Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
S3_ Aline Ariestya


__ADS_3

gadis cantik yg baru di terima menjadi pegawai di sebuah perusahaan internasional.. dia sekarang bekerja sebagai seorang sekertaris.. meski tempat CEO masih kosong karena kepindahan dari CEO baru mereka akan terjadi Minggu depan..


Aline adl seorang putri angkat dari Clarissa Azzalea.. seorang wanita yg di temukan oleh ayah dan kakeknya saat melaut..


ibu Aline meninggal saat Aline berusia 5th.. dan mereka harus meninggalkan desa karena sang ayah melindungi Rissa yg hamil besar tanpa tau suaminya..


mereka ke kota dan memulai hidup baru di kota.. Rissa membantu ayah Aline untuk membuka warung bakso.. tapi ayah Aline meninggal dunia karena kecelakaan dan kini Aline tinggal bersama ibu yg sudah di anggap nya seperti ibunya sendiri dan juga kedua adiknya...


kini Aline mengikuti bagian HRD yg menunjukkan tempat kerjanya.. Aline dan wanita dari HRD menuju ke lantai paling atas..


kini Aline sampai pada sebuah ruangan besar yg di depan ada beberapa meja sekertaris..wanita itu menemui kepala sekertaris dan mengenalkan Aline..


wanita yg mengantar Aline sudah pergi kini Aline sudah berhadapan dengan kepala sekertaris..


" perkenalkan nama ku Sekar.. aku kepala sekertaris.." kata Sekar..


" saya Aline.. mohon bimbingan nya Bu.." kata Aline sopan..


" baiklah.. semuanya dengar ini Aline Ariestya .. dia akan menjadi bagian dari kita.." kata Sekar memberi pengumuman..


" siap Bu.. " jawab mereka..


Aline menuju ke mejanya.. dan di sana ada satu wanita dan dua pria.. sedang Bu Sekar memiliki meja sendiri...


" hallo Aline.. perkenalkan aku Aryo.. dia Dimas... dan ini.." kata Aryo di potong oleh Feby..


" aku Feby.. sekarang kita berteman oke..." kata Feby..


" tentu.. salam kenal semuanya..." kata Aline yg duduk di mejanya...


kini mereka mulai bekerja guna menyambut CEO yg akan datang Minggu depan.. tanpa terasa mereka bekerja hingga jam makan siang..


" Aline ayo kita ke kantin.." ajak Feby..


" tentu.. oh ya.. hari ini biar aku yang traktir kalian.. anggap saja ini sebagi salam perkenalan dariku..." kata Aline..


" baiklah.. ayo pergi..." kata Aryo semangat..


" huh.. dasar kau tukang cari gratisan..." cibir Feby melihat kelakuan Aryo..


" tak masalah dong.. iyakan dim..." kata Aryo..


" aku sih malu ya..." kata Dimas.. sedang Feby tertawa melihat Aryo yg tak ada yg membela..


" ya udah gpp.. ini kan memang inisiatif Aline sendiri..." kata Aline .


" baiklah ayo.. kita makan siang..." ajak Feby sudah mengandeng tangan Aline..


Aryo dan Dimas bertugas memesan makanan untuk dua gadis itu sedang Bu Sekar tak ikut karena dia membawa bekal..


kini Aryo dan Dimas sudah datang dengan makanan pesanan mereka.. kini mereka menikmati makan siang bersama.. mereka juga saling bertukar cerita..


Aline terus tertawa melihat tingkah Aryo dan Feby yg seperti kucing dan tikus yg terus berantem sedang Dimas cenderung santai..


setelah makan siang Aline memutuskan membelikan kopi untuk semua orang.. kini mereka kembali menuju ke dalam ruang kerja.. Aline tak lupa memberikan kabar pada Rissa...

__ADS_1


" Aline.. apa kamu tak penasaran dengan CEO kita yg masih sangat muda..." kata Feby..


" benarkah.. aku jadi penasaran.. dia laki laki atau perempuan.." kata Aline..


" dia itu laki laki.. dia sangat tampan.. tapi sayang dingin..." kata Feby..


" tapi tak ada yg setampan Louis..." kata Aline..


" Louis.. siapa itu..." tanya Feby..


" itu adl penyanyi dan juga pencipta lagu kesukaanku.. dia sangat tampan karena dia memiliki darah Indonesia Belanda tau..." kata Aline..


" owalah... idola.. tapi ini CEO kita tu nyata.." kata Feby..


" Louis juga nyata.. bahkan sebentar lagi dia akan mengadakan konser di Indonesia..." kata Aline..


" tunggu kalian membicarakan tentang Louis Antonio yg penyanyi internasional itukan..." kata Aryo..


" iya.. apa kamu juga menyukainya..." tanya Feby..


