
orang tua Mecha terkejut mendapati putri nya yang baru saja datang, bukan dapat sambutan Mecha malah mendapat Omelan dari sang ibu.
"kenapa ku pulang, aku sudah menyuruhmu mencari uang yang banyak kan!" bentak sang ibu.
"tenang Bu sebenar lagi akan ada orang yang memberi ibu yang dengan ganti pernikahan dengan Mecha," kata Mecha sambil masuk kedalam kamar.
Mecha menangis karena mendengar Omelan sang ibu, Mecha tau jika dia hanya seorang putri tiri tapi tak seharusnya ibunya mengatainya.
malam pun datang ayah Mecha baru saja pulang melaut bersama dengan Miko adik Mecha.
"assalamualaikum.." salam ayah Muhib.
"waalaikum salam, bapak baru pulang?" tanya mecha.
"iya nduk, kamu kok pulang kangen bapak ya," goda pak Muhib.
"iya pak, oh ya bapak mandi terus pakai baju yang bagus ya," kata Mecha.
"mau ada apa nduk, kok bapak harus pakai baju bagus segala?* tanya pak Muhib binggung.
"udah bapak masuk aja, nanti juga tau sendiri kok, kamu juga ya Miko," perintah Mecha.
"iya mbak," jawab Mecha.
pak Muhib pun mengikuti keinginan dari Mecha, bahkan Mecha di bantu sang ibu menyiapkan tikar.
" ini ada apa sih?" tanya pak Muhib binggung.
"ada orang kota yang ingin melamar Mecha, bapak harus terima ya demi Miko dan Mila," kata ibu Maya.
"ibu ini gimana sih, bapak gak setuju," kata pak Muhib yang masuk kedalam kamarnya.
Mecha pun mengikuti pak Muhib dan bersimpu di depan pak muhib, Mecha mengenggam tangan pak Muhib.
"pak, Mecha tau ini mendadak tapi yakinlah mereka orang yang baik, Mecha akan bahagia di sana, dan Mecha bisa membantu melunasi hutang bapak dan juga menyekolahkan Miko dan Mila," kata Mecha.
"kau mengenal keluarga itu nak?" tanya pak Muhib.
" iya pak, mereka adalah mertua Aline putri pak Aris tetangga kita dulu, bahkan bapak akan kaget saat tau siapa yang datang, jadi Mecha mohon untuk menyetujuinya ya, demi Miko dan juga Mila," mohon mecha.
" kau memang gadis yang baik nak," kata pak Muhib.
__ADS_1
Mila juga sudah pulang, rencana menginap di rumah temannya gagal karena acara yang tak penting menurutnya.
tak lama rombongan dari keluarga James datang dengan di dampingi pak kades dan perangkat desa.
"assalamualaikum pak Muhib dan Bu Maya," sapa pak kades.
"waalaikum salam pak lurah, mari masuk," kata pak Muhib pada para tamu.
mata Mila melotot saat melihat Ken yang begitu tampan dengan baju batik berjalan bersama Jessi., sedang Aline berdampingan dengan Lui.
kini mereka semua duduk di lantai kecuali Lui, pak Muhib melihat Rissa seperti mengenalnya begitupun Aline yang duduk di sampingnya.
"maaf pak Muhib, mungkin anda mengenal istri saya," kata James mengejutkan pak Muhib.
"iya tuan, seperti pernah melihat nya dan juga wajah gadis ini seperti istri dari sahabat saya dulu," kata pak Muhib.
"iya pasti kenal lah wong ini mbak Rissa dan Aline Aristya putri mas Aris dan mbak Aiko," jawab pak kades.
" ya Alloh makanya kok seperti kenal, Aline apa kabar kamu, dan mbak maafkan atas kejadian yang lalu ya," kata pak Muhib.
"iya pak Muhib, saya sudah melupakan semuanya, oh ya ini perkenalkan suami dan keempat anak saya, ada Ken, Jessi, Jacob dan Lui," kata Rissa mengenalkan anaknya.
" baiklah pak tanpa bisa basi lagi kami datang kemari ingin melamar putri bapak untuk putra kami yang bernama Lui," kata James.
pak Muhib dan yang lain melihat kearah Lui, Mila tersenyum mengejek karena s
calon suami Mecha seorang yang cacat.
"saya mah terserah anaknya, jika dia menerima maka kami pun menerima," jawab pak Muhib.
"tunggu tapi ada syaratnya untuk meminang Mecha," kata Bu Maya.
"apa Bu syarat nya?" tanya James.
" kalian harus memberikan uang sebanyak 300juta untuk pernikahan ini," kata Bu Maya.
pak Muhib pun menatap istrinya yang tak tau malu itu, sedang Jacob malah tertawa dan sudah mendapat cubitan dari Aline.
" iya Bu kami akan memberikan pada kalian, dan juga kami akan melunasi semua hutang kalian," kata James.
" bagus kalau kalian mengerti," tambah Bu Maya.
__ADS_1
sedang Rissa hanya tersenyum simpul karena tak mengira Bu Maya tak berubah dari dulu yang di fikirkan hanya uang, uang dan uang.
"maafkan istri saya ya pak, dia memang seperti ini," kata pak Muhib.
"iya pak tak masalah kami mengerti, kami yang malah senang bisa memiliki menantu seperti mecha," kata Rissa.
Mila membantu Mecha mengeluarkan makanan ringan dan minuman, sedang Aline dan Ken memilih mengobrol di luar bersama Lui.
"lancar bro," kata Ken.
"gila aja gue gak nyangka kalau ibunya bisa terang terangan minta uang," kata Lui.
"itu sudah bisa ibu Maya memang dari dulu begitu, oh ya kak Lui lihat bentar lagi pasti ada yang caper sama suamiku ini," kata Aline sambil menahan tawa.
"maksud mu sayang?" tanya Ken yang tak mengerti maksud Aline.
"tuh dia datang," kata Aline sambil melihat Mila yang datang dengan senyum sok manisnya.
Lui menahan tawa dan mulai mengerti maksud Aline, Mila menyuguhkan kue dan minuman untuk mereka bertiga, dan tak di duga Mila malah langsung duduk di samping Ken.
"Mila sekarang sekolah kelas berapa?" tanya Aline basa basi.
" udah kelas 3 SMA kak, Mila juga siap loh kalau ada yang mau ngajak nikah," kata Mila melirik ke arah Ken.
"jijik banget sih nih cewek," batin Ken.
.
.
.
.
.
.
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘 terima kasih
__ADS_1