Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
terkejut..


__ADS_3

sore hari Aisyah tengah memandikan trio Ar dan memberikan susu sandi mendatangi ketiga putranya yg tengah menyusu itu...


" mereka sedang apa sya.." tanya sandi..


"mereka sedang menyusu dari botol tuan.." jawab Aisyah..


" andai mama kalian masih bersama papa.. mungkin sekarang kalian mendapat kasih sayang yg lengkap..." kata sandi membayangkan Wulan..


" maaf tuan... sepertinya anda sangat mencintai istri anda..." tanya Aisyah..


"iya sya... dia adl satu satunya wanita yg sabar menghadapi ku... bahkan mengorbankan nyawanya untuk melahirkan jagoan kami... aku sempat kehilangannya.. tapi cinta kami disatukan oleh Alloh... tapi Alloh mengambilnya lagi... aku sangat mencintainya... bahkan cinta ini semakin besar ketika melihat mereka bertiga..." curhat sandi..


"beruntung sekali istri anda tuan..." jelas Aisyah...


Aisyah pun undur diri.. sebenarnya waktu sandi mengucapkan isi hatinya.. Aisyah merekam dan mengirimkan pada Zain dan Bu Sena...


Aisyah menuju dapur untuk membantu bik Maya membuat makan malam tak sengaja dia melihat suci yg tengah berbincang dengan Bu Mala dengan serius...


Aisyah tak ambil pusing.. makan malam sudah tersaji.. kini sandi. Surya dan Bu Mala sedang makan...


Aisyah dan semua pembantu juga makan di belakang... karna kebetulan trio Ar sudah tidur...


setelah makan malam... Bu Mala. sandi.dan Surya tengah berbincang membahas pernikahan..


"san.. ini sudah tujuh bulan dari kematian Wulan... apa kau tak ingin menikah..." tanya Bu Mala..


" Bu sandi sudah pernah bilang kalau sandi tak ingin menikah.. sandi ingin fokus untuk membesarkan Ardi. Ardan dan juga arka..." jelas sandi..


" tapi san mereka butuh kasih sayang seorang ibu..." bujuk Bu Maya..


"CUKUP BU.. JIKA IBU TERUS SEPERTI INI... SANDI DAN KETIGA PUTRAKU AKAN KELUAR DARI RUMAH INI..." kata sandi tegas...


sandi pun pergi meninggalkan Surya dan Bu Mala...


"cukup bu... biarkan sandi menjalani hidupnya sesuai dengan keinginannya... " kata Surya meninggalkan Bu Mala..


sandi tengah duduk di taman.. bik Maya tadi tak sengaja mendengar pertengkaran dari ibu dan anak itu..


"maaf tuan... apa saya bisa bicara sebentar.." tanya bik Maya..


" silahkan bik..." kata sandi memandang kebun mawar di sekitarnya..


" tuan... sebenarnya anda sedang berada dalam ujian cinta tuan... ada seseorang di luar sana menunggu kedatangan tuan dan membawanya kembali bersama ketiga putra tuan... dia selalu merindukan tuan... bahkan dia kembali demi tuan dan juga putra putranya..." kata bik Maya..


"apa maksud bibi..." tanya sandi..


"maaf tuan hanya itu yg bisa bibi katakan... permisi tuan.." kata bik Maya..


sandi pun menimbang perkataan bik Maya.. sandi menelaah setiap kata yg di ucapkan bik Maya...

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


pagi hari semu berjalan seperti biasa aisyah yg menjaga ketiga putranya pun sudah tak sanggup harus terus menyembunyikan identitasnya..


akhirnya dia memilih untuk menghubungi Zain dan meminta Zain untuk merestuinya kembali pada sandi..


akhirnya Zain mengiyakan... nanti malam bu Sena serta Viktor akan ke Surabaya... menjelaskan karena Zain sedang tugas di luar negri...


malam hari di rumah Shiddiq terlihat ramai karna tadi sore Bu Mala mengatakan bahwa malam ini ada acara...


semua sudah berkumpul.. mulai dari Vita bersama keluarganya.. Vita bersama keluarganya... dan para besan serta sanak saudara...


