
setelah Bu Mala sampai di Surabaya, Bu Mala langsung menghubungi kedua putrinya, dan membuat janji bertemu di sebuah resto favorit mereka.
Vita dan Salsa telah sampai di resto, tinggal menunggu Bu Mala yang dlm perjalanan.
"kak Vita.. kira-kira ibu mau ngomong apa ya? kok kita di suruh kesini?" tanya Salsa sambil mengaduk jus stroberinya miliknya.
"aku juga gak tau dek, tapi pasti ini tentang kak Sandi," jawab Vita santai.
tak lama Bu Mala datang dengan wajah senang dan bahagia hingga membuat putri putrinya binggung.
"Assalamualaikum.." ucap Bu Mala seraya duduk.
"waalaikum salam ibu.." jawab mereka mengecup tangan Bu Mala bergantian.
"ibu ada hal apa kok kami di ajak ketemuan kesini?" tanya Salsa.
"ibu sudah menetapkan pernikahan kakak kalian sehabis UN, di kota calon istrinya,"jawab Bu Mala sambil minum teh hijau yang sudah di pesan oleh Vita.
"kenapa harus nunggu setelah UN Bu?"tanya Vita.
"karna dia mau menikah setelah menyelesaikan UN nya sayang," jawab Bu Mala.
"maksud ibu calon istri kak Sandi, gadis SMA gitu!" kaget vita.
"tepat sekali sayang, dia adalah gadis SMA dan gadis sholeha yang tengah viral itu," ucap Bu Mala berbinar bahagia.
"apa ibu gak salah, dia gadis yang viral itu, apa dia mau sama kak Sandi yg kelakuannya seperti itu?" tanya Vita.
"apa ibu gak salah, calon kakak ipar kami gadis SMA, hais... menang banyak nie kak Sandi," ucap Salsa.
"Insyaalloh dia bisa menuntun kakakmu ke jalan yang baik," jawab Bu Mala.
merekapun melanjutkan perbincangannya untuk pernikahan Sandi.
Di rumah wulan
__ADS_1
setelah kejadian tadi siang Wulan jadi gadis yang sedikit murung, karena mendengar calon suaminya yang tak sempurna.
"Ya Alloh jika ini takdirku berikan aku kekuatan untuk menjalankannya," batin wulan.
Bu Nawi dan pak Nawi masuk ke kamar Wulan, mereka melihat Wulan begitu sedih. karena Wulan biasanya gadis ceria yang mudah tersenyum pada semua orang.
"Wulan maafkan kami gara-gara kami, kamu harus menikah bahkan dengan orang yang tak kamu cintai." ucap pak Nawi seraya membelai jilbab wulan.
"Kenapa bapak bicara seperti itu, Wulan kan juga putri bapak, dan Wulan tak bisa melihat bapak menderita seperti tadi, kalau soal cinta Wulan pasrahkan itu kepada Alloh pak," jawab Wulan seraya memaksakan senyumnya.
" kamu putri kami yang luar biasa Wulan, semoga Alloh selalu melindungi mu, Amien.." ucap Bu Nawi sambil memeluk Wulan.
malam hari saat semua tengah terlelap dalam tidurnya, tiba tiba Wulan bermimpi bertemu seorang pria dia meminta tolong , tapi wulan tak bisa melihat wajahnya.
"assalamualaikum.. Wulan," suara pria yang membelakangi nya.
"waalaikum salam..." jawab wulan.
"Wulan, bisakah kau membantuku untuk menuju jalan Alloh, karena aku sudah lama tersesat," ucap pria itu.
"terima kasih dan jangan pernah menyerah padaku, karena kamu adalah jawaban dari do'a ibuku selama ini," pria itu meninggalkan Wulan yang masih diam mematung.
Wulan pun terbangun dari tidurnya, dan melihat jam dinding di kamarnya menunjukkan pukul 1 pagi.
Wulan pun memutuskan untuk sholat untuk meminta petunjuk dari Alloh.
"Ya Alloh tolong berikan aku petunjuk mu, apa pilihan ku untuk menikah dengan orang yang tak ku kenal ini benar, dan berikan kemantapan hati padaku, aku pasrah kan takdir ku pada Mu, dan aku mohon jaga dan lindungi selalu kedua orang tuaku, Amien" do'a Wulan.
kemudian melanjutkan dengan mengaji, tak terasa subuh pun menjelang, Wulan pun kembali menjadi dirinya seperti biasa karena dia pasrahkan semua pada Alloh.
kedua orang tua yang melihat putri mereka kembali pun merasa bahagia sekaligus sedih.
saat di sekolah seperti biasa Wulan bergabung dengan Ali dan Lia.
"Wulan kita dapat endorse baru nanti habis pulang sekolah kita foto," ucap Lia.
__ADS_1
"Insyaalloh aku siap, tapi endorse apa Lia?" tanya balik Wulan.
"ini baju temennya kak Nina, dia minta bantuan kita jadi kalian harus mau bantu," jawab Ali menatap dua gadis di depannya.
"oke dech Ali, aku bisa," jawab wulan.
"owh ya.. tak terasa dua minggu lagi kita akan UN terus kita kuliah," ucap Lia senang.
Wulan yang mendengar kata kata dari Lia, tiba tiba teringat janjinya pada Bu Mala tentang pernikahannya.
"Wulan kamu kenapa? apa kamu sakit? kenapa tiba-tiba murung begitu," tanya Ali.
"tidak-tidak, aku sehat cuma tak sangka kita akan segera lulus," ucap Wulan memaksakan senyumannya.
"ya dan kita akan kuliah di tempat yang sama," ucap Lia sudah memeluk Wulan.
'tapi aku tak tau apa masih bisa meraih cita-citaku setelah menikah' batin Wulan.
"apa yang kau sembunyikan dari kami Wulan," batin Ali masih mengamati dua gadis di depannya.
tak terasa waktu untuk pelajaran pun di mulai, merekapun menyimak pelajaran yang di berikan.
.
.
.
.
.
**mohon dukungannya ya dgn vote,like dan komen...
terimakasih semua😉😉**
__ADS_1