Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
satu kamu selamanya..


__ADS_3

Aisyah di temani oleh Rissa, James dan Jacob, bahkan setelah dapat kabar dari Edward, Sandra juga datang.


saat Aisyah memeriksa beberapa chat dari Kayla, ternyata sahabat nya yang berada di Madinah mengirimkan sebuah hadiah.


Aisyah pun berterima kasih, dan bertanya kapan sahabat nya itu pulang, Jacob pun duduk di samping Aisyah.


"aku penasaran, siapa yang mengirimkan chat hingga membuat istriku ini melupakan ku," kata Jacob.


"ini pesan dari Zulaikha mas, aku bertanya kapan di pulang, kami sudah hampir enam tahun tak bertemu dan hanya bertukar kabar saja," jawab Aisyah.


"apa kmu mau kita umroh sekalian menemui sahabat mu itu, kebetulan mommy akan pergi bulan depan, dan aku bisa cuti untuk sementara waktu," kata Jacob.


"tapi apa perusahaan papa tak masalah saat mas tinggal nantinya?" tanya Aisyah.


"tidak masalah, Altaf harus mulai belajar untuk menjadi pemimpin perusahaan, agar aku bisa melepas semuanya dan menikmati hidup bersama mu," kata Jacob.


"itu benar Aisyah, di Bali semua resort dan hotel milik Jacob, dan di semua usaha yang di Surabaya milik Jessi, jadi sebaiknya kalian cepat pindah, biar mommy ada temannya," kata Rissa.


"baiklah mommy, aku akan ikut kemana pun suamiku pergi," kata Aisyah.


mereka pun menghabiskan waktu dengan berbincang hangat, apalagi Sandra menghubungi Ardan yang berada di Jerman.


sedang di rumah. Kayla sedang membuat lukisan, entahlah hari ini dia ingin melukis Aisyah dan Jacob.


entahlah dia merasa jika keduanya adalah pasangan yang sangt serasi, bahkan di dalam lukisannya Kayla memberi bingkai bunga mawar merah.


"Kayla, makan malam dulu nak," panggil mama indah.


"iya ma, sebentar lagi," jawab Kayla.


mama indah pun menghampiri Kayla di kamarnya, dan kagum melihat hasil goresan warna di kanvas itu.


"lukisan yang indah, mereka siapa?" tanya mama indah.


"mereka adalah pasangan yang saling mencintai, yang perempuan adalah guru di sekolah ku, sedang yang pria adalah seorang pengusaha sukses yang juga suaminya," jawab Kayla.


"mereka begitu serasi, semoga Alloh selalu memberikan kebahagiaan kepada mereka berdua," doa mama indah.


"amin ya ma," jawab Kayla.


Kayla pun ikut sang mama turun, ternyata semua sudah berkumpul. Kayla duduk di samping sang mama.


"Satria besok ikut papa untuk rapat dengan perusahaan Shiddiq Grub, karena ada proyek yang sedang berjalan," kata pak Andi.

__ADS_1


"iya pa," jawab Satria.


"pa bukankah pimpinan Shiddiq Grub sedang cuti, karena istri dari tuan Jacob sedang sakit," kata Kayla.


"kamu sok tau," kata Siska.


"yey... kalau gak percaya coba telpon asisten nya, asal mbak tau ya, istri tuan Jacob itu guru disekolah ku," jawab Kayla.


"tunggu biar kakak yang telpon," kata Satria.


Satria pun menelpon Fredy untuk mengkonfirmasi apa yang di katakan oleh Kayla.


Satria pun kembali bergabung dengan yang lain, "iya pa, yang go katakan Kayla benar, istri dari tuan Jacob sedang sakit, jadi semua rapat akan di alihkan pada pak Altaf," kata Satria.


Siska begitu kesal karena mengetahui jika Kayla mengenal orang penting, "tunggu jangan-jangan lukisan mu tadi," kata mana indah.


"iya ma, itu lukisan tuan Jacob dan istrinya, dan sebentar lagi aku akan mengantar nya," jawab Kayla.


"habis itu pulang Kayla, jangan keseringan main di club, lebih baik ajak kedua sahabat mu main ke rumah, mengerti," kata pak Andi.


