
James bersama Edward menuju ke tempat trio Ar dan James menyembunyikan mereka... mereka sudah di jemput oleh Arka di depan pintu...
" selamat datang di rumah kecil... adik ipar..." sapa Arka...
" dimana mereka..." tanya Edward..
" ada di bawah tanah... bang Ardi dan bang Ardan tengah bermain..." kata Arka...
kini mereka menuju ke ruang bawah tanah... ruangan itu begitu lembab dan gelap.. terdengar teriakan dari anak buah William...
kini mereka sampai.. James masih tenang melihat Wiliam dan juga anak buahnya... sedang Edward ingin sekali membunuh nya...
" kalian sudah datang... sekarang silahkan apa yg ingin kau lakukan..." kata Ardi..
" seperti nya aku lebih memilih untuk melihat saja.. Edward kau kan seorang dokter.. harusnya kamu tau mana saja titik fatal.. dan Siksa mereka sebelum membunuhnya..." kata James...
" apa kau punya pedang..." tanya Edward..
" Jhon.. berikan senjata milikku..." kata James..
Jhon memberikan pedang milik James.. James tersenyum melihat Edward yg ingin membalas luka yg di alami Sandra...
" buka penutup matanya..." kata James..
kini Jhon membuka penutup mata milik Wiliam... James tersenyum.. sedang William langsung tertawa melihat James..
" bagaimana rasanya kehilangan orang yg kau cintai..." kata Wiliam..
" menyakitkan.. tapi bukan aku yg akan menuntut balas.. tapi suami dari istri yg kau celakai..." kata James...
" istri..." tanya William..
" iya.. saudari kembar istriku adl istri Edward Antony Folke... Casandra Adeline Folke..." jawab James..
" kapan itu terjadi..." tanya William gemetar..
" saat istri ku tertembak.. dan kau tau bagaimana Edward menyiksa seseorang.. kupastikan kau akan lebih memilih mati saat dia mulai..." kata James...
" aku mulai uncle.. dan aku akan sangat menikmati ini...." kata Edward dengan tatapan kesenangan...
kini Edward sedang bermain dengan Wiliam.. suara jeritan dan teriakan seperti lagi di telinga Edward dan juga James.. bahkan trio Ar di buat melongo melihat Edward yg menikmati menyiksa Wiliam..
" tak usah kaget.. kami dari kecil terbiasa melakukan ini.. karena kakek kami adl seorang yg tak suka di khianati.. jadilah mereka membuat kami menjadi berdarah dingin..." kata James..
" tapi tak menyangka jika Edward seperti ini.." kata Ardi..
__ADS_1
" ini adl sisi gelap Edward... jika aku mungkin akan langsung membunuhnya dan menjadikan makanan hewan buas.. tapi Edward lebih suka melakukan anatomi terlebih dahulu..." jawab James..
" kalian berdua penuh dengan kejutan.." kata Ardan..
" ini rahasia antara kita saja..." kata James tersenyum...
" hei tuan besar jangan banyak bicara.. sekarang giliran mu.. aku sudah puas menyiksanya... kalian siram pakai air garam..." kata Edward..
" cih.. kenapa ku tak membunuhnya sekalian.." kata James..
" dia kan paman mu.. lebih enak dia mati di tangan keponakan nya kan..." jawab Edward ..
BYUR.. tubuh Wiliam di siram air garam.. jeritan Wiliam kembali terdengar... jeritan itu begitu keras dan memilukan karena luka yg di buat oleh Edward.. bukan kasihan Edward dan James malah tertawa...
" hai paman.. saat nya menyusul ibumu ke neraka... dan asal kau tau aku yg membunuh ibu mu saat usiaku 10th karena dia berani melukai tangan mami..." kata James mengacungkan pistolnya...
"dan aku yg membuatnya tengelam di kolam renang.." tambahnya....
dor... dor... dor... tembakan itu mengenai kepala dan juga jantung dari Wiliam.. kini Wiliam sudah mati..
"aku tak akan membiarkan siapapun melukai istri dan dua putraku meski dia adalah keluarganya..." kata James menyeringai..
" Jhon... potong tubuh nya dan jadikan makanan untuk hewan buas..." perintah James..
" baik tuan..." jawab Jhon...
" kami akan seperti ini jika ada yg melukai orang yg kami cintai... ini sisi gelap kami.." jawab Edward...
kini mereka memilih untuk makan malam di sebuah restoran...tak lama ponsel Edward dan James bergetar... ada panggilan dari sandi dan Wulan...
James dan Edward panik saat mendengar perkataan dari mertua mereka...
James dan Edward langsung berlari keluar sedang trio Ar masih binggung dengan tingkah adik iparnya...
di rumah sakit... kondisi Rissa menurun drastis... bahkan dokter sempat panik karena detak jantung Rissa makin melemah... Sandi menghubungi Edward sedang Wulan menghubungi James..
20 menit Edward dan James sudah sampai.. Edward langsung masuk kedalam ruang ICU.. Edward melakukan pertolongan untuk menyelamatkan Rissa...
James masih cemas dan takut.. dia berdoa agar Rissa bisa bertahan demi dirinya dan juga anak-anak nya..
Edward keluar dan menemui James.. Edward menepuk bahu James.. Edward nampak begitu sedih...
" ayo ikut aku.. mungkin ini akan menjadi kesempatan terakhirmu..." kata Edward...
" apa maksudmu..." bentak James
__ADS_1
" aku sudah berusaha semampuku.. tapi Rissa membutuhkan semangat dan juga alasan untuk kembali hidup... dan mungkin ini juga hal terakhirnya..." kata Edward...
James pun menangis.. sandi memeluk Wulan saat mendengar penuturan Edward... kini James memakai baju khusus dan mengikuti Edward...
James kembali meneteskan air matanya.. dia terluka melihat Rissa yg terbaring lemah dengan begitu banyak alat terpasang sebagai penopang hidupnya...
Edward mengangguk.. dan meminta semua orang pergi dari ruangan itu.. James menghampiri Rissa..
James duduk dan mengenggam tangan Rissa... James mencium tangan Rissa...
" sayang... aku disini.. putra kita begitu lucu.. apa kamu tak ingin bangun.. demi aku dan kedua putra kita..
mereka membutuhkan mu.. begitupun aku.. aku tak mau putraku besar tanpa kasih sayang ibunya..
aku juga janji padamu kita akan melakukan resepsi bersama Sandra dan Edward.. jika kamu tak bangun mungkin aku mencari pengganti mu dan juga ibu dari kedua putra kita...
aku tak mungkin bisa membesarkan mereka tanpa ibu nya.. jadi kalau kamu tak sadar aku akan mencari pengganti mu...
jadi aku mohon bangunlah..." kata James..
James mencium kening Rissa.. saat akan pergi genggaman tangan Rissa menghentikannya...
James menoleh dan melihat Rissa membuka matanya... James menekan tombol dokter... Edward datang dan memeriksa keadaan Rissa.. Edward merasa ini keajaiban karena Rissa selamat dari maut...
Rissa tak mau melepas genggaman tangan nya pada James.. Edward pun mengerti...
" nanti akan di pindah di ruang rawat.. oh ya.. kedua bayi kalian juga sudah sehat dan baik baik saja...." kata Edward meninggalkan Rissa dan James...
James begitu bahagia.. karena melihat wanita yg dia cintai bisa sadar... meski dengan mengatakan hal konyol tadi...
.
.
.
mampir ke novel Secret Daddy ya...
.
.
.
.
__ADS_1
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘😍 terima kasih