Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
Ak_ dendam Miko.


__ADS_3

Miko dan Muhib akhirnya memakamkan Mila di pemakaman umum desa, sedang Bu Maya terlalu terpukul atas meninggalnya Mila.


kini semu orang sudah kembali ke rumah, Miko di telpon oleh pihak berwajib dan mengatakan jika para tersangka sudah di bekuk.


"pak, tolong jaga ibu dulu Miko harus keluar sebentar," kata Miko pada pak Muhib.


Miko memeluk ibunya yang sudah seperti orang linglung,"hati hati Miko," kata pak Muhib.


kini Miko menuju ke kantor polisi dengan menggunakan sepeda motor, dan sesampainya di kantor polisi Miko langsung menemui polisi yang menangani kasus Mila.


Miko pun di ajak untuk menemui para tersangka dan tak menyangka jika ternyata mereka adalah Tono sahabat Miko.


"Tono kenapa kau melakukan ini pada Mila, kau tau aku menyayangi nya," kata Miko.


"maafkan aku, waktu itu aku khilaf saat melihat video syur Mila tersebar apalagi berlainan pria, kami merencanakan pemerkosaan tapi karena Mila menoleh akhirnya kami memberikan obat padanya," kata Tono sudah menangis.


"tak ku sangka sahabat yang sudah seperti keluarga bagi ku malah bisa menusukku dari belakang," kata Miko.


"maafkan aku Miko," lirih Tono.


"maaf mu tak bisa menghidupkan adikku lagi," kata Miko meninggalkan Tono dan kawannya.


Miko melajukan sepeda motor nya ke tepi laut, Miko menginggat semu kenangan bersama dengan Mila dan mecha di pantai itu.


"kenapa kau meninggalkanku seperti ini Mila, bahkan aku belum bisa membahagiakan mu sebagai Abang mu," kata Miko.


"ini semua gara gara Aline dan suaminya, mereka mempermalukan Mila dan sekarang aku kehilangan adikku, maka kalian harus merasakan apa yang aku rasakan," teriak Miko.


Miko pun memendam rasa dendam di hatinya untuk Aline dan Ken, Miko bersumpah akan membalaskan dendam nya suatu saat nanti.


sedang di vila, Kakashi memanggil Aline karena ada beberapa hal yang harus dibicarakan.


"siang om, kenapa om mencarimu?" tanya Aline duduk di sofa di depan Kakashi.

__ADS_1


"om hanya ingin memberikan semua hak ibumu padamu Aline, karena sekarang kau bisa mengelola nya sendiri dengan baik," kata Kakashi.


"tidak usah om, tolong biar orang kepercayaan om saja yang mengurus itu, sedang aku ingin fokus dengan butik yang om berikan," kata Aline.


"kau ini gadis yang baik, tapi suatu saat nanti kau yang akan mewarisi segalanya, kau mengerti," kata Kakashi.


"baik om," jawab Aline.


tak terasa sudah tiga hari mereka di pulau itu, kini mereka sudah sampai di rumah milik keluarga Smith.


seperti biasa Ken langsung pergi ke kantor sedang Aline ada di rumah, sedang Rissa sedang ada acara di sekolah di kembar.


saat di balkon Aline ingat jika sudah lumayan lama tak mengunjungi tim sekertaris di kantornya.


"Hem, sebaik nya nanti aku ke kantor aja lah," gumam Aline.


kini Aline turun dan melihat para pembantu sedang mengintip sesuatu, Aline pun mendekati para pembantu nya itu.


"hayo bik Ina dan bik Susi ngapain!" kejut Aline.


Aline pun ikut melihat, Aline malah tertawa melihat tingkah Mecha yang bar bar mencoba merangsang syaraf kaki dari Lui.


"meni kasar amat atuh non itu istrinya," kata bik Ina.


"sebenarnya itu tak kasar bik,. Uma Jak Lui aja yang berlebihan karena teriak, karena kaki kak Lui tak merasakan apapun," jawab Aline.


"kok gitu non," tanya bik Susi.


"ya karena syaraf kaki kak Lui ada yang tercepat kemudian jam Lui kurang mempunyai semangat untik sembuh," kata Aline.


"owh... ngono toh," kata bik Ina.


"bik Ina ini sebenarnya dari mana sih, kok bahasa daerahnya campuran gini?" tanya Aline.

__ADS_1


"bibik mah dari Surabaya cuma ikut suami ke Bandung, jadi bahasa bibik campur aduk non," jawab bik Ina tertawa.


"berarti bisa bahasa Sunda dong?" tanya Aline.


"rak ngerti non, bibik Ki iso e boso jowo kasaran(tidak mengerti non, bibik ini bisanya bahasa Jawa kasar)," jawab bik Ina.


"bakso kali kasaran bik," jawab Aline tertawa.


"meni enak itu non, apalagi kalau isinya cabe, beh mantep non," jawab bik Susi.


"loalah, Saiki kok malah bahas panganan(walah, sekarang kok jadi bahas makanan)," protes bik Ina.


"mending bik dari pada ngintipin orang nanti bintitan, mending sekarang kalian berdua bantu saya buat bakso bakar, nanti di bagi dech, ayo..." seret Aline pada dua pembantu nya itu.


kini Aline sibuk dengan membuat cemilan di bantu bik Ina dan bik Susi, benar saja sebentar bakso siap tinggal buat bumbu oles saat di bakar.


sedang di taman belakang rumah mereka, Mecha sedang kesal karena dari tadi Lui terus berteriak.


"mas bisa diem gak, lama lama budek aku," kata Mecha kesal.


"habis dari tadi kamu pijat nya kasar banget, kan sakit," jawab Lui menahan senyum.


Mecha kembali memijat telapak kaki Lui dengan lembut, Lui tersenyum padahal kakinya masih tak bisa merasakan apapun.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih


__ADS_2