
tak terasa waktu terus berjalan... kini Sandra sibuk dengan kuliah.. Rissa sedang sibuk mengurus semua yayasan yg di naungi oleh yayasan Smith.. serta James yg juga kembali ke kesibukan nya..
sore hari Sandra dan Rissa tengah menonton di ruangan movie teater di kastil.. mereka sedang menikmati film horor kesukaan keduanya..
mereka tak sadar hingga waktu beranjak malam.. James batu pulang dari kantor bersama kedua asistennya.. pak Jay menyambut kedatangan mereka..
" kemana nyonya pak.. kenapa hanya sendirian..." tanya James..
" nyonya sedang nonton film bersama nona Sandra tuan.. mungkin mereka lupa waktu..." jawab pak Jay..
" biarkan pak biar saya yg ke sana..." kata James..
kini James menuju ke movie teater.. karena ruangan itu kedap suara jadi terlihat sangat hening.. tapi saat James membuka pintu tak di duga Sandra dan Rissa berteriak begitu keras...
" AAAAA....." teriakan saudara kembar itu..
James pun menyalakan lampu.. kini Rissa dan Sandra mencoba melihat siapa yg menyalakan lampu..
Rissa kaget melihat James berdiri dengan wajah tampan nan datar dan dingin.. sedang Sandra ikut tersenyum kecut..
James meninggalkan dua gadis itu dan berlalu menuju kamarnya.. Rissa langsung berlari mengejar James yg akan memasuki lift..
sebelum pintu lift tertutup Rissa berhasil masuk kedalam.. James memandang Rissa dengan wajah dingin.. sedang Rissa menunduk takut..
" begitu asik ya.. hingga lupa suamimu pulang..." suara James terdengar dingin..
" maafkan aku.. " jawab Rissa..
" Hem..." kata James..
Rissa pun mendorong James ke dinding lift.. James pun kaget dengan kelakuan Rissa...
" apa yg ingin kau lakukan..." suara James terdengar dingin..
" aku ingin minta maaf..." kata Rissa memainkan dan membuka kancing jas James..
" hei.. hei.. ini di lift.. " kata James mulai panik..
sedang Rissa tersenyum mengodanya.. James pun makin berhasrat melihat keberanian Rissa..
saat akan mencium bibir Rissa.. tangan Rissa menghentikan bibir James.. dan melirik ke arah kamera pengawas...
James pun mengerti.. James membuka jasnya dan menutup kedua kepala mereka.. kini James mencium bibir Rissa dengan mesra.. James pun mengendong Rissa menuju kamar..
sedang para pengawal yg bertugas mengawasi setiap kamera CCTV di buat melongo melihat kemesraan James dan Rissa..
waktu makan malam.. Sandra masih canggung sedang Rissa dan James sudah biasa karena Rissa berhasil membuat mood suaminya membaik...
" besok jadwal mu untuk cek up.. dan Sandra akan menemani mu.. apa kau keberatan Sandra.." tanya James..
" ten.. tentu tidak.." jawab Sandra..
" puft... hahaha .." tawa Rissa..
" kamu sehat sayang..." tanya James pada Rissa..
__ADS_1
" maaf kan aku.. Sandra masih takut kalau kamu marah akibat kami yg terlalu asik nonton film.." kata Rissa..
" maafkan aku yg membuat Rissa tak menyambut kedatangan mu.." kata Sandra..
" hei.. santai saja kakak ipar.. aku tak masalah.. lagian aku tau kalian memang masih butuh waktu untuk bersenang senang.. tapi lain kali jangan lupa waktu lagi oke.." kata James...
" siap bos.." jawab mereka kompak...
setelah makan malam... Sandra dan Rissa sedang duduk di taman sedang James sedang berada di ruang kerja..
perusahaan garmen James sedang memiliki masalah.. karena kualitas kain yg mereka buat menurun drastis.. dan itu membuat para pemesan kecewa..
sedang dua gadis itu tengah menikmati waktu santai mereka.. tiba tiba Rissa menginginkan buah stroberi...
" permisi.. bisa tolong ambilkan stroberi..." pinta Rissa sopan..
" baik nyonya.." jawab pelayan perempuan tadi..
ya Rissa tak bisa mengingat nama pelayan karena terlalu banyak.. jadilah dia hanya meminta dengan sopan...
pelayan tadi membawa sekotak besar stroberi yg terlihat begitu menggiurkan di mata Rissa...