" gak lah.. aku hanya tau jika perusahaan kita akan menjadi promotor konsernya karena itu bertepatan dengan hari spesial gitu lah.." kata Aryo..


" benarkah.." kata Aline senang .


" iya.. bahkan sekarang para tim yg menangani konsernya juga sedang bekerja keras.. " kata Aryo..


" udah udah.. balik kerja mau kalian kena omel Bu Sekar.." kata Dimas..


" siap..." jawab mereka bertiga..


Aline sebenarnya ingin pergi menonton konser tapi dia tak mungkin meminta uang pada Rissa apalagi Rissa akan membuka cabang baru warung baksonya..


siang itu James dan Ken sudah mendarat di Indonesia.. James dan Ken memutuskan untuk langsung menuju ke mansion milik keluarga yg dulu di beli James..


Ken sedang beristirahat.. sedang James memutuskan untuk berjalan jalan ke taman kota hanya sekedar mengingat masa lalunya..


kini James sedang berada di sebuah taman kota yg cukup hijau.. di tambah oleh danau di tengahnya..


Jessica dan Jacob tengah berjalan di taman.. mereka berhenti di danau tak jauh dari James.. James tak sengaja melihat dua anak kecil yg tengah menangis..


reflek James menghampiri dua anak itu.. tak sengaja James mendengar percakapan antara dua anak kecil itu...


" Jacob.. apa kita buruk.. kenapa teman teman sering hina kita..." kata Jessi..


" Jessi kita anak baik.. jangan dengarkan omongan mereka..." kata Jacob..


" Jessi sedih... mereka selalu bilang kalau kita tak punya ayah..." kata Jessi masih terisak..


" kita punya ayah.. bunda bilang ayah lagi kerja jauh.. dan nanti ayah pasti jemput kita..." kata Jacob mencoba menenangkan Jessi


" kapan Jacob.. Jessi ingin seperti mereka yg sekolah di antar oleh ayah dan juga bunda.. " kata Jessi..


James merasa begitu sedih mendengar kata kata yg keluar dari mulut gadis kecil itu.. entah kenapa dia merasa sakit saat melihat air mata gadis kecil itu..


James membelikan dua eskrim untuk dua bocah itu.. James menghampiri Jessi dan Jacob..

__ADS_1


" apa kalian mau.." kata James memberikan eskrim..


" om siapa.. kita tak di boleh kan bicara dengan orang asing.." kata Jacob berdiri melindungi Jessi..


" om hanya mau menghibur kalian.. om memang orang asing bukan orang Indonesia..." kata James tersenyum..


" om bukan orang jahat.." tanya Jessi..


" bukan.. om orang baik kok.. ini eskrim untuk kalian.. anggap saja sebagai salam perkenalan dari om..." kata James..


"terima kasih..." kata Jessi mengambil eskrim..


" Jessica Arhturine Clarissa... ingat pesan bunda..." kata Jacob..


" lagian om ini baik kok.. " jawab Jessi..


sedang James kaget mendengar panggilan dari Jacob.. dia mengingat nama tengah milik keluarga nya...


" boleh kah om tau nama lengkap kalian berdua..." kata James..


" perkenalkan aku Jessica Arthurine Clarissa dan ini adik ku Jacobson Arthur Clarissa.. " kata Jessi..


" tunggu kenapa kalian mengunakan nama ibu di belakang nama kalian berdua..." tanya James..


" kami bahkan mengunakan nama kedua orang tua kami... Arthur dan juga Clarissa om.." jawab Jacob buka suara..


" ow seperti itu.. kalian mau pulang.. mau bersama om.. om antar deh..." kata James..


" boleh.. minta makan siang juga boleh..." kata Jessi...


" boleh sayang..." kata James mengelus kepala Jessi..


" kamu kenapa bikin malu sih..tidak usah om.. saudariku ini memang tak tau malu..." kata Jacob..


" Hua... Jacob jahat... Jessi kan lapar...." kata Jessi mulai menangis..


" tak masalah sayang.. om suka kok kalau harus mentraktir kalian makan.... ayo kita cari makan.. nanti om antar ke rumah oke..." kata James..


" terima kasih om..." kata Jessi manis...


' ya Tuhan kenapa bersama kedua anak ini aku merasa begitu dekat.. bahkan wajah Jacob seperti wajah Lui saat kecil.. dan mata gadis kecil ini mengingatkan ku pada nya.. apalagi nama Clarissa itu juga...' batin James...


kini mereka menuju ke rumah makan di sekitar situ.. James meminta supir menghentikan mobil di sebuah rumah makan Padang karena James merindukan makan masakan Indonesia...


mereka masuk dengan bahagia bahkan seperti keluarga bahagia karena Jessi yg terus mengenggam tangan James...


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih


__ADS_2