
" saya tak peduli wanita ini dan putranya harus ganti rugi.. karena menyebabkan putra ku babak belur..." kata pria itu..
" tapi putra bapak yg salah.. dan putra saya hanya membela gadis ini dan dirinya..." jawab Wulan..
" sayang lihat wanita ini.. dia tidak punya sopan santun mungkin dulu dia juga hamil di luar nikah.. hingga punya anak sebesar ini saat dia masih muda... " hina wanita itu..
" JAGA UCAPAN ANDA.... " teriak Ardi..
" hei jaga bicaramu..." kata pria itu ...
ketika pria itu akan menampar Ardi tangannya di cegat oleh Eko.. bahkan Eko mencengkram leher pria itu...
" jangan pernah bermimpi bisa menyentuh dan menyakiti keluarga tuan Sandiaga putra as Shiddiq...." kata Eko dingin...
pria itu ketakutan melihat amarah Eko.. bahkan istrinya pun mencoba melepaskan tangan Eko...
" ma.. ma... maaf tuan..." kata pria itu terbata bata...
" cukup pak Eko.. tolong lepaskan... aku tak ingin menambah masalah..." kata Wulan..
Eko melempar dan melepaskan cengkraman tangan nya... Eko menatap tajam pria itu..
" saya sudah menghubungi polisi.. dan melaporkan tentang perbuatan keluarga dari Seto tentang penghinaan dan fitnah kepada tuan muda dan nyonya besar..." kata Eko datar..
" nyonya besar..." kata wanita itu..
" iya dia adl istri dari Sandiaga putra as Shiddiq... pemilik Shiddiq Grub dan putra nya Ardinata Abraham as Shiddiq pewaris sah Shiddiq Grub..." jelas Eko..
semua orang terkejut tak menyangka Wulan dan Ardi adl istri dan anak dari Sandiaga putra as Shiddiq pengusaha tersukses se Asia...
" dan kamu sudah di pecat tanpa hormat dari perusahaan Shiddiq Grub karena mencemarkan nama perusahaan.. besok kamu bisa membereskan semua barang barang mu..." kata Eko dingin..
" saya mohon tuan... jangan pecat saya... saya tak tau jika anak saya bermasalah dengan anak dari tuan sandi..." mohon pria itu..
" maaf saya keputusan tidak bisa di ganggu gugat.. dan itu hanya hukuman kecil.. jika sampai tuan sandi sampai mengetahui masalah ini saya jamin keluargamu akan di bereskan oleh beliau..."kata Eko..
" baiklah tuan.. kami undur diri dan minta maaf tentang sikap saya dan keluarga.. saya permisi..." kata pria itu pergi menyeret tangan istri dan putranya...
" baiklah pak urusan sudah beres... kami pamit..." kata wulan tersenyum...
kepala sekolah dan Bu Lastri mengangguk... mereka tak menyangka anak anak dari pemilik Shiddiq Grub bersekolah di sekolah mereka...
__ADS_1
kini Wulan sudah keluar bersama Eko. Ardi. dan Dhea.. Eko pamit karena masih banyak kerjaan... sedang Wulan melihat jam menunjukkan pukul jam 11.30 dan merasa sangat lapar...
"bang temenin mama ke kantin ya.. mama lapar dan kata bang arka somay di kantin enak bang.." kata Wulan..
" iya ma.. iya..." kata Ardi..
" Dhea ikut ya.. " kata Wulan..
" iya Tante.. " jawab Dhea..
kini mereka sedang menikmati makanan di kantin dan ternyata istirahat ke dua.. dan arka dan Ardan yg melihat sang mama langsung bergabung...
" mama... bang arka mau dong..." kata Arka yg minta di suapi..
" ya Alloh punya saudara satu tak tau malu ini..." kata Ardan duduk di samping Ardi..
semua murid mengamati trio Ar yg sedang berbincang manja dengan Wulan.. mereka pikir Wulan adl kakak mereka..
" baiklah.. mama pulang ya... mau jemput Sandra dan Rissa.." kata Wulan..
