
Ken sudah bersungut-sungut kesal pada Ardi yang terus mengodanya, sedang Ardi hanya tertawa karena berhasil membuat Ken merasa kesal.
Aline berkumpul dengan semu orang, malam itu Aline seakan-akan tak bisa menikmati waktu kebersamaan.
Rissa yang duduk di samping Aline mengetahui jika menantu nya itu tengah gelisah,"kenapa sayang?" tanya Rissa.
"entah mommy, aku tak mengerti perasaan ku seakan tak enak saja," jawab Aline.
"mungkin karena cuaca nya," tebak Sandra.
"tidak mam, seperti ada sesuatu yang kan terjadi tapi entah apa, aku tak menyukai perasaan ini," kata Aline mulai gelisah.
"ayo kita masuk," kata Rissa membawa Aline ke dalam rumah.
"tidak usah mommy, mungkin ini Hana perasaan ku saja," kata Aline.
"baiklah," jawab Rissa.
makan malam bersama berjalan dengan sangat sempurna, apalagi Mecha dan line menjadi pusat perhatian.
saat semua tengah berkumpul di taman karena sedang berbincang sambil menikmati api unggun.
"Lui bagaimana hasil terapi yang kamu jalani?" tanya sandi.
"semuanya baik opa, mungkin jika aku terus berlatih akan segera bisa berdiri lagi," kata Lui.
"bagus kalau begitu," kata sandi.
"iya opa, oh ya Ken bisakah aku membantu mu di kantor, karena aku merasa bosan di rumah tanpa melakukan pekerjaan?" tanya Lui.
"tentu, kau bisa menjadi wakil ku, krena Ozil juga sedang di Malaysia karena ada kepentingan di sana," jawab Ken.
"tunggu jika Ozil di Malaysia, siapa yang menjadi asisten mu bukan kah sangat membutuhkan itu," tanya James.
Ken tersenyum, "Daddy lupa jika aku punya asisten yang bahkan menemaniku 24jam," jawab Ken.
"owh.. jadi selama ini mas menganggap ku asisten nih oke, tidur di kamar tamu kalau begitu," kata Aline.
"ya kok jadi ngambek sih sayang, jangn dong mas gak bisa tidur kalau tak memelukmu," kata Ken.
"cih ternyata kau bucin ya Ken,"ledek Ardi.
"papi diem deh, emang kalian semua gak bucin sama istrinya ya, bukan kah papi pernah di kunciin di luar oleh mami dan papi memohon mohon," kata Ken.
__ADS_1
"sialan kau," kata Ardi.
"udah deh sesama pengabdi istri gak usah ribut," jawab Sandra.
semua terdiam, sedang para wanita tertawa mendengar perkataan Sandra.
"Aline apa kau yakin, bahkan menjadi asisten Ken bukan tugas sembarangan," kata James.
"aku tau Daddy, bukan hanya membantu mas Ken tapi juga mengerakkan semua ank buah yang ada kan," kata Aline.
James dan Ardi terkejut mendengar perkataan Aline," kau sudah mengetahui semuanya?" tanya Ardi.
"ayolah papi, apa kalian lupa aku juga bagian keluarga Hinata bahkan paman sudah memberi tahu semuanya," jawab Aline tersenyum.
"aish... berat hidup mu nak," kata Ardi menatap Ken.
"kenapa pap? aku dan Aline bahagia," kata Ken.
"kau tak tau jika keluarga Hinata adalah penguasa dunia bawah, dan jika kau berani menyakiti putri keluarga Hinata maka bersiaplah," jawab Edward yang akhirnya buka suara.
"ya kau benar, itu seperti kau membunuh keluargamu," kata James.
"ayolah aku tak mungkin menyakiti istriku, bagaimana mungkin aku menyakiti wanita yang aku cintai," kata Ken.
sedang Lui terlihat sedikit pendiam, Aline berdiri dan mengajak Mecha berbicara berdua di sisi kolam.
"ada apa Aline?" tanya Mecha.
Aline melihat sahabatnya itu,"kau tau Mecha kenapa aku memilihmu menjadi istri dari saudara suamiku?" tanya Aline.
"aku tak tau, kau dan mommy mengatakan jika aku harus menjadi istri yang merawat suami," kata Mecha.
"tidak sesederhana itu Mecha, kau tau keluarga ini begitu berkuasa, musuh mereka di mana mana, aku yakin kau bisa melindungi kak Lui dari musuh,"kata Aline.
"maksudmu?" binggung Mecha.
"kau ingat pria dan wanita tadi sore, kau harus waspada karena dia tak menyukai kak Lui dan suamiku, dan kau juga harus berjuang memenangkan hati suamimu Mecha," kata Aline.
"tenanglah, aku mengerti maksud mu Aline, kita akan menjadi pelindung keluarga ini terutama suami suami kita," kata Mecha.
"ya, kau memang wanita yang tepat," kata Aline memeluk Mecha.
sedang di suatu tempat Dio sedang merencanakan sesuatu untuk merebut semua hal yang di miliki oleh Ken dan Lui.
__ADS_1
"bagaimana aku membuat Lui berpisah dengan istrinya itu,"kata Dio mengetuk ngetuk meja.
"mas aku akan tidur duluan, apa kamu masih memerlukan sesuatu?" tanya Sasha.
Dio tersadar dari lamunannya, dan melihat Sasha seketika senyum Dio terbit, dia ingat jika cinta Lui begitu besar pada Sasha.
"tidak sayang, kau bisa tidur duluan,"jawab Dio sambil menyeringai.
"baiklah kalau begitu aku tidur dulu ya ma," kata Sasha.
Dio hanya tersenyum dan mengangguk, setelah kepergian Sasha Dio menyandarkan punggungnya di kursi sambil memikirkan cara agar mau mengikuti permintaan nya.
"maaf Lui, kau harus menderita lagi karena aku tak mu melihatmu dan saudara kejam mu itu bahagia begitu saja," kata Dio.
Dio menghampiri Sasha yang baru saja tidur di ranjangnya, "sayang kau sudah tidur?" tanya Dio.
"baru mau sayang, memang nya ada apa?" tanya Sasha.
"aku membutuhkan bantuan mu sayang, apa kau mau membantuku," kata Dio.
"tentu, apapun untukmu?" jawab Sasha.
"kau bisa merayu Lui lagi," kata Dio.
"kenapa aku harus melakukan itu?" tanya Sasha.
"karena aku tak menyukai jika Ken dan Lui bahagia, apalagi perusahaan mereka pernah memenangkan tender yang harusnya menjadi milikku," kata Dio.
"aku pasti membantumu, tapi aku harus bagaimana kau tau sendiri Lui akan sulit di dekati apalagi Ken sangat membenciku," jawab Sasha.
"aku bisa mengaturnya sayang," kata Dio.
merekapun memutuskan untuk tidur, Dio tak menyangka jika istri nya itu bisa dengan mudah mengikuti keinginannya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍 terima kasih