Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
Ak_ Kennard kembali 2


__ADS_3

Ken sudah kembali pulih dengan segala usah dan keinginan yang besar untuk kembali ke rumah bersama istri dan calon buah hatinya.


pagi ini Ken akan menuju ke Indonesia bersama dengan James dan Kakashi, karena Keysa juga sedang berada di malang.


kini ketiga pria itu sudah duduk di jet pribadi yang membawa mereka ke Indonesia, perjalanan mereka cukup jauh.


sedang di Indonesia Aline merasakan kesakitan yang teramat, apalagi setelah minum obat pun tak banyak membantu.


sudah sebulan ini Aline mengonsumsi obat dan vitamin tapi apa daya rasa sakit yang ia derita tak kunjung reda.


Rissa membawakan sarapan untuk Aline, saat masuk Rissa terkejut melihat Aline sudah kesakitan.


"sayang kamu kenapa?" tanya Rissa yang menghampiri Aline.


"sakit mom, sakit.." lirih Aline memegangi perutnya.


"pak Jun panggil kan Lui!" teriak Rissa.


pak Jun memanggil Lui yang ternyata sudah siap berangkat ke kantor.


"maf tuan muda, nyonya memanggil anda karena nona Aline kesakitan," kata pak Jun.


"apa!" teriak Lui.


Lui dan Mecha langsung berlari menuju ke rumah utama, Rissa sudah menangis karena Aline pendarahan.


"kita bawa ke rumah sakit mom, dan Mecha cepat hubungi papa Edward," kata Lui sudah mengendong Aline.


Moa yang mengetahui pun langsung mengambil sepeda motor untuk membuka jalan karena ini adalah jam sibuk.


"Lui bisa lebih cepat.." kata Rissa panik karena Aline sudah pucat.


"mommy Aline lelah, bisakah aku tidur," kata Aline.

__ADS_1


"tidak sayang kamu harus kuat dan bertahan, mommy mohon tetaplah membuka mata," kata Rissa sambil menangis.


mobil Lui akhirnya memasuki area rumah sakit dengan sigap Lui langsung membawa tubuh Aline.


Edward dan Deren sudah menunggu dengan seorang dokter lain, Aline langsung di bawa ke ruang operasi.


Rissa menangis di pelukan Lui, Mecha masih mencoba menghubungi nomer ponsel James tapi belum tersambung.


"apa sudah bisa menghubungi Daddy?" tanya Lui.


"masih belum bisa mas, nomer ponsel om Kakashi juga tak bisa di hubungi," jawab Mecha.


sementara di ruang operasi Edward dan tim berhasil menyelamatkan kedua bayi Aline meski harus lahir prematur.


sementara dokter yang lain masih mengusahakan untuk menghentikan pendarahan yang terjadi pada Aline.


suster keluar menghampiri keluarga Rissa, "maaf kami butuh golongan darah AB+ karena persediaan darah di rumah sakit sedang tak ada," kata suster.


"ambil darah saya suster," jawab Rissa dan Mecha bersamaan.


kini Mecha dan Rissa melakukan transfusi darah, Rissa kembali menunggu bersama Lui dan Mecha.


sedang Moa dan Ozil terpaksa menghendel semua pekerjaan di kantor, Ozil dan Moa sudah mengirim email pada kedua bos mereka.


akhirnya Edward keluar bersama Deren menghampiri semu orang, "bagaimana keadaan Aline kak?" tanya Rissa.


"Aline selamat tapi kedua bayinya masih harus mendapatkan penanganan khusus karena begitu kecil meski semu organ sudah lengkap," jawab Edward.


"kak tolong lakukan yang terbaik untuk mereka, jika kamu membutuhkan alat bantu apapun bilang saja," kata Rissa.


"tak masalah kemarin James sudah menyiapkan semu alat yang di butuhkan, dan sekarang Aline akan di pindah ke ruang rawat," kata Edward.


"baiklah terima kasih kak," kata Rissa sedikit bisa bernafas lega.

__ADS_1


"mom ayo sarapan dulu biar mecha yang menjaga Aline," ajak Lui.


"baiklah, Mecha aku titip Aline sebentar ya," kata Rissa yang juga terlihat lemas.


kini Mecha sedang duduk di samping ranjang Aline, Mecha sedih meliht Aline yang begitu pucat.


"hei bangunlah kakak ipar, ku selalu cerewet setiap hari, lihat sekarang aku merindukan Omelan mu itu," kata Mecha.


Aline tak merespon, hanya suara alat yang terdengar di ruangan itu.


Mecha memilih membacakan doa untuk kesehatan Aline, sambil menunggu Mecha memilih membaca novel online dari ponselnya.


tak lama Rissa dan Lui sudah kembali, kini mereka menunggu Aline sadar, "kalian berdua bisa pulang aku takut Jessi dan Jacob membuat masalah di rumah," kata Rissa.


"tapi mom, apa mommy tak masalah di sini sendiri?" tanya Lui.


"mommy tak masalah Lui, ada om Deren dan juga papa Edward di sini," kata Rissa.


"baiklah mom, kalau begitu kami pamit pulang dulu," jawab Lui.


kini keduanya sudah pulang, Rissa masih setia menunggu Aline yang masih menutup matanya.


"sayang kamu harus kuat, Ken akan segera bersama kita, kamu tak ingin melihatnya sedih kan apalagi dia juga baru sembuh," kata Rissa.


Edward dan tim dokter masih melakukan perawatan intensif pada bayi Aline, karena mereka terlalu kecil saat di lahirkan.


.


.


.


.

__ADS_1


.


mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍 terima kasih


__ADS_2