juga saling memberi kehangatan untuk melepas segala penat.


Aline keluar dari kamar mandi dengan menggerutu karena ulah Ken yang tak membiarkan dia keluar hingga merasa kedinginan.


"kamu kenapa sih sayang?" tanya Ken sambil duduk di meja rias memandangi Aline.


"mas ini kenapa tanya banyak banget, aku juga kedinginan tau," kesal Aline.


"maaf sayang, aku selalu loss control saat menyentuh mu, bahkan rasanya tak ingin berhenti," kata Ken sambil menatap mesum.


Aline hanya mengeleng melihat tingkah Ken, Aline memutuskan mengganti baju dengan sweter.


kini Ken dan Aline menuju ke rumah utama, ternyata Lui dan Mecha sudah datang, sedang Aline langsung memeluk Rissa saat melihat mommy nya itu.


"ini tumben kok manja sih, kangen mommy ya?" kata Rissa.


"iya mom, aku rindu memelukmu seperti dulu dan bertengkar dengan Jacob dan Jessi," kata Aline.


"tapi sekarang sudah ada Ken yang bisa kau ajak bertengkar sayang," kata Rissa.

__ADS_1


"beh kalau mas Ken bisa bisa aku gak bisa kemana mana, urusannya makin panjang nanti," jawab Aline.


sedang Ken tertawa mendengar aduan istrinya pada Rissa, sedang James hanya geleng geleng saja.


tak lama rombongan pun datang, ternyata ini acara keluarga Shiddiq semua orang berkumpul bersama.


rombongan pertama yang datang adalah Ardi dan Kirana serta sandi dan Wulan, tak lama keluarga Sandra dan Edward juga datang.


"wih opa makin hot aja nih,"goda Ken yang duduk di samping sandi.


"harus dong Ken, opa tak ingin melihat oma mu yang masih cantik di rebut dari opa," jawab sandi.


"huh dasar tak tau malu," kata Wulan yang duduk di samping Sandra dan Andhara.


"mami bisakah aku mengendong baby Alva?" tanya Aline.


"boleh sayang, tapi kenapa aku merasa tua saat Aline memanggilku mami ya," kata Kirana tertawa.


"ya elah mami, maklum lah mami kan menikahi orang tua, jadi jangan sedih ya," kata Lui.


"dasar ponakan sialan," kata Ardi.


"Devan bisakah kau mengembalikan ponselku!" teriak Jessi yang berlari mengejar Devan yang sedang tertawa bahagia.


"ya Tuhan kenapa dua anak itu selalu berisik saat bersama," keluh Sandra.


"kau sudah menyiapkan barbeque nya Rissa?" tanya Sandra.


"tenang saudariku, semu kesukaan mu ada dan juga semu orang, dan siapkan dirimu untuk gemuk," goda Rissa.


"teruskan mentang mentang tubuh mu tetap langsung kau menghinaku," kata Sandra cemberut.


"uluh.. uluh.. saudariku ngambek, maaf dech oh ya kemarin aku habis beli tas kamu mau apa gak, atau aku kasih ke kakak ipar aja ya," kata Rissa.


"jangan dong, kak Ardi mah udah kaya biar kakak ipar minta ke kak Ardi aja.


"cih mertuamu dan suamimu itu juga kaya Sandra," kata James.


"anda benar, tapi beda kalau yang jauh nyonya Smith pasti barang mahal," jawab Sandra.


" ya kau tak berubah dasar saudari ku," kata mereka yang sudah berpelukan.


tak lama Deren datang bersama istrinya Alea yang sedang hamil anak kedua, Deren pun bergabung bersama yang lain.

__ADS_1


"hei dokter, kenapa kau kemari apa tak ada pasien?"tanya Edward.


"tenang malam ini aku khususkan jadwalku untuk acara ini, lama aku tak berkumpul dengan kalian," kata Deren.


"wah kak Alea itu sudah berapa bulan kandungannya?" tanya Kirana.


" baru masuk 7 bulan," jawab Alea tersenyum pada Kirana.


"wah tak terasa, oh ya Deren mana putra pertama mu?" tanya Ardi.


"beh udah di bawa sama opa Omanya, ya elah mama selalu aja bawa Deri maka dari itu aku dan Alea buat lagi," kata Deren.


"kau memang luar biasa, ternyata saudara sepupu kita ini normal," kata Ardi.


"hei raja setan mulutnya pedes banget kalau ngomong," kata Deren.


"peace, jangn marah gitu lah," kata Ardi.


"mami, ini Alva udah tidur mau di taruh di mana?"tanya Aline yang mendatangi keluarga besar itu.


"kita bawa pulang aja sayang," kata Ken.


"buat sendiri," kata Ardi melempar bantal.


sedang semua orang tertawa mendengar perdebatan paman dan keponakan itu, Kirana dan Aline membawa baby Alva ke kamar tamu.


Aline meminta salah seorang maid untuk menunggui Alva, dan kini semua orang sudah berkumpul di halaman belakang.


kini Aline bersama Mecha membawa iga yang sudah di masak dengan bumbu rahasia untuk kedua suami mereka.


Ken dan Lui tersenyum melihat istri istri mereka begitu cekatan dan sangat mudah berbaur dan bercanda bersama keluarga besar Shiddiq.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih


__ADS_2