
Aisyah membawa semua makanannya ke ruangan Jacob, Aisyah menatanya di meja, Jacob pun berdiri dan menghampiri Aisyah.
"sepertinya enak, temani aku makan Aisyah," kata Jacob.
"tapi pekerjaan saya," bantah Aisyah.
"duduk dan makan, aku bosnya di sini," kata Jacob.
Aisyah pun tak bisa berdebat lagi, Aisyah duduk berhadapan dengan Jacob.
pria itu tersenyum penuh arti, pasalnya dia berhasil membuat Aisyah mengikuti keinginannya.
"Aisyah, boleh aku tanya sesuatu?" tanya Jacob sambil mengunyah makanannya.
"silahkan tuan muda," jawab Aisyah menyodorkan air pada Jacob.
"apa kamu keberatan jika punya suami yang memiliki tato?" kata Jacob menatap Aisyah dalam.
"tidak tuan, aku tak pernah keberatan tentang apapun, asal dia adalah seorang yang mengerti agama dan mampu mencintaiku apa adanya," kata Aisyah.
"berarti Jacob sudah memenuhi itu semua Aisyah, mau kamu jadi adik ipar ku?" tanya Jessica yang baru datang bersama Jasper.
"cih, kalian menganggu ku, kenapa bisa kemari?" tanya Jacob.
"aku hanya mau menyampaikan pesan om Kakashi, katanya kamu ingin di kenalkan dengan gadis baik dari Jepang," kata Jessica.
"ya gadis itu begitu cantik dan terlihat berpendidikan tinggi," tambah Jasper.
"kau bisa menikahinya kalau begitu, kau juga putra keluarga Smith," jawab Jacob acuh.
"aku akan membunuhmu jika berani menikah dengan gadis itu," kata Jessica melihat kearah Jasper.
__ADS_1
"tenang nona ratuku, aku tak menyukai gadis itu," jawab Jasper tertawa sambil mengacak-acak rambut Jessica.
"Jasper berhenti terus memperlakukan Jessi seperti itu, kau juga perlu menikah, lihat kak Kennard dan Louis mereka sudah bahagia dengan keluarga dan anaknya, sedang kamu," kata Jacob memancing Jessica.
"tutup mulut mu Jack, dia hanya boleh di samping ku!" bentak Jessica keras.
plak...
Jacob kesal dan langsung menampar pipi Jessica, Jacob hanya ingin saudara kembarnya itu sadar.
"kau harus ingat, dia tak bisa selamanya di sisimu, dia juga harus menikah dan memiliki keluarga sendiri, kau siapa yang terus memaksanya bersamamu, kau bukan istrinya, ingat itu, sadarlah!" bentak Jacob.
mendengar bentakan dari Jacob, Jessica langsung menangis dan meninggalkan ruangan itu.
"Jacob kau keterlaluan, kau tak seharusnya mengatakan itu sekarang," kata Jasper.
"berhenti memperlakukan dia seperti ini, kau bukan membuatnya kuat, tapi malah sebaliknya, dia akan selalu menempel padamu, dan merasa jika hanya kau yang dia butuhkan," kata Jacob mendorong Jasper agar tak menghalangi jalan nya.
Aisyah hanya terdiam menyimak pertengkaran antara mereka bertiga, Aisyah bisa melihat kesedihan Jasper saat Jacob pergi dari ruangan itu.
Jacob bersimpuh di depan Jessica yang masih menangis di Sana, Jacob mengusap rambut Jessica.
"pergi, kau jahat Jack, kau menampar ku," kata Jessica dengan suara serak.
"aku melakukan ini agar kamu sadar, kamu tak bisa bersama dengan Jasper," kata Jacob.
"kenapa? aku mencintainya, bahkan kita bukan saudara sedarah," kata Jessica.
"aku tau itu, tapi apa Jasper menganggap cintamu, dia hanya merawat mu sebagai adik kecilnya," kata Jacob.
"tapi dia selalu ada untukku," bantah Jessica.
__ADS_1
"karena kau merasa aman dengan nya, bahkan kau sekarang makin jauh dengan mommy dan Daddy, bahkan kita tak bisa seperti dulu, kau ingat dulu kau selalu mencariku dan mengenggam tanganku saat sedih, tapi sekarang aku tergantikan oleh Jasper," kata Jacob ikut meneteskan air mata.
"karena kau meninggalkanku di Belanda..." lirih Jessica.
"aku tak berniat meninggalkan mu sendirian di sana, kau ingat saat pertama kita sekolah, kita selalu bersama, hingga kau menerima Bully-an dari teman sekelas, awalnya kau terus memanggil namaku dan mengenggam tangan ku, tapi saat kau mengenalnya, kau melupakan aku, kau melepas tangan ku Jessi, kau tak pernah memanggilku lagi, kau hanya tau namanya, aku sedih saat itu, dan Daddy tau semuanya dan mengirim ku ke Indonesia agar aku tak sedih saat kau tak menginggat ku lagi," kata Jacob.
Jessica terdiam mendengar perkataan Jacob, dia ingat bagaimana dia terus bersama Jasper saat itu dan melupakan saudara kembarnya.
"kau ingat dulu kita pernah bolos bersama karena terus di hina tak punya ayah, kita kuat bersama menghadapi semuanya, tapi aku sakit saat kau tak menganggap ku lagi Jessi, jadi aku mencoba memulai hidupku tanpa dirimu," tambah Jacob.
"tapi dia selalu di sampingku, dia juga mencintaiku," bantah Jessica.
"sadarlah, dia hanya berjanji pada Daddy untuk menjaga mu hingga sembuh, karena dia ingin membalas Budi keluarga kita!" bentak Jacob yang sudah mulai kehilangan kesabaran nya.
"apa dia pernah mengatakan jika dia mencintaimu, apa dia pernah mengatakan jika dia tak bisa hidup tanpamu, apa dia pernah mengatakan jika hanya kau yang ada di hidupnya, jawab Jessica!" bentak Jacob.
"tidak...." jawab Jessica sambil menangis kembali.
Jacob langsung memeluknya dan Jessica mengeratkan pelukannya pada Jacob.
"aku ingin tinggal bersamamu, dan aku ingin kita yang seperti dulu, kau saudaraku," kata Jessica.
"aku akan membawa mu tinggal bersama ku, dan kita akan mulai hidup kita bersama, dan kau harus mulai melupakan pria yang tak pernah menyadari perasaan mu, karena kau begitu berharga bagi kami," kata Jacob.
tanpa mereka sadari orang tua mereka mendengar semuanya, bahkan Rissa menangis mendengar perkataan Jacob pada Jessica.
"Daddy, bisakah kita kembali tinggal di sini, aku mohon, aku ingin Jessica sehat seperti gadis seusianya, di sana dia selalu tertekan," kata Rissa melihat ke arah James.
"tentu, dan kita harus bersama menyembuhkan Jessica mom, dia putri kita satu-satunya, dan Daddy akan meminta Louis mengambil alih segala nya di Belanda," kata James.
"terima kasih Daddy."
__ADS_1
keduanya pun menghampiri Jessica dan Jacob, kini mereka berempat berpelukan bersama.
Jessica begitu bahagia bisa memeluk keluarga nya lagi, dia seakan punya kekuatan untuk menghadapi segala nya.