
acara sudah selesai di laksanakan, kini Keysa sedang bersama yang lain, Aline begitu bahagia melihat baby Hidey yang sangat mirip dengan Kakashi.
"Aunty kenapa putra mu bisa semirip ini dengan om Kakashi?" tanya Aline.
"entahlah, aku juga binggung, mungkin dulu aku selalu membuat nya kesal dengan keinginan ku makanya putranya begitu mirip dengan ayahnya," jawab Keysa.
semua orang tertawa, tiba tiba perut Aline merasakan sakit, "permisi saya mau ke toilet sebentar," pamit Aline menuju ke kamarnya.
Aline langsung mengunci pintu kamar agar tak ada yang masuk, Aline mencari obat yang di berikan oleh dokter.
"ya Alloh kuat kan aku demi mereka berdua," lirih Aline sambil memegangi perutnya.
Aline terduduk di ranjangnya, Aline kembali mengingat beberapa Minggu lalu saat cek up.
flashback on...
Aline tengah melakukan pemeriksaan kandungan setiap bulan, saat USG dokter Arie baru menyadari jika ada yang salah dengan kandungan Aline.
Deren yang mendampingi pun ikut kaget melihat hasil dari USG milik Aline.
"om ada apa kenapa, apa ada yang salah dengan kandungan Aline?" tanya Aline.
"sebenarnya nona muda ada sedikit masalah pada kandungan mu, dan ini bisa merenggut nyawa mu saat melahirkan nanti Karena terjadi komplikasi,"jawab Arie.
Aline hany terdiam mendengar penjabaran dari dokter Arie, Deren pun terpaksa menghubungi Edward untuk di mintai saran demi keselamatan Aline dan bayi nya.
Edward sampai dan melihat Aline sedang terduduk di sofa bersama Deren, Edward langsung meliht hasil pemeriksaan milik Aline.
setelah membacanya Edward menghampiri Aline, "tenang Aline, papa akan mencoba segalanya untuk menyelamatkan bayimu dan juga dirimu, karena kamu juga anak papa dan mama kan," kata Edward menenangkan Aline.
"baik papa tolong usaha kan mereka bik baik saja," mohon Aline.
"pasti, kalian bertiga akan selamat, yakin dan berdo'a, sebentar lgi Ken akan bersama mu jadi kamu harus kuat ya," kata Edward sedang Aline hanya mengangguk.
mulai saat itu Aline terus minum vitamin dan juga obat obatan resep yang di anjurkan dokter.
__ADS_1
Aline juga harus mulai minum banyak air karena air ketuban Aline sangat sedikit, bahkan Aline juga minum air kelapa hijau fan itu hanya di ketahui oleh Moa.
flashback off...
kini rasa sakit yang line rasakan sedikit berkurang, Aline sedang memeluk foto Ken.
Rissa mulai gelisah melihat Aline yang tak kunjung keluar, saat mencoba membuka pintu ternyata terkunci.
Rissa meminta kartu cadangan untuk membuka pintu kamar Aline dan ternyata Aline tengah tertidur.
Rissa tersenyum dan memilih meninggalkan Aline yang tertidur sendiri di kamar,
semua tamu sudah pulang, Rissa dan anak anaknya tengah berkumpul di ruang keluarga tanpa Aline yang tengah tidur.
"mommy aku kemarin lihat kak Aline seperti kesakitan deh," adu Jessi.
"benarkah, kamu lihat di mana Jessi bukan nya kak Aline baik baik saja," kata Jacob.
"entahlah, aku kemarin tak sengaja waktu lihat dari balkon kamar kak Aline tengah duduk diam tapi tak lama kak Aline seperti orang kesakitan terus kak Aline berjalan masuk," kata Jessi.
Rissa langsung masuk ke dalam kamar Aline, dia mencari sesuatu di laci nakas samping ranjang.
Rissa terduduk saat membaca obat yang di konsumsi oleh Aline, ya obat itu untuk solusio plasenta.
Rissa langsung menangis saat tau, dia sendiri sibuk dengan beberapa usahanya hingga tak pernah menemani Aline yang selalu mengatakan jika dia bisa sendiri.
Rissa merasa buruk saat ini, bagaimana dia bisa seceroboh ini, Rissa sibuk dengan Jacob dan Jessi hingga lupa dengan Aline yang juga membutuhkan dirinya.
Rissa mengembalikan obat Aline ke tempatnya, kini Aline keluar dan langsung mengambil kunci mobil.
Rissa langsung menuju ke rumah sakit tempat Edward dan Deren bekerja, tak butuh waktu lama untuk Rissa sampai.
saat sampai Rissa langsung masuk ke ruangan milik Edward tanpa permisi, Edward tak terkejut karena Rissa dan Sandra memiliki sifat yang sama.
"kenapa apa kamu sudah tau tentang keadaan Aline," kata Edward tenang.
__ADS_1
" bagaimana kamu bisa merahasiakan ini dariku, aku tak bisa kehilangan Aline..."lirih Rissa yang mulai menangis.
"tenanglah dia akan aman selama dia tak mendapat stress berlebihan, dan ku selalu mengawasi 24jam lewat asisten nya itu," jawab Edward.
"apa tak ada yang bisa kak Edward lakukan untuk Aline?" tanya Rissa.
"maaf Rissa kita hanya bisa mengawasi saja, karena Aline tetap bersikukuh mempertahankan janin nya," jawab Edward.
"apa yang harus aku katakan pada kak James dan Ken, aku tak becus sebagai ibu menjaga Aline," kata Rissa.
"tenanglah aku sudah menghubungi semua dokter kenalan ku untuk menanyakan keadaan Aline, dan kita akan melakukan operasi sesar saat waktu yang tepat," kata Edward.
"berarti Aline tak bisa mempertahankan janin nya hingga sembilan bulan?" tanya Rissa.
"seperti nya tidak Rissa, mungkin kita akan lihat bulan depan dan kita bisa mengambil keputusan itu, dan juga aku sudah menyiapkan semua alat yang di butuhkan, jadi sekarang kamu hanya perlu menjaga putrimu itu," jawab Edward.
"baiklah kak, terima kasih aku akan menjaganya," kata Rissa.
kini Rissa kembali ke rumah, dan juga kini Rissa harus menjaga Aline dengan sungguh-sungguh.
.
.
.
. mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍 terima kasih
.
.
.
Abruptio plasenta atau solusio plasenta adalah komplikasi kehamilan di mana plasenta terlepas dari dinding rahim bagian dalam sebelum proses persalinan. Lepasnya plasenta ini dapat menyebabkan pasokan nutrisi dan oksigen pada bayi dapat menurun atau terhambat.
__ADS_1
Plasenta berfungsi menyalurkan nutrisi dan oksigen ke bayi, serta membuang limbah metabolisme dari tubuh bayi. Plasenta melekat pada dinding rahim. Organ yang sering disebut sebagai ari-ari ini juga terhubung dengan bayi melalui tali pusat.
Solusio plasenta termasuk kondisi yang berbahaya. Selain menghambat pasokan nutrisi dan oksigen, kondisi ini juga dapat menyebabkan ibu mengalami perdarahan hebat. Solusio plasenta menyebabkan banyak kematian pada ibu atau bayi. (by, ALODOKTER).