Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
Ak_ kecelakaan Lui..


__ADS_3

sore itu semua keluarga sedang bersantai sedang Lui menuju ke studio untuk latihan, tapi Lui memilih untuk membeli beberapa kue untuk timnya.


pada saat Lui ingin menuju ke studio nya ternyata ada sebuah mobil yang mengikutinya.


saat di tempat sepi mobil Lui di tabrak dari belakang dan akhirnya menabrak pohon di sisi jalan.


mobil yang menabrak pun langsung kabur, Lui di tolong oleh masyarakat di sekitar sana, dan langsung di larikan ke rumah sakit.


Deren yang kaget melihat Lui sudah bersimbah darah di larikan ke ruang UGD dan di tangani Edward.


Deren menghubungi Rissa dan mengatakan jika Lui ada di rumah sakit. Rissa yang tau langsung panik.


"ada apa mom, kenapa panik begitu?" tanya Ken.


"Lui Ken. Lui masuk UGD dan kata Deren dia bersimbah darah dan sekarang Edward masih melakukan tindakan." kata Rissa.


"kita ke sana sekarang!" kata James tegas.


"sayang kamu di rumah bareng Jessi dan Jacob ya. nanti aku kabari oke." kata Ken pada Aline.


"baiklah, hati hati sayang." kata Aline pada Ken yang sudah mencium keningnya.


kini Ken, James dan Rissa menuju ke rumah sakit sedang James memerintahkan Jhon untuk mencari sebab Lui terluka.


tak butuh waktu lama untuk mengetahui semuanya, Jhon sudah mengirim email pada James.


setelah membaca email dari Jhon, James langsung menelpon asisten nya itu.


"aku ingin dia di markas kita, hidup ataupun mati. dan jangan ada yang lolos satu pun!" tegas James.


mobil mereka sampai di parkiran rumah sakit, mereka langsung menuju ke ruang operasi. sedang terlihat juga ada Sandra.


"Sandra bagaimana keadaan Lui." tanya Rissa pada saudarinya itu.


"aku juga belum tau, kak Edward juga belum selesai melakukan operasi." kata Sandra.


"ada apa ini, kenapa harus Lui yang mengalami ini." kata Rissa menangis.


"sebenarnya yang mereka incar itu Ken mom, tapi mereka salah mengenali wajah kami." kata Ken.


"kau sudah tau nak?" tanya James.

__ADS_1


"tau Daddy. Ozil memberitahu jika ada seseorang yang ingin mencelakai ku. dan sekarang anak buah ku sedang mencari mereka." kata Ken.


"kalau begitu mereka salah karena berani berurusan dengan kita, Rissa tunggu Lui di sini bersama Sandra aku akan menyelesaikan masalah orang yang berani mencelakai putra kita." kata James.


"tapi aku mohon jangan lukai diri kalian..."lirih Rissa.


"tentu mom, sekarang mommy tenang ya dan mami titip mommy ya." kata Ken.


"baiklah Ken aku akan menjaganya dan kalian selesaikan masalah ini."kata Sandra.


kini James dan Ken sudah menuju ke markas karena Ozil dan Jhon sudah berhasil menemukan otak dari kecelakaan Lui.


Ken mengemudikan mobil nya dengan kecepatan tinggi, tak butuh waktu lama untuk mereka sampai di markas.


James masuk terlebih dahulu dan menemui para bajing*n itu. James tak terkejut melihat melihat wanita yang menjijikan yang kini sudah terikat di kursi.


"aish.. seharusnya aku meminta Rissa sendiri yang membereskan mu karena aku malas berurusan dengan wanita menjijikan seperti mu." kata James.


"setidaknya kau merasakan sekarang bagaimana kehilangan putra yang kau banggakan." kata nya begitu angkuh.


"tapi sayang nya aku baik baik saja, sepertinya anda salah sasaran nyonya." kata Ken yang berjalan menghampiri James.


wanita itu kaget bukan kepalang karena melihat sosok Ken yang tersenyum menyeramkan.


"jika kamu di sini berarti yang tadi di dalam mobil?" tanya wanita itu.


"dia adalah separuh dari diriku, dan kau berani membuatnya terluka maka jangan salah jika aku membunuh mu nyonya atau lebih tepatnya wanita tak tau diri." kata Ken.


"James tolong hentikan putramu, aku hanya ingin melihat Rissa terluka dan tak ada niat yang lain..." mohon wanita itu.


"niatanmu saja sudah salah, ternyata kau belum puas melihatnya dulu terluka dan sekarang ingin mengulangi nya lagi. kau salah jika memohon padaku, Kennard buat dia tau jangan pernah berani bermain dengan keluarga Smith." kata James menyeringai.


"tentu Daddy.. aku sudah lama tak bermain main, Ozil siapkan peralatan nya kita akan mulai membereskan wanita ini." kata Ken sudah memakai sarung tangan hitam.


sedang James hanya duduk sambil menyaksikan aksi putranya itu. James tersenyum mengetahui jika Ken memang mewarisi segala sifatnya.


"tuan apa kita perlu membantu tuan muda?" tanya Jhon.


"biarkan dia bermain Jhon, kau lihat dia sudah lam tak main seperti ini. biarkan dia menikmatinya." kata James santai.


setelah puas bermain Ken meminta Ozil membuang semua mayat itu. Ozil di bantu Jhon melaksanakan perintah Ken.

__ADS_1


kini James dan Ken menuju ke rumah sakit setelah berganti pakaian. mereka juga membawa makanan untuk Rissa dan Sandra.


sesampainya di rumah sakit mereka menuju ke ruang rawat VVIP. karena Lui sudah di pindahkan karena kondisi nya yang memang tak terlalu berbahaya.


kini dua pria itu masuk dan mendapati Rissa yang sedang duduk di samping Lui sambil menangis, Ken menghampiri mommy nya itu dan memeluknya.


"mommy dia akan bangun, karena aku yakin dia kuat mommy." kata Ken.


"kau tau kan dia selalu lebih lemah darimu, dan mommy takut dia akan meninggalkan mommy Ken..."kata Rissa menangis


"mommy.. kami selalu kuat untuk mu mom.. dan Lui sebentar lagi akan sadar oke." kata Ken menenangkan Rissa


benar saja tak lama Lui membuka mata, dan melirik kearah Ken dan Rissa.


"mommy..."lirih Lui.


"sayang kau bangun." kata Rissa bahagia.


James langsung memanggil Edward untuk memeriksa keadaan dari Lui. dan Edward pun tersenyum karena Lui sudah baik bik saja.


"bro.. lain kali kalau kau bermain ajak ajak dong. gila aja kalian cuma main berdua." kata Edward.


"bule gila loe." jawab James.


"ish.. ish... sesama bule gila di larang bertengkar oke.. pangeran mami sudah bangun." kata Sandra meledek dua saudara sepupu itu.


"dasar singa betina." umpat James.


plak.. pukulan dari Edward tepat di kepala James.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih


__ADS_2