Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
Alex galau


__ADS_3

semua berjalan seperti biasa, Chintya belajar dan mencatat semua pelajaran yang ketinggalan.


hari ini jam olahraga, semua sudah berganti baju, sedang Chintya izin untuk tetap di kelas.


Alex pun menghampiri Chintya, "ada apa? kenapa diam di sini?" tanya Alex.


"aku hanya sedang tak enak badan pak, ada yang bisa di bantu?" tanya Chintya.


"yang butuh di bantu itu kamu, bukan saya," kata Alex.


"saya kenapa? semua baik-baik saja," jawab Chintya santai.


"kamu tak bisa seterusnya menyembunyikan semuanya, oh ya nanti malam akan ada tamu besar datang ke istana Baskara. kamu temui mereka agar kami bisa membantumu," kata Alex sebelum pergi.


Chintya tak mengerti dengan apa yang di maksud oleh Alex, Chintya pun kembali merangkum beberapa pelajaran.


jam istirahat, Chyntia langsung menuju ke atap, sedang Icha dan Kayla sedang berada di kantin membeli cemilan.


Chintya berdiri di pinggir atap, dia membiarkan rambut panjangnya terkena angin, bahkan Chintya merasa sedikit tenang saat ini.


"jangan lompat, masa depan mu masih panjang, dan aku yakin kamu gadis kuat," kata Abimana.


"ya Tuhan, om menggaketkan ku, bagaimana kalau aku jatuh," kata Chintya memegangi dadanya.


"ya mati, kamu lihat saja, mau kacang, kemari lah," panggil Abimana.


"terima kasih, tumben om di sini?" kata Chintya.


"berhentilah memanggilku om, usia ku dan Alex sama, dan kenapa kamu mah merokok," kata Abimana.


"hanya ingin saja, oh ya nunggu Icha ya, iya kan?" kata Chintya.


"gak kok, aku sudah merelakan gadis itu, oh ya apa aku bisa membantumu, aku bisa menebus mu jika mau," kata Abimana.


"tidak perlu, tidak akan ada yang bisa menyelamatkan diriku, dan aku tak ingin kalian terluka hanya karena aku, jadi berhenti dan jangan berusaha apapun," kata Chintya sedih.


"apa sebesar itu hatimu, orang tua mu bahkan bisa memperlakukan mu buruk, sedang kamu menerima begitu saja," kata Abimana.


"tak masalah ini baktiku, oh ya apa om punya makanan selain ini, aku lapar sekali," kata Chintya.

__ADS_1


"nih ada coklat," kata Abimana mengulurkan coklat.


"wah kalian bisa mojok ya, padahal aku dan Icha kerepotan ini, bantuin napa," kata Kayla yang datang membawa banyak makanan.


Chintya pun membantunya, Icha hanya diam saja, sedang Kayla menepuk bahu Icha mereka pun makan bersama.


Chintya sudah kembali tersenyum bersama teman-temannya, dia sedikit melupakan kesedihannya.


Jacob begitu sibuk saat ini, begitu banyak proyek, serta dia juga mengawasi perusahaan Hutomo.


Ferdy juga tak kalah sibuk, belum lagi Altaf yang sedang tugas ke luar daerah, jadi sekarang ini dia mengatasi semuanya.


tiba-tiba Jacob ingin makan cheesecake, dia pun menelpon Jessica untuk mengantarkan ke kantornya.


Jessica akan mengantar setelah menjemput Ivy dari sekolah, benar saja satu jam kemudian Jessica datang bersama Ivy.


"hai Jack, tumben kamu ingin makan kue kesukaan Aisyah, ada apa?" tanya Jessica.


"tak tau, aku tiba-tiba ingin makan kue ini, oh ya nanti malam kalian akan bertemu kakak dari suamimu, bagaimana menurutmu?" tanya Jacob.


