
hari ini tanpa di ketahui oleh Ardi... sandi dan Ken mendarat di amerika karena ada sedikit pekerjaan..
kini sandi menuju ke apartemen milik sang putra... sandi menekan sandi apartemen dan kemudian sudah terbuka...
sandi masuk dan melihat ruangan begitu rapi tapi terdapat beberapa bekas kaleng bir.... sandi memerintahkan Ken untuk membuang kaleng itu sedang sandi menuju kamar milik Ardi..
sandi terkejut melihat Ardi yg masih tidur dengan bertelanjang dada.. sandi membuka tirai dan membuat Ardi terusik..
" Amelia kau pergi saja.. tak usah membuka tirai..." kata Ardi..
" hei Ardinata Abraham as Shiddiq bangun.. dan siapa Amelia..." suara bariton sandi mengema..
Ardi langsung membuka mata dan melihat sandi sedang melipat tangannya di dada.. sambil menatap tajam pada dirinya...
" dia cuma teman wanita papa.. dan kenapa papa masih pagi sudah di apartemen ku..." tanya Ardi..
" hei ini sudah jam 10 pagi.. dan cepat mandi.. papa tunggu di ruang tamu.." kata sandi..
Ardi pun mengikuti perintah sandi.. kini ia mandi dan kemudian menemui sandi yg sudah menatap laptop nya bersama Ken dan sedang mengerjakan pekerjaan nya...
" hei papa... jika mau kerja kenapa harus ke apartemen ku..." kata Ardi datar..
" cih kau memang menyebalkan Ardi.. dan jelaskan kenapa bisa kau membuat kekacauan ini..." tanya sandi..
" tenang papa... aku sudah membereskan itu.. sekarang aku sudah berhasil bekerja sama dengan perusahaan Smith CORP..." kata Ardi..
" kau memang hebat Ardi.. tapi siapa Amelia.. jangan bilang kau melakukan s*x bebas ya..." tanya sandi..
" di negara ini bebas papa.. dan alu tau untuk mengunakan pengaman.. dan ya aku tak mau papa membantu perusahaan WS GROUP... " terang Ardi..
" kenapa... bukannya putri William adl kekasihmu... " tanya sandi..
" aku sudah membuangnya.. dan aku ingin bermain dengan keluarganya.. karena putri mereka berani menghianatiku..." terang Ardi..
"sepertinya kejadian anda terulang tuan..." kata Ken..
" ya seperti ku dulu.. dan kau yg mengalaminya Ardi..." tambah sandi..
" tak masalah.. papa sudah memberikan perusahaan yg di negara ini padaku.. jadi aku sekarang harus membuatnya makin sukses.. jadi sekarang papa pulang temenin mama dech.." kata Ardi..
__ADS_1
" baiklah.. kebetulan aku juga akan ke Jerman.. untuk melihat keadaan Rissa.. dan tolong mama mu jgn sampai tau jika kau berkencan..." kata sandi..
" itu bisa di atur pa..." kata Ardi
sandi pun meninggalkan apartemen dan menuju ke bandara untuk berangkat ke Jerman..
sandi tak mengira keburukannya dulu menurun pada dua anak laki laki nya... tanpa sengaja sandi juga memergoki arka yg juga suka berkencan..
dan sekarang Ardi juga karena penghianatan dari kekasihnya.. dan yg jadi ke khawatiran nya adl kesehatan dari Rissa yg ternyata sudah mengalami kemajuan pesat..
tapi Rissa juga sedang sibuk kuliah di jurusan hukum.. sedang sandi belum menerima kabar dari Syarif yg sangat sulit di hubungi..
sandi beristirahat selama perjalanan menuju ke Jerman... sesampainya di Jerman sandi dan Ken menginap di hotel terlebih dahulu...
siang di Jerman sandi sudah menuju ke kampus tempat Rissa menimba ilmu.. sandi turun dan menjadi pusat perhatian...
sandi turun dari mobil dengan setelan jas warna hitam dan makin menambah aura wibawa dan ketampanannya...