Surya dan sandi di buat binggung dengan kelakuan Bu Mala... trio Ar juga sudah rapi dengan baju yg sama dengan ayah mereka...


Aisyah membantu para pelayan menyiapkan acara... tak lama datang Viktor dan Bu Sena...


Bu Mala menyambut dengan ramahnya...


" wah selamat datang jeng..." kata Bu Mala..


" iya jeng.. ada apa nie kok rame banget.. apa kami menganggu..." tanya Bu Sena..


" gak kok jeng.. hanya acara kecil kecilan..." jawab Bu Mala..


sandi yg melihat kedatangan Viktor dan Sena langsung menyalami dan mengajak bermain bareng si kembar...


Bu Mala dan salsa menyambut keluarga suci dengan ramah... tapi tidak dengan Vita. Surya dan sandi.. sedang Sena dan Viktor hanya bisa melihat keakraban mereka...


Aisyah menjaga ketiga putranya... sedang sandi sudah duduk bersama Bu Mala dan Surya.. sedang Viktor dan Bu Sena juga hanya bisa mengikuti jalannya acara..


"malam ini saya ingin mengatakan bahwa sandi dan suci akan bertunangan.." kata Bu Mala...


PYARR.... gelas yg di pegang Aisyah jatuh pecah berkeping keping... sandi marah besar...


" APA MAKSUD IBU DENGAN ACARA INI... SANDI SUDAH BILANG SANDI TAK AKAN PERNAH MENIKAH.. KARENA SANDI CUMA MENCINTAI WULAN.." teriak sandi..


" cukup sandi... kau harus mau dan ini demi anak anak mu..karna mereka butuh sosok ibu.." kata Bu Mala..


Vita tak tinggal diam.. Vita menghampiri keluarga suci dengan tatapan tak ramah..


"apa maksudmu dengan ingin menjadi istri dari kak sandi.. " kata Vita


" aku mendapat amanah Wulan dari mimpi.. dia memintaku untuk mengantikanya.." jelas suci tersenyum...


" bulsyit... kau berbohong..." teriak Bu Sena..


" aku tak berbohong.. aku adl sahabat yg begitu dekat dengannya.. makanya dia ingin aku mengantikan nya..." kata suci..


Aisyah yg geram pun menghampiri suci...

__ADS_1


PLAK....


sebuah tamparan sukses mendarat di pipi suci..


semua orang terkejut dengan yg di lakukan Aisyah...


semua terdiam... suci sudah mengangkat tangan dan ingin memukul Aisyah tapi tangannya di tahan Bu Sena...


" jangan pernah menyentuh putriku.." teriak Bu Sena


semua orang terkejut.. mendengar perkataan Bu Sena...


" hei kau cuma baby sitter jangan berlagak ya.." kata suci


" cukup pergi kau gadis menjijikan... " sarkas sandi yg sudah emosi..


" sandi cukup... dia akan menikah dengan mu karna dia adl pilihan terbaik.." kukuh Bu Mala...


" Bu dan papa kalian tolong ambil Ardi dan Ardan aku akan membawa arka.. kita akan pergi dari sini..." jelas Aisyah...


semua orang terkejut Sena sudah mengendong ardi. Viktor mengendong Ardan dan Aisyah membawa arka bersamanya..


" tunggu mau di bawa kemana mereka.. MEREKA PUTRA PUTRA KU... KEMBALIKAN.." teriak sandi..


Sena. Viktor dan Wulan tak bergeming mereka akan keluar hingga bik Maya memanggilnya...


" tunggu Nona... " kata bik Maya yg menghentikan langkah mereka bertiga...


" bibi..." tanya sandi dengan suara bergetar...


suci sudah mulai pucat mendengar panggilan bik Maya ... semua terdiam...


Aisyah berbalik badan menghadap semua dan membuka cadarnya... semua orang terkejut... sandi sudah terduduk lemas.. melihat istrinya berada di depan nya...


" Wulan..." kata sandi lemah...


.


.


.


.


.


Mohon dukungannya ya dengan like komen dan vote 😍😘😍😘😍😍😍


terima kasih atas dukungan ya

__ADS_1


__ADS_2