"entah, dia mungkin pria yang buruk, apalagi kalau mendengar cerita Jasper, dan belum lagi dia," kata Jessi terhenti saat seseorang mengetuk pintu.


"maaf tuan, ada tuan Prakasa datang, ingin bertemu dengan anda," kata Ferdy.


tuan Prakasa masuk dengan angkuhnya, dia datang untuk memberikan penawaran kerja sama.


tak di duga Ardi juga datang, "loh papi sudah pulang," kaget Jacob dan Jessica.


"oppa," kata Ivy langsung memeluk Ardi.


"apa kabar kalian, ku kira ada tamu siapa, ternyata cucu cantik opa, oh ya duduk saja, Mei tuan Prakasa," kata Ardi.


mereka pun duduk dan Jessica menyiapkan kue dan minuman untuk semuanya, "maaf apa ini istri anda?" tanya tuan Prakasa.


"bukan tuan, ini kembaran saya, oh ya istri saya sedang berobat ke Perancis," jawab Jacob.


"benarkah, tapi kenapa anda tak menemani di sana, karena pasti dia butuh dukungan anda," kata tuan Prakasa.


"iya Jacob, papi sudah kembali, jadi mungkin perusahaan akan papi pegang lagi, apa kamu tak masalah kan," kata Ardi.

__ADS_1


"tentu, lagi pula ini perusahaan papi, oh ya biar aku mempersiapkan surat pengunduran diriku," kata Jacob.


"baiklah," jawab Ardi.


tak lama Jacob mendapat sebuah telpon dan membuatnya panik, "papi aku titip Jessica dan Ivy, aku harus pergi sebentar," kata Jacob yang langsung pergi.


"ya! Jacobson kenapa kau begitu menyebalkan!" teriak Jessica.


Jacob langsung pergi menuju ke area yayasan yang sudah penuh dengan pria berbaju hitam, saat sampai Jacob bahkan harus lewat belakang.


"Alex, Abimana ada apa?" tanya Jacob yang baru sampai.


"sepertinya ini geng kegelapan, lihat saja tato mereka, dan kau tau siapa pemilik geng ini," kata Alex.


"baiklah biar aku yang tangani," kata Jacob.


Jacob pun menggulung lengan panjang kemejanya, dan kini tato naga di tangannya pun terlihat.


"ada apa tuan-tuan datang kemari," kata Jacob.


"maaf tuan,kami hanya ingin menjemput seorang nona, dan ini perintah tuan besar," kata kepala geng itu.


"kalian bisa menjemput nona itu waktu pulang sekolah, karena ini masih jam mengajar," kata Jacob.


"kami tak mau tau, kami harus membawanya," kata pria itu.


"berarti kalian ingin berurusan dengan kami," kata Jacob yang sudah di dampingi Alex dan Abimana.


"kebetulan dua hari ini, aku belum menghajar orang, setidaknya aku bisa bermain dengan kalian," kata Abimana.


seorang anak buah pun menghampiri pimpinan mereka dan membisikkan sesuatu, "baiklah kami pergi, biar nanti kepala pelayan yang menjemputnya," kata para pria itu.


"sialan, Julian makin menjadi saja, kenapa dia menyuruh geng miliknya untuk berbuat obat seperti ini," kata Alex.


"apa ini berhubungan dengan papa ku yang semalam bertemu denan pria itu," kata Kayla.


ketiga pria itu menoleh, Alex kaget mendengar penjelasan Kayla, "apa maksud mu, jangan bilang papa mu ingin bekerja sama dengan pria itu," kata Alex.


"entahlah, tapi aku tau jika dia mengaku teman mas Satria," kata Kayla.

__ADS_1


"kalau begitu, aku akan melamar mu segera, aku tak ingin kamu menjadi korban pria itu," kata Alex.


"aduh kamu jangan gol ya Lex, ini saja masalah belum selesai," kata Jacob memijat kepalanya.


__ADS_2