Alexa yg tak sengaja melihat sandi saat dari toilet di buat kagum... ternyata sandi menghampiri Alexa yg masih terpukau akan ketampanan sandi...
" excuse me ... may I know where the law class is? (permisi... boleh saya tau dimana kelas hukum?)" tanya..
Khadijah dan Rissa yg merasa aneh, karena Alexa tak kunjung kembali, mereka pun menghampiri gadis itu...
Khadijah dan Rissa kaget melihat Alexa yg sedang berbincang dengan dua orang pria... Rissa dan Khadijah mendekat.. saat sandi menoleh Rissa berlari memeluk sang papa...
" gadis kecil papa...." kata sandi..
sedang Khadijah dan Alexa kaget dan terkejut melihat Rissa memeluk seorang pria...
" Rissa, warum umarmst du diesen Kerl ... er ist nicht dein Mahram..(rissa, kenapa kamu memeluk pria ini.. dia bukan mahram mu)" kata Khadijah...
" Er ist mein Vater ... kann ich ihn nicht umarmen?(dia papaku..apa aku tak boleh memeluknya?)" kata Rissa..
"Du lΓΌgst Rissa ... warum ist dein Daddy so jung ... selbst ich glaube nichtsicher, ob er dein Daddy ist (kau bohong rissa.. kenapa papa mu begitu muda.. bahkan aku tak yakin jika dia papa mu)" kata Alexa
" was auch immer ... das ist sicher, ich werde ihn nicht umarmen, wenn er nicht mein Vater oder Bruder ist.(terserah... yg pasti aku tak akan memeluknya kalau dia bukan papa atau saudara laki laki ku.. ) " jawab Rissa mulai jengkel..
" what's up dear .. why are you pouting .. my beautiful daughter ..(ada apa sayang.. kenapa kamu cemberut.. putri cantik papa..)" kata sandi..
__ADS_1
" Is it true that your daughter Rissa ... but why do you look handsome and charismatic ...(apa benar rissa putri anda.. tapi kenapa anda terlihat tampan dan berkarisma..)" tanya Alexa...
ken. Khadijah dan Rissa tertawa mendengar pertanyaan polos dari Alexa...
"yes ... even I have five children ... and they are all grown up ... and thank you for your compliment ...(iya.. bahkan aku sudah punya lima anak.. dan mereka semua sudah dewasa.. dan terima kasih pujianmu..)" kata sandi..
Alexa tersenyum malu ketahuan memuji papa dari sahabatnya... sandi pun mengajak Rissa untuk ke perusahaan karena ingin berjumpa dengan Ardan..
sandi mengandeng Rissa sedang Ken berjalan di sisinya.. mereka menuju ruangan Ardan.. tapi tak melihat sekertaris dari Ardan Ivanka...
sandi membuka pintu.. sedang Ardan tengah mengusir Ivanka yg coba merayunya..
"mulai hari ini kamu saya pecat...." bentak Ardan..
Ivanka keluar dengan marah.. pasalnya dia gagal merayu Ardan.. meski Ivanka punya body sexi seperti model.. tapi Ardan jijik melihat wanita seperti itu..
"assalamualaikum bang.. ada apa..." tanya Rissa..
"waalaikum salam dek... eh papa.. om Ken.. silahkan.." kata Ardan..
kini Rissa duduk di sebelah sandi sedang Ardan duduk di sofa single dan terlihat kacau..
" kenapa Ardan.. dan kenapa kau memecat sekertaris mu..." tanya sandi...
" aku risih pa.. dia terus menggodaku dengan tubuhnya... dan tadi dia hampir menciumiku.. aku jijik dengan perempuan seperti itu..." terang Ardan...
"telnyata ada ya.. wanita sepelti itu bang.." kata Rissa...
" entah dek.. mending Abang punya sekertaris pria biar gak bisa gitu..." terang Ardan...
sandi geleng-geleng melihat sikap Ardan yg berbeda dengan dua saudaranya.. meski Ardan terlihat baik tapi dia yg paling sudah didekati oleh orang baru...
.
.
.
.
__ADS_1
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen πππππ terima kasih