" iya ma.. dan nanti kita ada extra kulikuler jadi pulang telat ya..." kata Ardan ...
" iya sayang... kalian hati hati ya..." kata. Wulan..
kini Wulan menuju ke sekolah Sandra dan Rissa dan bertepatan dengan bel sekolah pulang... terlihat Sandra dan Rissa baru keluar kelas..
Wulan menghampiri putri putrinya yg berjalan bergandengan.. Wulan tersenyum dan memeluk putri putrinya...
" ma.. issa mau beli buku gambal ya.. kalna buku gambal issa habis..." kata Rissa..
" Sandra mau beli pita dan bando ya ma..." kata Sandra..
" baiklah sekarang kita ke mall kalau gitu... ayo girls..." kata Wulan mengandeng kedua putrinya...
kini Wulan menuju ke salah satu mall terbesar di Surabaya... mereka masuk ke dalam toko perlengkapan sekolah kemudian ke toko aksesoris...
sedang Sandra dan Rissa sudah merengek karena sudah lapar... mereka berjalan menuju ke arah restoran Italia tanpa di duga.. mereka bertemu sandi yg baru keluar dari restoran itu bersama seorang wanita...
sesaat Wulan dan sandi terdiam.. air mata Wulan menetes melihat sang suami yg lagi lagi membuat kecewa... sedang Sandra dan Rissa binggung melihat sang papa bersama seorang wanita asing..
"maaf kan kami menghalangi jalan anda..." kata Wulan...
__ADS_1
wulan membawa kedua putrinya untuk pulang... Sandra yg melihat Wulan menangis pun mengikuti mamanya... sedang saat Rissa akan protes Sandra mengeleng kan kepalanya..
kini mereka sampai di rumah... Sandra dan Rissa berganti pakaian... dan Wulan sudah meminta bik Maya menyiapkan makan siang pasta untuk kedua putrinya..
Wulan tengah menangis di bawah guyuran shower di kamar mandi... entah kenapa kemelut menghampiri lagi dan lagi, Wulan melihat sandi bersama wanita lain...
kini Sandra dan Rissa sudah selesai makan dan mencari keberadaan sang mama..
" bik Maya.. mama di mana" tanya Sandra..
" nyonya di kamar non.. dan belum keluar..." jawab bik Maya..
" bik boleh pinjem hp ya... mau telpon bang aldan dong..." kata Rissa dengan puppy eyes..
bik Maya menekankan no Ardan dan tak lama Ardan menerima panggilan dari no bik Maya..
" iya bik ada apa.." kata Ardan..
" bang aldan.. ini issa.. bang aldan pulang ya.. Mama nangis dari tadi..." kata Rissa mengadu..
" kenapa dek kok bisa nangis.." tanya Ardan mulai panik...
" tadi issa. sandla dan mama ketemu papa di mall baleng Tante Tante...." kata Rissa..
" ya udah Abang Ar pulang sekarang.." jawab Ardan mematikan telpon nya..
Ardan menghampiri Ardi dan arka dan menceritakan semuanya.. kini mereka bertiga sudah menuju ke rumah.. mereka bertiga terlihat sangat marah.. bahkan di perjalanan mereka terlihat diam...
sesampainya di rumah Ardi langsung ke kamar karna dia sudah mengerti kebiasaan mamanya ketika sedang sedih...
sedang arka membawa kedua adiknya ke kamar mereka... Ardan menyusul Ardi... dan ternyata Ardi sudah mengendong Wulan yg sudah pucat dan basah kuyup dari kamar mandi...
" Ardan Panggilin bik Maya dan bik Ani biar gantiin baju mama... dan aku akan telpon om Rafi..." kata Ardi...
Ardan memanggil kedua ART nya dan menyuruh mereka mengantikan pakaian Wulan.. setelah itu dokter Rafi memeriksa wulan.. sedang Ardi dan Ardan terlihat sangat kacau...
.
.
.
__ADS_1
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘😍 terima kasih