
"Laura! apa kau gil*!" bentak Jacob.
"dasar wanita tak tau malu, berani kau bersama kekasihku," suara Laura memaki Aisyah.
prok.. prok.. prok...
suara tepuk tangan Jessica sambil tersenyum, Jessica langsung mendorong Laura hingga terjatuh.
Jessica mengambil pesanan yang di bawa oleh pelayan dan langsung menumpahkan ke arah Laura.
Nicole akan berdiri membantu Aisyah tapi dia merasakan di tahan seseorang.
"jangan berani membantu dan menganggu adikku jika kau tak ingin jatuh miskin dan menderita," ancam orang itu.
Nicole langsung mengurungkan niatnya, dua memilih duduk dan menyaksikan Laura, sedang Nicole menatap pada pria yang duduk di sampingnya itu.
"kau wanita tak tau malu, siapa yang kau akui sebagai kekasih, bahkan kau saja membuang suamimu yang sudah miskin itu, dan sekarang berharap aku mau kembali padamu, cih jangan mimpi," kata Jacob.
"tenang mas, aku tak apa-apa," kata Aisyah menenangkan Jacob.
"lekas Aisyah, dia keterlaluan dengan menghinamu, dia tidak pantas di kasihani," kata Jacob menahan amarahnya.
"aku mohon.. tenanglah," bisik Aisyah menahan Jacob.
"Jack, bawa Aisyah ke kamar resort, biar nanti pegawai resort membawa pakaian ganti untuknya," kata Jessica.
"baiklah, dan Jasper buat wanita ini tak terlihat oleh ku, sudah cukup drama yang dia timbulkan," perintah Jacob.
"dengan senang hati, dia tak tau saat kita sudah bermain," kata Jasper.
"kalian main apa?" tanya Jessica seperti anak? kecil yang ingin tau.
"nanti aku kasih tau nona besar," kata Jasper mengacak rambut Jessica.
Laura masih terduduk karena malu dengan ucapan Jacob yang membuka semuanya, dan rencananya gagal karena amarahnya sendiri.
Laura melihat kearah Nicole yang seakan tak peduli padanya, dan terlihat seperti mengabaikan nya.
"bawa wanita ini ke markas," kata Jasper pada pengawal yang baru datang.
Laura langsung di seret ke markas milik Jacob dan Jasper, sedang Jasper mengajak Jessica untuk melihat dua bermain.
Jacob menunggu Aisyah yang tengah berganti pakaian, Jacob juga meminta pegawai resort mengantar makanan mereka.
__ADS_1
Jacob menunggu Aisyah di ruang tengah, tak lama Aisyah keluar dengan baju baru dan terlihat begitu manis dengan warna baby pink.
"Aisyah, kemari kita makan dulu," panggil Jacob lembut.
"terima kasih," jawab Aisyah.
Jacob langsung menikmati makanan mereka, sedang Aisyah hanya tersenyum melihat Jacob yang seperti anak kecil itu.
"mas makannya pelan-pelan saja," kata Aisyah mengusap saus di sudut bibir Jacob dengan tisu.
"aku hanya lapar, maaf aku seperti ini kalau sedang lapar," jawab Jacob.
"jika masih kurang, kamu bisa mengambil milikku, karena ini porsinya terlalu besar untukku," kata Aisyah membagi pasta miliknya.
tak di sangka Jacob malah mengarahkan tanya Aisyah langsung ke mulutnya, Jacob tersenyum menang.
sedang Aisyah kaget karena menyuapi Jacob meski hasil ulah dari pria yang telah mencuri hatinya itu.
"mas nakal," kata Aisyah.
"ha-ha-ha maaf, habis makan dari tangan mu lebih enak Aisyah, sekarang kita makan dan kita harus ke suatu tempat," kata Jacob.
kedua nya sudah menuju ke tempat yang di maksud oleh Jacob.
di sebuah ruangan Jessica memperhatikan Laura yang di ikat di sebuah kursi di sebuah ruangan gelap.
"ini penyiksaan atau apa sih, kalian berdua sadis banget," kaya Jessica.
"honey jika aku sadis, tadi sudah ku suruh anak buah ku memperk*sa nya dan juga membunuhnya, ini kan tidak," kata Jasper membela diri.