"iya pa, nanti biar Icha dan Chintya menginap di sini," jawab Kayla.


"papa mah gak adil, kenapa teman Kayla boleh menginap, sedang temanku tidak," kaya Siska.


"karena teman mu tak tau aturan Siska, masak mereka berani masuk ke kamar ku, apalagi kalian pesta bikini di rumah, kalian itu wanita," kesal Satria.


"iya pa," jawab Satria.


kini satria membawa lukisan ke dalam mobil, mereka pun menuju alamat yang di berikan oleh Aisyah.


saat di perjalanan dia penasaran kenapa papa nya tau, jika dia suka ke club malam bersama sahabatnya.


"bang Satria, papa kok tau aku sering ke club, emang papa peduli ya padaku," kata Kayla.


"apa yang kamu katakan dek, asal kamu tau ya, papa itu bahkan mengirim pengawal rahasianya untuk mengikuti mu, jadi meski kamu sering bolos, merokok bahkan ke club pun, papa selalu mengawasi mu," kata Satria.


"apa, jadi papa tau dong aku sering merokok," kaget Kayla.


"ya tau lah, kamu jualan lukisan saja papa tau kok, oh ya asal kmu tau ya, papa itu sebenarnya sangat menyayangimu dek, bahkan dia sering menangis saat selesai memarahi mu," kata Satria.


"aku tau bang, bahkan setiap malam aku merasa papa selalu mengucapkan selamat malam dengan begitu hangat padaku," kata Kayla.


"itu kamu tau, oh ya sebentar lagi sampai nih kita, tapi ini bener rumahnya dek," binggung Satria.

__ADS_1


Kayla mengangguk karena itu sesuai alamat, Kayla turun untuk bertanya pada satpam.


satpam pun mempersilahkan masuk, kini mobil Satria mengikuti motor milik satpam yang mengantar mereka.


saat sampai Satria dan Kayla bahkan bengong karena melihat rumah dengan gaya Eropa klasik.


"Monggo silahkan masuk, sudah di tunggu di dalam," kata pak Jun mempersilahkan.


keduanya pun di persilahkan masuk, Kayla dan Satria pun masuk sambil membawa lukisan yang cukup besar.


ternyata mereka sudah di tunggu oleh James dan Rissa, "Mari silahkan duduk," kata Rissa.


"terima kasih Bu," jawab Kayla.


"kamu murid dari Aisyah ya, namanya tadi siapa Daddy, mommy lupa," kata Rissa.


"Kayla putri Handoyo, benarkan?" kata James.


"iya pak, saya kemari hanya ingin memberikan lukisan ini," kata Kayla.


"boleh aku melihatnya," kata Rissa penasaran.


"tentu," jawab Kayla.


Rissa pun membuka lukisan dan terkejut melihatnya, bahkan dia sangat takjub dengan lukisan itu.


"ini kamu yang melukis?" tanya Rissa.


"iya Bu, karena saya suka melukis dari kecil," jawab Kayla.


"kamu mau ikut pameran, jika iya aku bisa membantu nak, bagaimana Daddy," kata Rissa.


"tentu, dia pelukis yang cukup profesional, bahkan lukisannya seakan bisa bercerita an hidup," jawab James.


Kayla tak menyangka menerima sambutan yang begitu baik dari Rissa, James mengajak Satria untuk berbicara sambil bermain catur.


sedang Rissa menunjukkan beberapa lukisan pada Kayla. tapi saat melewati ruangan bermain


Kayla tak Sengaja melihat Ivy sedang bermain cat di lantai, Kayla pun mengintipnya.


Rissa pun membuka pintu dan Kayla pun takjub dengan tempat bermain Ivy, "wah kmu suka bermain warna?" tanya Kayla.


Ivy hanya mengangguk, "ini adalah tempat kesukaan milik Aisyah, dan juga Ivy," kata Rissa.

__ADS_1


Kayla tak menyangka jika Aisyah suka membuat kerajinan tangan dan juga berbagai gaun yang cantik.


itu sebabnya dia selalu terlihat modis meski berhijab, dan ternyata dia mendesain sendiri semua bajunya.


__ADS_2