" hei.. tumben kamu makan stroberi.. biasanya kamu suka buah kiwi.." kata Sandra .
" entah.. aku hanya ingin makan ini saja.." jawab Rissa..
hari makin malam.. Rissa membawa kotak stroberi itu ke kamar sedang Sandra sudah tidur..
di kamar Rissa sedang menunggu James yg belum kembali.. akhirnya Rissa tertidur dengan lelap.. James masuk ke kamar dia melihat Rissa yg sudah pulas tertidur mengecup kening Rissa...
" maafkan aku.. pasti kamu terlalu lama menungguku hingga tertidur di sofa..." kata James..
pagi hari.. James sudah pergi tanpa pamit kepada Rissa karena akan pergi ke perusahaan nya yg tengah bermasalah...
Rissa bangun kesiangan karena tubuhnya begitu lemas... saat bangun ia tak melihat James di sana.. entah kenapa mood nya hancur saat tak mendapati James di sampingnya saat bangun...
Rissa bersiap siap untuk ke rumah sakit .. hari ini Rissa mengunakan gamis warna peach dan dia membawa baju ganti.. karena dia berencana mengajak Sandra berkeliling..
Rissa dan Sandra sarapan dengan hening.. pak Jay menyampaikan jika James pergi karena ada urusan.. kini mereka menuju ke rumah sakit milik keluarga Folke...
kini Rissa dan Sandra di ajak menuju ke ruangan dokter Edward yg sudah menunggu mereka..
" permisi dokter.. nyonya Smith sudah datang.." kata perawat...
" tolong persilahkan masuk.." kata Edward..
" permisi dokter Edward..." sapa Rissa...
" selamat datang kakak ipar...." kata Edward berdiri menyambut Rissa..
Edward dan Sandra kaget...
" KAU...." kata mereka serempak..
" buat apa disini..." kata mereka kompak lagi..
__ADS_1
" cie.. kalian ternyata sangat kompak ya..." goda Rissa
" cih.. gadis bar bar...." kata Edward..
" pria gila.. Wlek...." kata Sandra...
" aduh.. aku di cuekin..." kata Rissa..
" maaf kakak ipar.. kenapa gadis bar bar ini bisa bersamamu..." tanya dokter Edward...
" dia kembaran ku.. namanya Casandra..." kata Rissa..
" what.. dia kembaran mu.. kenapa bisa bar bar begitu..." kata Edward..
" hei pria gila.. siapa yg kau panggil bar bar.. gadis cantik gini..." kata Sandra..
" iya sih... tapi kenapa kakak ipar bisa lemah lembut sedang saudarinya bar bar gitu..." batin Edward...
" Kyaaa.... " teriak Sandra yg mengejutkan Edward dari lamunannya...
" baiklah kakak ipar.. mari kita lakukan general check up untuk mengetahui keadaan mu.." kata Edward..
sedang Sandra asik memainkan game cacing di ponselnya.. kini Rissa sudah selesai.. Edward kaget melihat hasil dari cek kesehatan Rissa..
" bagaimana keadaan ku kak..." tanya Rissa..
" semuanya baik.. detak jantung anda juga normal.. dan selamat.. anda sedang hamil 4minggu.." kata Edward..
" apa.. aku akan jadi aunty.. yeah..." teriak Sandra..
" dan aku akan jadi uncle..." kata Edward tak kalah bahagia..
tanpa di duga Edward dan Sandra melakukan hi five.. sedang Rissa sedih mengetahui dirinya hamil....
Sandra berhenti bersorak.. dan mencubit Edward dan mereka melihat raut wajah sedih Rissa...
" kau kenapa Rissa.. kenapa tak bahagia karena kehamilanmu..." tanya Sandra..
" aku bahagia.. tapi aku takut pada kak James.. karena dulu papa bilang jika aku hamil akan membahayakan hidupku..." kata Rissa
" keadaan mu sangat normal kakak ipar.. dan asal kamu menjaga emosi mu stabil pasti akan baik.. aku akan selalu mengawasi mu.. benar kan gadis bar bar..." kata Edward..
" ya.. dan aku akan di sini menemanimu selalu.. setiap saat..." kata Sandra..
" baiklah.. dan bisakah kalian menyembunyikan semua dari kak James.. karena aku ingin membuat surprise untuk nya..." kata Rissa...
" baiklah... ayo kita makan siang.. aku traktir.. " kata dokter Edward...
" let's go..." kata Sandra..
.
.
.
__ADS_1
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘😍 terima kasih