"terserah padamu, asal aku tak ingin kamu membunuh orang," kata Jessica.
Laura baru sadar dari pingsannya, dia melihat kesekelilingnya, dia ketakutan melihat ruangan gelap.
"siapa pun tolong aku!" teriak Laura.
"kau bisa diam tidak, atau aku merusak wajahmu!" bentak seseorang.
"siapa kalian, lepaskan aku dari sini," bantah Laura terus berontak.
guk.. guk.. guk..
suara gonggongan anjing begitu keras terdengar, Laura makin ketakutan mendengar' suara itu yang saling bersahutan.
__ADS_1
"ya Tuhan, tolong lepaskan aku, aku tak ingin di sini ...." lirih Laura.
"siapa yang menyuruhmu?" tanya Jasper mengunakan pengeras suara.
"lepas kan aku dari sini dasar pria bi*d*b, atau aku bisa membuatmu menyesal," kata Jasper.
"silahkan, tapi jika kau masih bisa keluar dari sana hidup-hidup, asal kau tau di sekeliling mu ada anjing yang siap menerkam mu," kata Jasper.
Jessica memang bisa melihat di sekeliling kursi itu terlihat ada anjing sekitar lima ekor, karena kamera di lengkapi inframerah.
"aku hanya ingin memiliki Jacob kembali, karena aku salah meninggalkan dirinya, dan aku tak suka gadis sok alim itu bersama Jacob," jawab Laura.
"lalu apa hubungan mu dengan Nicole? bukankah kalian merencanakan semuanya bersama," tanya Jasper lagi.
"dia hanya memberikan uang padaku, dan ini semua rencana ku," kata Laura yang masih melindungi Nicole.
tak lama Jacob dan Aisyah pun sampai dan m membawa cemilan dan makanan untuk Jessica dan Jasper.
"apa dia sudah mengaku?" tanya Jacob.
"belum, bahkan sekarang dia melindungi Nicole, dasar perempuan bodoh," kata Jasper.
"biarkan saja, lebih baik makanlah dulu, biar aku yang menanyainya," kata Jacob menepuk pundak Jasper.
Aisyah menyiapkan semuanya di meja ruangan itu, saat Jessica dan Jasper makan siang, Aisyah menghampiri Jacob yang melihat beberapa layar di depannya itu.
"mas ini apa?" tanya Aisyah.
"ini adalah tempat interogasi milik ku, aku biasanya membuat semua musuhku mengakui perbuatannya, biasanya aku akan menyiksanya hingga mengaku," jawab Jacob.
Aisyah menatap tak percaya pada Jacob yang terdengar begitu kejam, bahkan Aisyah tak menyangka akan menyaksikan sendiri dengan mata kepalanya.
"beritahu aku tentang hubunganmu dengan Nicole, jika tidak kelima anjing itu bisa menerkam mu saat ini, asal kau tau ini adalah jam makan sore mereka," ancam Jacob.
"tidak aku mohon, maafkan aku, aku tak bersalah, aku mengenalnya karena dia DM di Instagram ku, dan memberikan tawaran yang menggiurkan tentang dirimu," jawab Laura.
"jelaskan sekarang, aku ingin tau semuanya!" bentak Jacob.
"dia ingin melihat saudari mu terluka, dan merebut Jasper untuknya, dan aku bisa memiliki mu, dan menikmati kehidupan mewah dengan menjadi bagian dari keluarga Smith," jawab Laura.
Jacob menyeringai, tebakannya tak meleset, Jacob tau jika sekarang Nicole pasti juga tak jauh berbeda kondisinya dengan Laura.
Nicole sedang berada di sebuah kamar hotel dan sudah mendapat siksaan dari pria yang tadi menahannya.
__ADS_1
Nicole mendapat tendangan di perutnya karena berani mencoba untuk kabur, saat Nicole kesakitan pria itu menjambak rambut Nicole.
"sudah aku katakan, jangan berani menganggu hidup adikku, ininyang akan kau terima, dan kau tau kan bagaimana jika aku marah, aku tak pernah main-main dengan ucapan ku," kata pria itu begitu dingin dengan tatapan mata tajam.