
Deren dan Edward berhasil menyelamatkan Aline meski mereka harus melakukan prosedur kuret.
kini Aline sudah di pindahkan ke ruang rawat VVIP. Rissa masih setia menunggu Aline yang sudah dua hari ini belum sadar.
sedang Ken mengurus pekerjaan di kantor, bahkan jam tangan pun kini masih di lemari milik Ken karena menunggu Aline sendiri yang memberikan pada temannya.
Ken hanya datang ke kantor sekedar rapat setelah itu kembali ke rumah sakit. setelah perundingan antara keluarga.
akhirnya James memindahkan seluruh pusat usahanya menjadi di Indonesia, kini James sedang menjemput kedua anaknya yang masih di Belanda.
sedang di perusahaan sedang ada gosip tentang Aline yang begitu tak enak di dengar.
Aryo dan Feby memberanikan diri menemui Ken yang baru selesai rapat.
"maaf bos bisakah kami berbicara sebentar?" kata Aryo.
"tentu silahkan duduk, tapi aku tak bisa lama lama karena aku harus kembali ke rumah sakit." kata Ken.
"iya bos, kami hanya mau bertanya keadaan Aline?" tanya Aryo.
"dia masih belum sadar, dan kalian boleh mengunjunginya jika ada waktu luang. dan maaf aku harus ke rumah sakit saat ini." kata Ken yang di angguki oleh Aryo dan Feby.
kini Ken kembali menuju ke rumah sakit untuk menunggui Aline yang masih belum sadar itu.
sesampainya di rumah sakit Ken memeluk Rissa yang sedang membaca buku.
"bagaimana keadaan nya mom?" tanya Ken.
"seperti yang kau lihat, dia seakan tak ingin membuka mata lagi." jawab Rissa menatap nanar kearah Aline.
Ken pun mendekati ranjang Aline, kini Ken duduk di samping wanita yang sudah 6bulan ini menemaninya itu.
"sayang bangunlah, aku sedih melihat mu seperti ini, aku bahkan merasa hampa tanpa dirimu di sampingku." kata Ken.
sedang di dalam alam bawah sadarnya Aline sekarang sedang bersama dengan kedua orang tuanya.
"anak ayah sekarang sudah besar ya." kata pak Aris ayah Aline.
"iya yah anak ibu juga sudah besar," kata Aiko
"iya dong, sekarang bahkan Aline punya suami yang begitu mencintai Aline begitu besar." kata Aline pada kedua orang tuanya.
"ayah dan ibu bisa melihat segalanya dari surga sayang, bahkan ayah selalu melihat senyum mu dan kebagian mu saat bersama nya." kaya pak Aris.
__ADS_1
"ibu juga bahagia sekali." tambah Aiko.
"tapi Aline sedih yah, ibu karena Aline belum bisa hamil anak mas Ken." kata Aline lirih.
"berdoalah sayang, ibu yakin Alloh akan memberikan hadiah terbaik untuk kalian." jawab Aiko.
"apa kau dengar suamimu memanggilmu Aline." kata pak Aris.
"iya tapi Aline masih ingin bersama kalian berdua." jawab Aline yang memeluk Aiko.
"sayang kami selalu bersama mu di sini(menunjuk dada Aline), jadi jangan pernah merasa jika kami jauh darimu lagi." kata Aiko.
"baiklah, Aline sangat mencintai kalian berdua tapi Aline juga ingin bersama suami Aline, jadi Aline kembali padanya ya ayah dan ibu." pamit Aline.
" iya sayang." jawab keduanya.
kini Aline melambai pada orang tuanya dan berlari menuju suara Ken yang memanggilnya.
tangan Aline bergerak saat terkena tetesan air mata dari Ken. kemudian Aline membuka mata.
"sayang kau bangun. mommy istriku sadar mom!" teriak Ken begitu senang melihat Aline yg sedang memandangnya.
tak lama Deren datang dan memeriksa kondisi Aline. setelah itu Deren pamit saat kondisi Aline sudah baik.
"sayang apa masih sakit?" tanya Ken yang kini duduk di samping istrinya.
"kita kehilangannya ya mas." kata Aline pada Ken.
Ken sebenarnya kaget, dia berencana menyembunyikan semuanya dari Aline.
Ken hanya mampu mengangguk sambil menangis di depan istrinya itu.
"jangan sedih mas, aku yakin karena Alloh lebih sayang dengannya." kata Aline.
" aku hanya takut kalau kau membenciku karena aku yang meminta mereka menyelamatkan dirimu." kata Ken.
"aku tau itu mas lakukan demi aku, dan percayalah aku selalu mencintaimu mas." kata Aline pada Ken.
"terima kasih sayang, aku berjanji tak kan meninggalkan mu sampai kapanpun." kata ken.
"aku juga akan selalu di sampingmu." jawab Aline.
Rissa merasa begitu bahagia bisa melihat kedua bisa bersama dan mencintai. Rissa tak menyangka jika Aline memiliki pemikiran yg begitu dewasa dan luas.
__ADS_1
"terima kasih sayang.." kata Rissa pada Aline.
"tidak mom, aku yang seharusnya berterima kasih pada mommy yang sudah menyatukan kami." kata aline.
kini Ken terus menjaga Aline, bahkan Ken tak membiarkan Aline turun dari ranjang sedikit pun.
bahkan saat akan ke kamar mandi maka Ken yang akan mending Aline. begitu pun saat makan maka Ken yang akan menyuapi istrinya itu.
saat mendengar jika Aline sudah sadar Gita dan kekasihnya Tio datang menjengguk.
"selamat malam semua." sapa Gita yg datang dengan membawa buah, makanan, dan juga bunga untuk Aline.
"kau mau kemana membawa begitu banyak buah tangan?" tanya Ken.
"aku ingin menemuinya, hai Aline, maafkan ku.." lirih Gita yang merasa bersalah.
"itu bukan kesalahan mbak Gita, mungkin memang sudah takdir nya. oh ya maaf ya aku sempat cemburu pada mbak." kata Aline tersenyum.
"sayang bahkan aku tak nafsu dengan wanita itu. Tio buta ya mau sama Gita." kata Ken.
"ya Tuhan mulut pria ini, ingin rasanya aku membungkamnya agar tak berbicara kasar." kata Gita kesal.
"entahlah aku begitu mencintainya Ken. mungkin itu yang menyebabkan aku tak bisa melirik gadis lain." jawab Tio.
"kau dengar pria sombong." kata Gita.
"cih mata Tio katarak sebentar lagi mau buta paling hingga tak bisa melihat jakun mu itu. hahaha" ledek Ken.
"Kennard..." teriak Gita.
" mas Ken." kata Aline sambil mencubit suaminya sendiri.
"aduh sakit sayang." kata Ken mengusap pinggang nya yang habis di cubit oleh Aline.
merekapun bercerita dan bercanda bersama, bahkan Aline tak menyangka jika Gita bisa lebih tau tentang wanita dari pada dirinya.
.
.
.
.
__ADS_1
..
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍 terima kasih